Minggu 13 Juni 2021, 17:10 WIB

Persi: Kenaikan Angka BOR Makin Merambah ke Banyak Provinsi

Mohamad Farhan Zhuhri | Humaniora
Persi: Kenaikan Angka BOR Makin Merambah ke Banyak Provinsi

Antara
Antrean pasien di Kudus, Jawa Tengah, pada 2 Juni 2021 lalu.

 

TINGKAT keterisian tempat tidur atau BOR (bed occupancy rate) pada sejumlah rumah sakit di sejumlah daerah terus melonjak seiring dengan bertambahnya jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Tanah Air.

Kasus positif paling banyak dalam beberapa hari terakhir terjadi di Provinsi DKI Jakarta, yang bertahan di atas 2.000 kasus per hari. Namun, Perhimpunan Rumah Sakit Indonesia (Persi) melihat kenaikan BOR kini semakin banyak dialami oleh sejumlah daerah dan kondisi ini perlu diwaspadai.

"Kami prihatin dan tentu tidak berharap angka BOR RS terus menaik dan semakin merambah ke provinsi lainnya," ungkap dr Lia G Partakusuma, Sekjen Persi saat dihubungi Media Indonesia, Minggu (13/6).

Dari pengalaman sebelumnya, kata Lia, semakin tinggi jumlah kasus positif tentu akan berpengaruh dengan semakin tinggi juga persentase pasien covid-19 yang akan dirawat.

“Sebelumnya, rata-rata 20% dari total pasien positif covid-19 itu perlu dirawat di rumah sakit, dan 5% diantaranya harus dirawat di ruangan isolasi,” terang dr Lia.

Namun, ia mengingatkan, bahwa kapasitas tempat tidur di masing-masing rumah sakit berbeda-beda, tergantung dari jenis dan lokasi rumah sakit. Beberapa provinsi bisa jadi memiliki jumlah rumah sakit dan kapasitas tempat tidur yang lebih besar dari provinsi lainnya.

Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan, anggota Persi sudah mempersiapkan diri untuk meningkatkan kapasitas tempat tidur bagi pasien covid-19. "Jika BOR-nya telah terisi lebih dari 80% dari peruntukan untuk covid-19, maka kapasitas akan ditambah lagi menjadi 40%. Dan 25% dari tempat tidurnya harus menjadi ICU khusus ruang isolasi covid-19," urainya.

Oleh sebab datanya terus bergerak, sergah Lia, setiap rumah sakit harus bersiap dan bergerak cepat serta bekerja sama jika terjadi lonjakan kasus.

Sinergi RS-pemerintah
Terkait dengan laporan membeludaknya pasien di beberapa rumah sakit, Lia mengatakan, kondisi itu memang benar adanya. Dari laporan rumah sakit para anggota Persi untuk yang kapasitas tempat tidurnya tidak banyak, kata Lia, memang pasien sudah mulai membeludak.

“Karena pasien harus di skrining terlebih dahulu, dilakukan tes covid-19. Pada saat menunggu hasil tes, ini yang menyebabkan antrean pasien menjadi panjang. Hal ini sebenarnya tidak kita inginkan. Kita maunya pasien cepat masuk, dan cepat juga keluar. Agar tidak berkerumun di RS,” ujar dr Lia.

Untuk mengatasi hal-hal tersebut, dr Lia menambahkan bahwa sinergi antara rumah sakit dan pemerintah sangat dibutuhkan. Kondisi di lapangan, setiap rumah sakit pasti memiliki titik batas, dari sisi tempat tidur, obat-obatan, APD, dan tenaga kesehatan.

Persi meminta masyarakat bisa memahami bahwa kemampuan rumah sakit itu memiliki batas sehingga tidak lalai dalam menjalankan protokol kesehatan dan melaksanakan himbauan Pemerintah untuk vaksinasi.

"Karena semakin banyak masyarakat yang positif covid-19, maka kebutuhan rawat inap di rumah sakit juga akan semakin meningkat. Jika kapasitas rumah sakit penuh, akan membuat kepanikan. Rumah sakit juga akan semakin sulit untuk membantu pasien,” pungkasnya. (H-2)

Baca Juga

Dok.BPPT

Menteri KLHK Antisipasi Puncak karhutla dengan Hujan Buatan

👤Mediaindonesia 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:45 WIB
Upaya TMC di Provinsi Riau, pada fase pertama, 10 Maret sampai 5 April 2021, secara umum meningkatkan curah hujan sekitar 33 hingga 64...
Dok. Kiny Cultura Indonesia

Lestarikan dan Promosikan Budaya Indonesia, Anak Indonesia Raih Sertifikat CID UNESCO

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Jumat 30 Juli 2021, 23:40 WIB
Penghargaan diberikan kepada Alif Rajendra Aryaputa Sidik di kategorin Male Yout Folk musician appreciation award dan Kalya Mahiya Pravina...
Dok  ICStar Hackathon 2021

Banyak Diminati, Seleksi ICStar Hackathon 202 Makin Ketat

👤Retno Hemawati 🕔Jumat 30 Juli 2021, 22:49 WIB
Sebanyak lebih dari 500 kandidat dari 100 universitas di Indonesia dan Malaysia berpartisipasi dalam kompetisi ICStar Hackathon 2021 yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencari Abdi Negara di Tengah Pandemi

Jumlah pelamar di bawah perkiraan 5 juta orang dan menurun ketimbang perekrutan sebelumnya.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya