Headline
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kapolri minta agar anggota Brimob pelaku insiden Tual dihukum seberat-beratnya.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik Faizal Drissa Hasibun mengatakan diabetes yang tidak terkontrol menjadi salah satu dari beberapa faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker.
"Diabetes merupakan suatu penyakit metabolik. Di antara beberapa faktor risiko kanker, memang diabetes tidak langsung menyebabkan kanker, jadi ada perantaranya," ujar dia dalam sebuah webinar kesehatan, dikutip Rabu (15/3).
Faizal, yang juga berprofesi sebagai Dosen Kedokteran di Universitas Yarsi, mengatakan gula darah yang tidak terkontrol pada pasien diabetes akan memudahkan dia terkena infeksi.
Baca juga: Gaya Hidup Sebabkan Adanya Tren Diabetes Tipe 2 pada Anak dan Remaja
Pada perempuan, infeksi biasanya dapat terjadi di vagina, menyebabkan keputihan dan bila tidak diobati bisa menimbulkan lecet atau gangguan pada mulut rahim. Gangguan pada mulut rahim ini lama-lama berkembang menjadi sel kanker.
"Kalau ada peradangan kronis, iritasi kronis, luka yang lama, itu akan menyebabkan selnya itu tidak normal, suatu masa menyebabkan sel kanker tumbuh," kata dia.
Faizal mengingatkan, diabetes tidak langsung menyebabkan kanker tetapi didahului infeksi dan iritasi akibat gula darah tidak terkontrol.
Baca juga: Pentingnya Pengendalian Konsumsi Gula di Masyarakat
Sementara itu, pakar kesehatan Susan M Gapstur, PhD, seperti pernah disiarkan WebMD, menyatakan diabetes menggandakan risiko terjadinya kanker hati, pankreas, dan endometrium.
Penyakit ini juga meningkatkan risiko kanker kolorektal, payudara, dan kandung kemih sebesar 20% hingga 50%.
Pasien diabetes cenderung memiliki beberapa faktor risiko kanker yang diketahui seperti obesitas, pola makan yang buruk, dan kurangnya melakukan aktivitas fisik.
Di sisi lain, masalah umum pada diabetes yakni kadar insulin yang terlalu tinggi, kadar gula darah yang terlalu tinggi, dan peradangan, meningkatkan risiko kanker.
Mengetahui adanya hubungan antara diabetes dan kanker, Alice Bender dari American Institute for Cancer Research menyarankan orang-orang mengonsumsi makanan yang sehat, bervariasi, aktif secara fisik setiap hari, dan mempertahankan berat badan yang sehat. (Ant/Z-1)
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Penderita diabetes tetap dapat berpuasa dengan aman asalkan melakukan persiapan yang tepat.
Laporan medis terbaru menunjukkan lonjakan kasus diabetes tipe 2 yang signifikan pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
DI 2026, anggapan bahwa diabetes melitus adalah penyakit orang tua telah resmi terpatahkan.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Simak saran Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K) mengenai waktu olahraga terbaik dan pola makan bagi penderita diabetes serta hipertensi selama bulan Ramadhan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved