Sabtu 04 Maret 2023, 14:15 WIB

Ini Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Gejala Penyakit Jantung Bawaan pada Anak

Wisegeek
Ilustrasi

 

DOKTER spesialis jantung dan pembuluh darah Rio Probo Kaneko menganjurkan para orangtua untuk mencermati gejala penyakit jantung bawaan pada anak serta segera memeriksakan anak ke dokter jika mendapatinya.

Dokter yang berpraktik di RSUD Prof Dr Margono Soekarjo Purwokerto itu menyampaikan gejala penyakit jantung bawaan sangat bervariasi.

"Antara lain, nafas bayi atau anak cepat dan pendek-pendek, sesak nafas saat kegiatan, menyusu yang terputus-putus pada bayi menyusui, tampak kebiruan (sianosis) pada kulit bibir dan kuku, berat badan sulit naik, infeksi saluran nafas bawah berulang (batuk dan pilek), hingga bengkak pada kaki atau tangan," katanya.

Baca juga: Penderita Insomnia Berisiko Lebih Tinggi Terkena Serangan Jantung

Jika anak menunjukkan gejala-gejala tersebut, dia mengatakan, orangtua harus segera membawa anak ke dokter spesialis jantung atau dokter spesialis anak supaya bisa mendapat pemeriksaan lanjutan untuk mendiagnosa penyakit jantung bawaan.

Ia menjelaskan penyakit jantung bawaan atau congenital heart disease merupakan kelainan struktur jantung yang didapatkan sejak lahir.

"Penyakit ini disebabkan oleh gangguan pembentukan jantung saat masa kehamilan atau trimester pertama kehamilan, dan dipengaruhi oleh kelainan genetik, infeksi virus, diabetes, konsumsi alkohol pada ibu, (kebiasaan) merokok pada ibu, dan obat-obatan," katanya.

Baca juga: Baru 1.200 Puskesmas Sediakan Layanan Skrining Jantung

Menurut dia, penyakit jantung bawaan meliputi penyakit jantung bawaan (PJB) sianosis (kebiruan) dan PJB asianosis (non-kebiruan).

Ia mencontohkan,PJB sianosis (kebiruan) antara lain berupa TOF (tetralogy of fallot) dan TGA (transposition of great artery).  

SedangkanPJB asianosis (non-kebiruan) bisa berupa atrial septal defect (celah atau lubang pada sekat antara serambi kanan dan kiri), ventricle septal defect (celah atau lubang pada sekat antara bilik kiri dan kanan), dan patent ductus arteriosus (terbukanya saluran antara pembuluh darah paru dan pembuluh darah besar aorta).

Baca juga: Darah Tinggi Jadi Faktor Terbesar Anak Muda Terkena Penyakit Jantung

Rio menyampaikan penanganan penyakit jantung bawaan sekarang dapat dilakukan dengan operasi jantung terbuka maupun teknik nonpembedahan, yakni kateterisasi jantung menggunakan bantuan sinar X fluoroscopy dan zat kontras.

"Kemajuan terbaru adalah kateterisasi jantung tanpa sinar X fluoroscopy," pungkasnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Dok. Ist

Ternyata Kaum Hawa Lebih Rentan Terjerat Pinjol

👤Dinda shabrina 🕔Rabu 22 Maret 2023, 17:08 WIB
Perempuan amat rentan masuk ke dalam jebakan pinjaman online kerena adanya ketimpangan...
DOK. DOMPET DHUAFA

Dompet Dhuafa Lepas 24 Dai Ambassador Ke 14 Negara Selama Ramadan

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Rabu 22 Maret 2023, 17:00 WIB
Program dakwah yang dijalankan selama satu bulan di mancanegara itu diharapkan mampu menyebarkan nilai-nilai Islam yang rahmatan lil...
Ist

Kanusaba Lestarikan Tenun dan Batik Sekaligus Dukung UMKM

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 22 Maret 2023, 16:39 WIB
Sejumlah daerah di Indonesia memiliki motif dan teknik pembuatan yang berbeda-beda, misalnya tenun ikat dari Nusa Tenggara Timur, Songket...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya