Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER ilmu gizi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Luciana B Sutanto menjelaskan tubuh manusia membutuhkan asupan natrium yang terkandung di dalam garam, asalkan dalam jumlah yang benar.
"Tubuh manusia hanya membutuhkan asupan natrium sejumlah satu sendok teh per hari, itu sudah termasuk untuk garam dan semua jenis makanan yang kita konsumsi," ujar Luciana, dikutip Senin (20/2).
Artinya ada sejumlah bahan pangan yang sudah mengandung natrium atau sodium seperti udang, keju, ham, makanan kaleng, hingga kecap maupun saus.
Baca juga: Konsumsi Kunyit Bantu Jaga Kekebalan Tubuh
"Jadi, garam itu sebetulnya hanya salah satu sumber natrium saja, sementara makanan yang kita konsumsi sehari-hari juga sudah mengandung natrium namun jumlahnya kecil. Oleh sebab itu, kita tidak perlu konsumsi terlalu banyak garam juga," kata dokter yang terhimpun dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PDGKI) itu.
Luciana menjelaskan natrium yang terdapat di dalam garam meja yang dikenal secara kimia sebagai natrium klorida terdiri dari 40% natrium atau sodium dan sisanya terdiri atas klorida.
Natrium, dikatakan Luciana, memiliki fungsi sebagai elektrolit yang membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh supaya tidak mengalami dehidrasi.
"Oleh sebab itu, terlalu banyak asupan natrium juga berbahaya untuk kesehatan karena bisa menyebabkan edema atau membengkaknya bagian tubuh tertentu karena terdapat penumpukan cairan berlebih," jelas Luciana.
Edema bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, mulai dari bawah kulit seperti lengan, perut, kaki, hingga organ vital seperti paru-paru.
"Itulah sebabnya dokter selalu menganjurkan ibu hamil supaya tidak terlalu banyak konsumsi panganan asin, karena ibu hamil rentan mengalami pembengkakan terutama di area kaki," terang Luciana.
Lebih lanjut Luciana mengatakan kelebihan natrium dalam tubuh juga bisa memicu tekanan darah tinggi, karena meningkatnya volume darah akibat kelebihan air. Saat volume darah dan tekanannya meningkat, tubuh mengalami hipertensi. (Ant/OL-1)
Asupan energi yang seimbang di pagi hari berperan dalam mendukung proses berpikir, daya ingat, serta kesiapan fokus anak saat belajar.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Anemia defisiensi besi masuk dalam kategori anemia gizi. Kondisi ini terjadi akibat asupan zat besi yang tidak mencukupi kebutuhan tubuh untuk memproduksi hemoglobin.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Berbagai formula herbal dan rempah yang tersedia di dapur rumahan dapat dimanfaatkan secara efektif, baik untuk pencegahan maupun membantu proses penyembuhan.
Harga garam di tingkat petani melonjak dari sebelumnya Rp1.200 per kilogram meningkat menjadi Rp2.600 per kilogram.
Kontribusi Jatim belum berbanding lurus dengan kesejahteraan petambak dan pembudidaya. Ketiadaan HPP untuk garam dan ikan membuat harga sangat fluktuatif.
Garam memiliki potensi nilai tambah yang jauh lebih besar dari sekadar bahan konsumsi rumah tangga. Garam dapat dikembangkan jadi bahan baku kosmetika, farmasi, industri, dan baterai.
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah tidak akan membuka keran impor untuk sejumlah komoditas strategis, beras, jagung, gula konsumsi, dan garam.
Dokter jelaskan alasan bayi di bawah 1 tahun tak boleh diberi garam, gula, atau madu. Simak penjelasan medis dan pilihan makanan aman.
Ia menekankan pentingnya kombinasi antara investasi teknologi, pembangunan infrastruktur, regulasi yang berpihak pada petambak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved