Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
LARI merupakan salah satu jenis latihan yang paling populer. Hal ini disebabkan, oleh aktivitas lari memiliki manfaat yang banyak, yaitu melatih otot bagian bawah, meningkatkan stamina yang lebih baik, memperlancar peredaran darah, dan bahkan menghilangkan stres.
Baca juga: RUU Kesehatan Dinilai akan Mengintervensi BPJS
Selain itu, lari juga dapat dilakukan dimana saja tanpa perlengkapan yang banyak. Salah satu tujuan dari latihan lari, adalah juga untuk meningkatkan kecepatan pada saat bergerak. Maka, berikut adalah jenis latihan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecepatan pada saat berlari.
JENIS LATIHAN UNTUK MENINGKATKAN KECEPATAN LARI
1. Sprint
Sprint atau lari cepat dapat membantu meningkatkan kecepatan lari. Pada saat melakukan sprint, anda dapat membuatnya secara bertahap, dengan jarak hingga target waktu yang semakin hari semakin tinggi. Selain itu, penelitian juga mengungkapkan bahwa sprint yang dilakukan sebanyak 6 sesi tiap latihan, dapat membantu meningkatkan performa kecepatan pada saat lari.
2. Latihan Kekuatan
Ternyata, untuk mendapatkan kecepatan pada saat lari, tidak hanya cukup dengan hanya melatih tubuh bagian bawah atau kaki saja. Namun, latihan kekuatan dan keseimbangan juga memiliki faktor yang penting untuk meningkatkan performa kecepatan lari. Latihan kekuatan seperti push-up, sit-up, pull-up dan latihan kekuatan lainnya dipercaya dapat meningkatkan performa kecepatan lari seseorang.
3. Naik-Turun Bukit
Dengan melatih tubuh bergerak dalam kondisi yang dinamis, yaitu turun dan naik, tubuh dapat menjadi semakin terbiasa dengan beban, dan membuat badan semakin lebih cepat. Anda dapat melakukan latihan naik-turun pada tanjakan, bukit, atau bahkan tangga.
4. Latihan Tabata
Latihan tabata dilakukan dengan olahraga dengan pola intensitas tinggi dalam jangka waktu tertentu, yang dilanjut dengan istirahat. Pada latihan tabata, anda misalnya dapat berlari atau latihan dengan waktu 1 menit dengan intensitas tinggi, lalu dilanjut dengan istirahat selama 30 detik. Begitu seterusnya.
5. Sprinting Drills
Sprinting drills, juga dipercaya dapat meningkatkan performa dan kecepatan pada saat lari. Sprinting drills dilakukan dengan melakukan kegiatan lari dengan pola intensitas yang terus berlanjut. Misalnya, pada 1 menit pertama dimulai dengan lari santai, lalu dilanjut dengan lari sedang, hingga lari cepat atau sprint. (OL-6)
Saat berpuasa ramadan, pelari perlu memperhatikan tiga aspek utama: timing (pengaturan waktu), intensitas, dan kondisi fisik.
Terdapat tiga kategori lomba di ajang Malang Half Marathon, yaitu Half Marathon (21K), 10K, dan 5K, dengan rute yang dirancang memiliki titik start dan finish berbeda.
Pelari Uganda Jacob Kiplimo, yang kini berusia 25 tahun, melintasi garis finis kejuaraan half marathon di Lisbon dengan catatan waktu fantastis, 57 menit 20 detik.
BRI menghadirkan promo diskon 10% tiket JCO Run 2026 lewat fitur Lifestyle BRImo. Berlaku untuk 100 pembeli pertama sampai 28 Februari 2025.
Sebanyak 68% atlet di Indonesia kini lebih memilih menghabiskan waktu liburan mereka di dalam negeri untuk tetap aktif dan menjaga kebugaran.
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Peneliti Duke University mengungkap fakta mengejutkan, pembakaran kalori saat olahraga tidak otomatis menambah total pembakaran harian karena tubuh melakukan kompensasi.
Di dalam tubuh manusia, terdapat hormon tertentu yang bertugas mengatur nafsu makan, rasa kenyang, hingga rasa lapar.
Kurang berolahraga dapat berdampak buruk bagi kesehatan tubuh. Aktivitas fisik penting untuk menjaga fungsi organ, kebugaran, dan keseimbangan metabolisme.
Pemenuhan gizi tidak bisa disamaratakan bagi setiap orang. Strategi nutrisi yang efektif harus menyesuaikan dengan profil fisik dan usia individu.
Berdasarkan laporan Strava Year in Sport Trend Report 2025, keterlibatan perempuan dalam olahraga angkat beban tercatat 21% lebih tinggi dibandingkan laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved