Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
BERPUASA tidak hanya tentang menahan lapar namun juga emosi. Kurangnya asupan nutrisi akan memengaruhi pengendalian diri dan emosi seseorang. Hal itu dikatakan CEO Stress Management Indonesia Coach Pris.
Oleh karena itu, Coach Pris, melalui keterangan tertulis, Senin (27/3), menyarankan orang-orang yang berpuasa untuk mencukupi kebutuhan nutrisi saat sahur dan berbuka puasa dengan makanan bergizi.
"Dengan makanan dan minuman yang sehat, kamu bisa tetap tenang selama berpuasa," ujar dia.
Baca juga : Doa Menyambut Ramadan, Baca ini Sesuai Sunnah Rasulullah
Protein dan serat diketahui menjadi nutrisi penting yang dapat membantu seseorang merasa lebih kenyang selama berpuasa. Sementara makanan kaya lemak jenuh lebih cepat dicerna sehingga membuat seseorang mudah merasa lapar.
Coach Pris mengatakan, ada baiknya seseorang menghindari makanan yang tinggi lemak jenuh dan menambah konsumsi makanan yang bergizi saat sahur dan berbuka.
"Kamu bisa coba ganti kolak dan gorengan dengan buah-buahan segar dan sayuran," kata dia.
Baca juga : Memahami Keutamaan Puasa Ramadan, Yuk Telaah Lebih Dalam!
Tidak hanya nutrisi, dia juga menyarankan agar orang yang berpuasa beristirahat cukup agar bisa lebih sehat dan fokus menjalankan aktivitas sehari-hari.
Riset membuktikan istirahat selama sekitar enam hingga tujuh jam bisa membantu seseorang menjaga kesehatan mental agar lebih stabil.
Di sisi lain, sebaiknya jagalah kebersihan tempat tidur karena tempat tidur yang kurang bersih menurunkan kualitas tidur dan karena itu, suasana hati bisa lebih kacau.
Baca juga : Ini Awal Ramadan dan Syawal 1445 Hijriah Versi Muhammadiyah
"Ada baiknya kamu mulai atur jadwal istirahat ideal selama puasa. Jangan sampai kamu begadang dan kesiangan sahur," saran dia.
Hal lain agar emosi terjaga, yakni melakukan journaling. Menurut Coach Pris, selama berpuasa, seseorang perlu mencari cara mencurahkan perasaan dan keluh kesah tanpa menyakiti perasaan orang lain dan pastinya dengan cara yang tidak membatalkan puasa.
Journaling, kata dia, dapat membantu untuk menenangkan perasaan seseorang selama berpuasa.
Baca juga : 15 Manfaat Aktivitas Puasa Bagi Kesehatan
Dengan menuliskan keluh kesah dan perasaanmu, dia dapat meredakan emosi negatif tanpa merugikan pihak lain atau terbawa emosi di kemudian hari.
Selain itu, journaling bisa menjadi salah satu media refleksi diri agar kamu bisa belajar untuk lebih baik lagi dalam menjaga kesehatan mental kamu.
Terakhir, Coach Pris menyarankan orang-orang yang berpuasa untuk menggunakan waktu luang sebaik-baiknya dengan melakukan aktivitas yang disenangi atau mengeksplorasi hal-hal baru yang belum pernah dicoba.
Baca juga : Muhamadiyah Tetapkan 11 Maret Awal Ramadhan, NU: Tunggu Hilal Terlihat
"Mendalami hobi dapat membantumu merasa lebih bahagia. Tidak hanya itu, kamu juga dapat memanfaatkan waktu menunggu berbuka puasa dengan mendalami hobimu, baik itu mewarnai, menulis, memainkan musik, video game, dan kegiatan lainnya," jelas dia.
Menurut dia, otak akan lebih fokus terhadap kegiatan yang sedang dijalani sehingga waktu akan terasa lebih cepat. Dia juga mendapatkan hormon dopamin yang membantunya merasa lebih bahagia dengan hobi.
"Ramadan bukan hanya soal haus dan lapar, kamu harus beramal dan memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk kebaikan. Kalau kamu memanfaatkan waktumu untuk menjaga pola hidup sehat, kamu juga bisa tetap bahagia selama berpuasa dan tambah semangat untuk beramal," pungkas dia. (Ant/Z-1)
Kurma unggul dalam kandungan gula alami yang cepat diserap, sementara tempe memberikan cadangan energi jangka panjang melalui protein nabati dan seratnya yang tinggi.
Memasukkan makanan tinggi lemak secara tiba-tiba, seperti mengonsumsi gorengan saat berbuka puasa, memaksa sistem pencernaan bekerja ekstra keras seketika.
Abdul Mu'ti mengatakan bahwa tujuan utama berpuasa adalah membentuk pribadi yang bertakwa. Salah satu indikator utama ketakwaan tersebut adalah kedermawanan atau kesediaan untuk berbagi.
Memasuki putaran kedua Ramadan, jangan biarkan iman kendor. Simak strategi praktis menjadi hamba Rabbani agar semangat ibadah tetap menyala hingga Syawal.
RAMADAN selalu datang dengan misi yang sama: jeda dari hiruk-pikuk kehidupan, kesempatan menata ulang batin, dan panggilan untuk memurnikan relasi manusia dengan Tuhan dan sesamanya
Ramadan adalah momentum terbaik untuk menyatukan kembali energi kebaikan lintas angkatan.
Kondisi emosional adalah faktor penentu utama kemampuan anak dalam menyerap pelajaran.
Ketika seseorang mengalami stres atau kecemasan berlebihan, tubuh akan melepaskan hormon kortisol, yang dapat merusak lapisan lambung menyebabkan gangguan pencernaan.
BAND Zima resmi merilis single terbaru berjudul ‘Muda dan Tak Berguna’, yang menjadi soundtrack film Rest Area produksi Mahakarya Pictures. Lagu ini menjadi denyut emosional
AMANDA Rawles bakal bikin menangis penonton film Indonesia melalui judul terbaru Andai Ibu tidak Menikah dengan Ayah.
Collaborative for Academic Social Emotional Learning (CASEL) mulai mendapat perhatian serius di Indonesia.
Regene Genomics menghadirkan Tes DNA EMO-Q yang bisa mendeteksi hubungan dan emosional pasangan untuk mendapatkan hubungan yang lebih sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved