Headline
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sosial terus bersinergi dengan lembaga pengelolaan zakat, salah satunya Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Sinergitas ini dilakukan melalui pembentukan Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di lingkungan Kemensos sesuai dengan tugas Baznas sebagai koordinator pengumpul zakat di Kementerian/Lembaga, BUMN, ataupun perusahaan swasta.
Untuk mendukung hal tersebut, Baznas mengeluarkan Surat Keputusan (SK) untuk Kemensos terkait Pembentukan UPZ di Lingkungan Kemensos di Kantor Pusat Baznas. Pada SK tersebut ditetapkan pengurus UPZ di Lingkungan Kementerian Sosial, dengan melibatkan pegawai dan UPT Kemensos.
SK diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan kepada Staf Ahli Menteri Sosial Bidang Teknologi Kesejahteraan Sosial Asep Sasa Purnama yang hadir mewakili Menteri Sosial Tri Rismaharini. “Alhamdulillah, kami dari Kementerian Sosial menerima SK UPZ. Mudah - mudahan pelaksanaan dan pendayagunaan zakat di lingkungan Kemensos bisa terlaksana dengan sukses dan penuh berkah tentunya,” ungkap Asep dilansir dari keterangan resmi, Minggu (19/3).
Baca juga : Belum Kantongi Izin Dilarang Ngumpulin Zakat. Ingat Ya!
Asep mengungkapkan bahwa, dengan adanya terobosan baru dari Program Baznas yang dapat membantu menyelesaikan permasalahan sosial, Mensos Risma memberikan dukungan penuh, terutama pada pelaksanaan program UPZ di lingkungan Kemensos.
“Ibu Mensos sangat mendukung pelaksanaan ini dan berharap implementasinya bisa optimal dan maksimal,” lanjutnya.
Dengan populasi masyarakat Indonesia yang sangat besar, apabila potensi zakat bisa dikelola dengan baik melalui pengumpulan dan pendayagunaan secara terarah, terpadu, dan berkelanjutan, maka akan banyak membantu upaya penanganan permasalahan sosial khususnya kemiskinan.
Adanya kesamaan program - program dari Baznas dan Kemensos, diharapkan sinergitas dapat terus ditingkatkan dan disinkronkan dengan program - program prioritas pemerintah seperti upaya pengentasan kemiskinan ekstrem.
Pada kesempatan yang sama, Staf Khusus Mensos Bidang Kemitraan dan Lembaga Luar Negeri Faozan Amar mengungkapkan harapannya, agar program Baznas dapat disinergikan dengan program pemberdayaan kelompok rentan.
“Mudah - mudahan ini menjadi sebuah sinergi yang sangat positif, karena sesungguhnya Kemensos dan Baznas tugasnya sama. Yakni bagaimana membantu mengentaskan masalah kemiskinan. Karena Ibu Mensos selalu mengatakan musuh terbesar Bangsa Indonesia itu ada 2, kemiskinan dan kebodohan. Oleh karena itu program PKH itu adalah untuk mengatasi kemiskinan dan kebodohan,” ujar Faozan.
Baznas merupakan lembaga pemerintah non struktural yang memberikan dukungan kepada pemerintah untuk pengelolaan zakat, infaq, dan sedekah di masyarakat secara efektif serta efisien. Kemudian dari pengelolaan tersebut diharapkan dapat berdampak pada kesejahteraan masyarakat dan membantu Kementerian/Lembaga seperti Kemensos, untuk menanggulangi kemiskinan.
“Terkait penanggulangan kemiskinan, juga kesejahteraan masyarakat ini tentu di wilayah Kemensos. Kami membantu dan siap mendapat arahan dari Kemensos, Ibu Mensos, Staf Khusus, dan Staf Ahli untuk bagaimana menyelesaikan kemiskinan ini,” tandas Pimpinan Baznas Bidang Pengumpulan H. Rizaludin Kurniawan. (Z-4)
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Persoalan keterbatasan kapasitas, terutama pada Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan sentra atau balai milik Kementerian Sosial.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS), layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mengadakan buka puasa bersama penyintas banjir dan longsor di meunasah darurat, Desa Manyang Cut, Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.
Baznas melalui Rumah Sehat Baznas kembali melanjutkan program Selter Ojek Sehat (SOS), layanan kesehatan gratis bagi masyarakat, khususnya pengemudi ojek dan angkutan umum.
Tarhib menjadi pengingat bagi seluruh amil untuk menjalankan tugas utama dalam memastikan zakat tersalurkan kepada masyarakat yang berhak menerimanya.
Khofifah berharap para Bunda Ojol dan jemaah pengajian dapat melaksanakan ibadah puasa tahun ini dengan lebih baik.
Baznas RI mulai melakukan pembangunan hunian tetap (huntap) untuk korban bencana di Sumatra Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved