Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
UPAYA memperkuat perlindungan perempuan dan anak dari ancaman tindak kekerasan melalui pengintegrasian sistem antarlembaga terkait harus mendapat dukungan semua pihak.
"Saya kira data yang komprehensif terkait tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak sangat penting dalam upaya membangun sistem perlindungan yang menyeluruh bagi setiap warga negara," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Jumat (22/8).
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) pada Selasa (19/8) mengungkapkan saat ini terdapat tiga sistem utama yang berfungsi menghimpun data kekerasan di antaranya SIMFONI PPA milik Kemen PPPA, Sintas Puan dari Komnas Perempuan, serta Titian Perempuan yang dikembangkan oleh FPL.
Agar data tersebut dapat dipahami, diakses, dan dimanfaatkan secara bersama, Kementerian PPPA menyelenggarakan acara Gerak Bersama dalam Data untuk menyinergikan data kekerasan terhadap perempuan dan anak dari ketiga institusi tersebut.
Menurut Lestari, di era digital saat ini peran data yang akurat sangat penting dalam merealisasikan kebijakan.
Upaya membangun perlindungan yang menyeluruh bagi perempuan dan anak dari ancaman kekerasan, ujar Rerie, sapaan akrab Lestari, membutuhkan data yang lebih rinci sehingga mampu melahirkan kebijakan yang tepat.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah itu berpendapat, dukungan dan komitmen dari semua pihak terkait juga sangat dibutuhkan, sehingga perlu dibangun pemahaman dan semangat yang sama antar-pihak terkait dalam mewujudkan sistem perlindungan yang menyeluruh bagi setiap warga dari ancaman tindak kekerasan.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu sangat berharap para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah serta masyarakat dapat membangun kolaborasi yang kuat agar mampu melahirkan lingkungan yang aman dan nyaman bagi setiap warga negara, sehingga dapat berperan aktif dalam setiap sektor pembangunan di negeri ini. (*/I-2)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kasus bunuh diri anak bukan sekadar isu kesehatan mental.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti beban biaya visum bagi korban kekerasan akibat aturan baru BPJS Kesehatan. Ia mendesak kemudahan akses keadilan.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
BANGUN kewaspadaan masyarakat untuk mengantisipasi ancaman penyebaran virus Nipah di tanah air.
Seorang mahasiswa UIN Suska Riau dibacok sesama rekan menggunakan kapak saat menunggu sidang proposal. Simak kronologi dan dugaan motif asmaranya.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden viral pengeroyokan guru oleh wali murid di Kabupaten Sampang, Jawa Timur, menjadi alarm keras darurat kekerasan di dunia pendidikan Indonesia.
UNISA Yogyakarta menyampaikan keprihatinan atas dugaan kasus kekerasan yang melibatkan dua mahasiswa UNISA Yogyakarta.
Dinas terus berkoordinasi dengan lintas instansi untuk memastikan ketersediaan layanan pengaduan yang mudah diakses oleh seluruh warga hingga tingkat kelurahan.
Tidak ada zona tertentu yang bisa dikategorikan rawan secara absolut karena potensi kekerasan dapat terjadi di mana saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved