Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Gizi Prof Nurpudji Astuti Taslim mengingatkan bahwa pola asuh orangtua dalam memberi makan anak bisa menjadi salah satu cara untuk mencegah anak mengalami sindrom metabolik.
"Sejak kecil sebenarnya peranan pola asuh orangtua itu sangat penting. Karena anak-anak kecil 3 tahun ke bawah, makanan yang disediakan tergantung dari orangtua. Dia passive consumer. Apa yang kita berikan itu pasti akan menjadi kebiasaan makannya," ungkap Pudji, Kamis (2/3).
Ia mengatakan salah satu kebiasaan orangtua yang bisa dikurangi adalah dengan memberikan makanan cepat saji yang rentan penyakit dan tidak bergizi kepada anak.
Baca juga: Diet Mediterania Diklaim Sesuai untuk Orang Indonesia
"Kita juga menjaga agar anak-anak ini tidak terpapar oleh fast food. Kita sekarang ini banyak lihat orang tua bawa anaknya ke mal lalu dikasih makan fast food, makan goreng-gorengan. Itu sama sekali tidak sehat," imbuhnya.
Tidak hanya itu, Pudji juga mengimbau orangtua untuk mulai mengenalkan anak pada makanan yang sehat dan seimbang sejak dini. Selain itu, orangtua juga perlu memahami bahwa anak yang gemuk bukan berarti memiliki gizi yang baik.
"Anak yang gemuk itu bukannya bagus. Anak yang sehat itu bukan yang gemuk. Anak yang sehat itu sesuai dengan umurnya. Jadi sekarang ini anak gemuk itu bukan pada keluarga yang kaya saja yang didapati, tapi juga keluarga miskin banyak sekali oleh karena pola makan," tutur Pudji.
Ia memastikan pola makan yang salah dapat menyebabkan anak mengalami obesitas dan mengalami masalah berat badan, yang ke depannya berpotensi melahirkan penyakit jantung, stroke, maupun diabetes.
"Jadi, kalau banyak karbonya, artinya untuk mengalami obesitas itu besar. Akhirnya kalau sudah terjadi semacam itu, terjadi penumpukan lemak, akhirnya akan terjadi dislipidemi, nanti arahnya akan ke hipertensi. Bisa juga kena jantung," katanya.
Lebih lanjut, Pudji juga menjelaskan bahwa sindrom metabolik sendiri memiliki beberapa gejala. Oleh sebab itu, Pudji menganjurkan orangtua untuk berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
"Sindrom metabolikitu ada beberapa gejala. Ada hiperkolesterolnya, ada hiperdislipideminya, ada hipertensinya. Jadi harus diperiksa anaknya, pemeriksaan darah. Terus kita lihat dia termasuk di mana. Jadi ini tidak bisa hanya kita katakan, 'Eh kamu gemuk. Kita kasih ini ya'. Enggak seperti itu," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Asupan nutrisi pada waktu sahur dan berbuka harus benar-benar diperhatikan agar kebutuhan vitamin, mineral, dan air tetap terpenuhi.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Sederet Makanan yang Meningkatkan Risiko Kanker Paru diantaranya ultra processed food
Temuan tersebut diperoleh dengan menelaah data konsumsi makanan dari 112 negara yang mencakup 99% emisi gas rumah kaca terkait pangan secara global.
Kacang juga kaya nutrisi penting lain seperti magnesium, vitamin E, dan antioksidan, yang tak hanya membantu kenyang tetapi juga mendukung kesehatan jantung
Diet Barat dan diet tradisional sering dibandingkan. Artikel ini membahas perbedaan, manfaat, dan dampaknya bagi kesehatan tubuh secara lengkap.
Periode paling krusial bagi perkembangan manusia terjadi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode ini mencakup masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun.
Persagi bersama sejumlah mitra meluncurkan Program Edukasi Gizi Serentak yang menjangkau lebih dari 1.000 sekolah di berbagai wilayah Indonesia.
Mahasiswa tetap bisa memenuhi kebutuhan gizi meski dengan anggaran terbatas.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved