Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
BAGI penderita diabetes dan hipertensi, menjaga kebugaran selama bulan Ramadhan memerlukan perhatian khusus pada pola makan dan aktivitas fisik. Dr. dr. Inge Permadhi, MS, SpGK(K), Dokter Spesialis Gizi Klinik dari Universitas Indonesia, membagikan strategi agar tubuh tetap fit tanpa risiko kesehatan yang membahayakan.
Banyak orang memilih berolahraga setelah sahur, namun dr. Inge tidak menyarankan hal tersebut bagi penderita komorbid. Olahraga setelah sahur berisiko memicu rasa haus berlebih dan lemas di siang hari.
"Jangan lupa juga olahraga, misalnya kalau dilakukan sesudah sahur, dikhawatirkan (seseorang) menjadi haus, jadi, lakukan olahraga kira-kira setengah atau satu jam sebelum berbuka," kata Inge dikutip dari Antara, Selasa (17/2).
Melakukan aktivitas fisik minimal 30 menit sebelum berbuka dianggap lebih aman karena tubuh akan segera mendapatkan asupan cairan dan energi dalam waktu dekat.
Saat waktu berbuka tiba, penderita diabetes sering kali tergoda dengan hidangan manis. Namun, dr. Inge mengingatkan untuk tetap waspada dalam memilih menu takjil.
Untuk menjaga massa otot dan stabilitas gula darah, asupan protein harus mencapai 10-15 persen dari total porsi makan harian. Protein berperan penting dalam penyembuhan luka dan memperlambat penyerapan glukosa.
Berikut adalah tips manajemen makan malam:
"Memindahkan protein yang ada pada makan siang, sebelum tidur bisa mengonsumsi susu untuk diabetes," ujar dr. Inge. (Ant/P-4)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved