Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG dari Universitas Indonesia A Kasandra Putranto menjelaskan peran orangtua sangat penting untuk mencegah terjadinya upaya manipulasi orang dewasa yang ingin melecehkan anak maupun remaja atau yang biasa disebut fenomena child grooming.
Menurut Kasandra, orangtua perlu memberi pemahaman tentang pentingnya keterbukaan hingga menciptakan komunikasi yang baik karena anak belum mempunyai pola pikir yang matang dan mampu mengambil keputusan secara pribadi.
"Menghindari child grooming memerlukan peran dan kerja sama dari seluruh anggota keluarga. Orangtua diharapkan untuk berpartisipasi secara aktif untuk mengawasi dan mengajari anak," kata Kasandra, Jumat (3/3).
Baca juga: Tips Mengajari Anak Memasak Sejak Dini dari Sisca Soewitomo dan Chef Desi
Tidak hanya itu, Kasandra juga mengatakan orangtua juga perlu mengajarkan tentang consent dan hubungan romantis.
Meskipun anak belum berkencan, orangtua perlu menjelaskan tentang kapan waktu yang tepat untuk berpegangan tangan, berpelukan, dan berciuman atau terlibat dalam aktivitas seksual di waktu yang tepat agar anak lebih bijaksana.
Kasandra menjelaskan, umumnya, upaya grooming tersebut dilakukan melalui tindakan yang diam-diam menghanyutkan karena tidak disertai dengan kekerasan dalam upaya untuk akses seksual dan mengontrol korban.
Baca juga: Pola Asuh Bisa Cegah Anak Alami Sindrom Metabolik
"Fenomena child grooming ini terjadi karena dua faktor pendukung. Yang pertama adalah faktor internal. Faktor ini terjadi melalui diri korban dan pelaku (groomer) itu sendiri. Faktor internal dari korban adalah mudahnya penerimaan yang dilakukan oleh korban terhadap pelaku (groomer)," kata Kasandra.
Lebih lanjut, Kasandra memaparkan adanya trauma masa lalu, seperti penolakan oleh lawan jenis seusia membuat pelaku memilih mendekati dan menjalin hubungan dengan anak di bawah umur, karena pelaku berpikiran tidak akan adanya penolakan dari anak di bawah umur.
"Dalam fenomena child grooming ini, korban adalah anak di bawah 18 tahun, yang berarti memiliki pola pikir yang belum matang sehingga rentan untuk mengambil suatu keputusan. Faktor internal dari pelaku adalah adanya gangguan kejiwaan yang dialami oleh pelaku," sambungnya.
Baca juga: Pemilihan Popok Bisa Hindari Bayi Anda dari Ruam Kulit
Selain itu, faktor tidak seimbangnya hormon estrogen membuat pelaku merasa terangsang oleh anak di bawah umur dibandingkan lawan jenis seusia.
"Kemudian faktor eksternal penyebab adanya child grooming adalah kurangnya pengawasan yang dilakukan oleh orangtua kepada anaknya dalam memberikan fasilitas gadget dan menggunakan media sosial," pungkas Kasandra. (Ant/OL-1)
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Platform gim imersif global, Roblox, resmi mengumumkan kebijakan baru yang mewajibkan seluruh penggunanya melakukan verifikasi usia untuk mengakses fitur chat.
Memandikan anak yang terkena cacar air bertujuan agar kulit tetap bersih dan sehat. Langkah ini efektif untuk mencegah timbulnya biang keringat.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Durasi batuk merupakan indikator paling krusial dalam mendeteksi TB, terutama pada orang dewasa.
TB pada anak bukan sekadar batuk biasa, melainkan ancaman terhadap masa depan mereka.
Edukasi seksual ini merupakan langkah preventif utama untuk mencegah penyimpangan seksual pada anak di masa depan.
Gangguan hormon yang tidak ditangani sejak dini dapat menghambat perkembangan organ reproduksi secara optimal.
Proses grooming biasanya dimulai dengan upaya halus untuk menumbuhkan rasa percaya.
Child grooming adalah proses manipulatif ketika pelaku, biasanya orang dewasa, membangun hubungan emosional dengan seorang anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved