Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menggalakkan gerakan sedekah sampah. Gerakan itu merupakan sebuah gerakan pengumpulan sampah plastik yang telah dipilah secara cuma-cuma dari masyarakat yang diserahkan ke rumah-rumah ibadah.
"Kami melakukan gerakan ini karena di Indonesia pendekatan agama lebih mudah. Karena masyarakat lebih mendengarkan imam besarnya, pastornya. Dan ini menjadi gerakan yang efektif," kata Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan B3 KLHK Rosa Vivien Ratnawati di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Selasa (11/4).
Sejak diluncurkan pada 2021, gerakan sedekah sampah telah menggaet sebanyak 127 masjid, 192 sekolah dan pondok pesantren serta 46 gereja. Adapun, dari gerakan itu sebanyak 143 ton sampah telah dikumpulkan dari kegiatan ini.
Baca juga : KLHK: Sampah Alat Peraga Kampanye Pemilu 2024 Diprediksi 392 Ribu Ton
Vivien menjelaskan, setiap orang menghasilkan sebanyak 0,7 kg sampah perhari. Dan pada 2022 ada sebanyak 68,7 jut aton sampah yang ada di Indonesia.
"Dari komposisi sampah itu, sampah plastik sebesar 18% dan bisa didaur ulang. Sementara kita untuk bahan baku daur ulang 30% masih impor. Ini disebabkan karena kita masih belum memilah sampah dengan baik sehingga kita masih impor," beber dia.
Dengan gerakan sedekah sampah, Vivien berharap agar pemuka agama dapat mengajak masyarakat lebih luas untuk memilah sampah dari rumah agar Indonesia dapat mencapai target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% pada 2025.
Baca juga : 5 Fakta Hari Peduli Sampah Nasional 2024, Tema dan Jadwal Kegiatan
"Uni Eropa sudah membatasi ekspor sampah terpilah. Karena itu kita harus melakukannya sendiri. Menggalakkan pemilahan sampah salah satunya adalah di rumah ibadah. Jadi tolong lebih digerakkan rumah ibadah untuk collect sampah-sampah terpilah," beber dia.
Pada kesempatan itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Miftachul Akhyar mengungkapkan, gerakan sedekah sampah yang digalakkan oleh KLHK merupakan salah satu jihad untuk mengurangi timbulan sampah di Indonesia.
"Ini merupakan langkah strategis yang bisa mengantisipasi dampak negatif dari timbulan sampah. Kami akan berupaya agar masjid-masjid dan ormas-ormas nasional bagaimana mengurangi menggunungnya sampah di Indonesia," ucap dia.
Baca juga : KLHK: Alat Peraga Kampanye Tidak Boleh Dibuang Ke TPA
Ia juga menegaskan, dalam Al-Qu'ran Allah menegaskan bahwa membuang sampah di sembarang tempat merupakan perbuatan yang merusak alam semesta dan tidak disukai oleh Allah.
"Kita tidak akan berhenti di sampah-sampah sekitar. Kita akan bersinergi untuk mengurangi sampah di Indonesia," pungkas dia. (Z-5)
Baca juga : Kegiatan Olahraga Sambil Pungut Sampah (Supogomi) Digelar di AEON Mall BSD City
Lotte Mart dan Lotte Grosir bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) bersama Masjid Nurul Hidayah Kebayoran Baru Jakarta Selatan meluncurkan Program Sedekah Barang.
Baznas berharap bantuan dari Sedekah Konsumen Alfamart dapat membantu meringankan beban warga yang tengah menghadapi dampak bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Program Join Action for Palestine yakni inisiatif kolektif embaga amil zakat (LAZ) anggota Poroz untuk memberikan bantuan kepada masyarakat Palestina yang terdampak krisis.
MUI menetapkan fatwa program JKK dan JKM BPJS Ketenagakerjaan sesuai prinsip syariah dan bisa dibiayai dengan dana zakat, infak, serta sedekah.
YAYASAN Baitul Maal Brilian berhasil meraih penghargaan TOP GRC Awards 2025 dengan predikat #4 Star.
Masalah terbesar Kota Bandung saat ini adalah sampah. Setiap hari ada sekitar 1.500 ton timbulan sampah baru. Ini tidak mungkin dibiarkan begitu saja.
Arsyid juga mengimbau pihak RW dan RT pro aktif turut atasi masalah sampah.
Menteri KLH/BPLH Hanif Faisol Nurofiq menginstruksikan penghentian segera operasional insinerator di Kota Bandung yang melampaui baku mutu emisi udara.
Penggunaan insinerator mini tidak dibenarkan.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung terus mempercepat upaya pengelolaan sampah dengan tetap memperhatikan norma-norma lingkungan.
Teba Sampah Organik, yang juga dikenal sebagai Teba Modern, merupakan sistem inovatif pengolahan sampah organik di tingkat rumah tangga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved