Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA malam 27 Rajab, Nabi Muhammad SAW diperjalankan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga ke Sidratil Muntaha. Peristiwa ini disebut dengan Isra dan Mikraj.
Menteri Agama Yaqut Cholil Quomas mengungkapkan, Isra Mikraj adalah tonggak sejarah Islam dan kenabian Muhammad SAW.
"Diawali dengan duka teramat dalam atas wafatnya dua sosok yang selalu memberikan dukungan dakwah beliau, yakni sang paman Abu Thalib bin Abdul Muthallib dan sang istri, Sayyidah Khadijah RA, Allah memperjalankannya dalam peristiwa agung," kata Yaqut, Sabtu (18/2).
Isra’ Mikraj juga menjadi tonggak lahirnya perintah salat lima waktu. Ibadah salat merupakan inti kepatuhan yang terhimpun dua kesalehan, yaitu kesalehan individual dan kesalehan sosial. Ibadah salat yang diawali dengan kekuatan tauhid “Allahu Akbar”, menjadi wujud komitmen ketauhidan dan komitmen kepatuhan secara totalitas kepada Allah SWT.
Salat juga ditutup dengan kalimat salam “assalaamu’alaikum wa rahmatullah” ke kanan dan ke kiri, menjadi wujud komitmen kedamaian, komitmen persaudaraan, komitmen kerukunan, dan komitmen merekatkan ikatan kemanusiaan.
"Komitmen keimanan memberikan pengaruh positif terhadap interaksi dengan seluruh makhluk dalam menebarkan harmoni kehidupan. Sementara kesalehan sosial menjadi barometer kualitas ibadah salat," ucap dia.
Karena salat sejatinya mencegah diri dari perbuatan keji dan munkar.
Pesan di balik perintah salat adalah bahwa hubungan agama dan kemanusiaan hidup berdampingan. Agama hadir dengan misi membebaskan manusia dari segala belenggu keburukan, kejahatan dan kerusakan moral. Agama dan kemanusiaan bukan untuk dihadap-hadapkan, apalagi dibeda-bedakan.
Agama justru datang untuk kemanusiaan. Agama datang untuk memanusiakan manusia, dengan cara memelihara agamanya, jiwanya, akalnya, kehormatannya dan hartanya.
Sebagai bangsa yang dianugerahi keragaman bahasa, budaya hingga agama, bangsa Indonesia patut bersyukur masih diberikan kekuatan menjaga kerukunan.
Keragaman tak lantas menjadikan bangsa Indonesia terbelah dan berkonflik, namun justru semakin meneguhkan komitmen kebangsaan. Inilah spirit dari makna “Salaam”, yakni berkomitmen menjaga persaudaraan kebangsaan (ukhuwwah wathaniyyah) dan persaudaraan kemanusiaan (ukhuwwah insaniyyah).
"Dalam kesempatan ini, saya mengajak seluruh bangsa Indonesia untuk memetik hikmah dari peristiwa Isra dan Mikraj Nabi Muhammad SAW dengan menjaga komitmen keimanan dan kepatuhan kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta menjaga komitmen kerukunan umat beragama sehingga tercipta Indonesia yang harmonis menuju bangsa yang hebat." pungkas dia.(H-2)
Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menanggapi kasus dugaan korupsi kuota haji yang menjerat mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas.
Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penyalahgunaan tambahan kuota haji 2024.
KPK didesak mengusut tuntas aliran dana dugaan korupsi kuota haji Kemenag 2023–2024 yang diperkirakan merugikan negara hingga Rp1 triliun.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus menggali kasus dugaan korupsi kuota haji 2024.
Yaqut Cholil Qoumas selaku Menteri Agama saat itu berperan dalam kebijakan pembagian kuota tambahan haji tahun 2024.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wahid, mengapresiasi langkah KPK terkait penetapan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas sebagai tersangka kasus korupsi kuota haji.
Arus wisatawan ke Ragunan sudah mulai terlihat sejak hari pertama libur panjang dan bertahan pada tren yang stabil hingga akhir pekan.
ISRA Mikraj merupakan salah satu momentum paling penting dalam sejarah Islam.
WAKIL Ketua Komisi VIII DPR RI, Singgih Januratmoko, menegaskan bahwa kejadian penampilan goyang biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur bukan masalah sepele.
KETUA PP Muhammadiyah, Anwar Abbas, sangat menyesalkan adanya acara menyanyi dan berjoget seusai acara peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW.
PENGAMAT Sosial dari Universitas Indonesia (UI), Rissalwan Habdy Lubis, memberikan penjelasan soal polemik penampilan biduan di panggung peringatan Isra Mikraj di Banyuwangi, Jawa Timur.
DUA malam istimewa dalam Islam sering disebut berdampingan yaitu Lailatul Qadar dan Lailatul Mi'raj (malam Isra Mikraj). Keduanya sama-sama agung, sama-sama bersejarah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved