Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Prof. Drs. K.H. Yudian Wahyudi, M.A., Ph.D didampingi Wakil Kepala BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum meresmikan Masjid Luthfi Al-Mukhlisin di Desa Bolon, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, Senin, (23/1).
Dalam Sambutannya, Kepala BPIP berharap Masjid yang merupakan sarana ibadah umat muslim ini dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat.
Ia juga mengapresiasi kepada masyarakat, inisiator dan para donatur karena sudah memiliki niat baik membangun sarana ibadah untuk umat muslim.
Ia menekankan adanya Masjid ini dapat meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT.
"Dengan adanya masjid ini kita sebagai muslim harus memperbaiki agama dan memperbaiki shalat kita", tegasnya.
Ia juga berharap umat muslim harus mencintai Tanah Air dan menjadi muslim Nasionalis. "Muslim itu harus menjadi orang yang mencintai Tanah Air, muslim harus nasionalis," ujarnya.
Baca juga: BPIP Ajak DPRD Bandung Amalkan Pancasila dalam Tindakan
Tidak hanya itu, ia menjelaskan di dalam Islam banyak jenis pahala yang didapatkan jika berbuat baik untuk kepentingan orang lain.
"Dalam islam pahala itu tidak habis-habis, bisa berlipat-lipat, bisa tujuh kali lipat, bisa seluas langit dan bumi" paparnya.
Ia bahkan mengatakan pahala untuk yang membangun sarana ibadah tidak akan putus, selama masjid tersebut ada dan digunakan oleh masyarakat.
"Hadis Rasul mengatakan barang siapa yang melakukan kebaikan, dia akan diberikan pahala sesuai seperti orang melaksanakan petunjuknya."
"Pahala itu tidak akan terputus selama Masjid ini dijadikan shalat oleh warga", terangnya.
Ia bahkan memberikan nama Masjid tersebut yaitu Luthfi Al-Mukhlisin yang artinya "Kelembutan yang Murni atau Ikhlas".
Wakil Kepala BPIP Dr. Drs. Karjono, S.H., M.Hum mengapresiasi kepada arsitek yang membuat masjid tersebut. Bahkan ia memberikan cinderamata sebagai bentuk terimakasih.
"Selain arsitek yang sangat luar biasa, kami juga apresiasi kepada panitia pembangunan Masjid ini, kepada masyarakat yang sudah berpartisipasi", ucapnya.
Di samping itu, ia juga bangga dengan proses perizinan yang sudah diselesaikan dengan baik sebelum masjid ini mulai dibangun.
"Status hukum masjid ini alhamdulillah sudah selesai, bahkan sebelum dibangun sudah selesai", ujarnya.
Ia berharap pembangunan sarana Ibadah dimanapun harus diselesaikan terlebih dahulu segala urusan perizinannya, sehingga tidak dipersoalkan.
"Kami ucapkan terimakasih kepada masyarakat dan pemerintah Desa sampai dengan Pemerintah Daerah", paparnya.
Diharapkan berdirinya Masjid Luthfi Al-Mukhlisin ini dapat bermanfaat kepada masyarakat dan dapat membantu Warga supaya lebih dekat untuk beribadah.
"Masjid ini diharapkan dapat menjadi sarana pendukung dalam peningkatan kualitas dan ilmu keagamaan", harapnya.
Dirinya juga menjelaskan Masjid tersebut dapat digunakan oleh lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan Suku, Agama, Ras atau Antar Golongan lainnya.
"Masjid ini juga dapat digunakan semua golongan menjadi penerang Islam Rahmatan Lil Alamin, Islam yang ditengah kehidupan masyarakat dapat mewujudkan Kedamaian", tutupnya.
Camat Colomadu Suyono Budi Santoso yang mewakili masyarakat setempat mengucapkan terima kasih kepada BPIP, donatur dan semua pihak yang sudah membangun Masjid.
Ia mengakui warga setempat sangat terbantu dengan dibangunnya masjid tersebut. Ia berharap warga dapat memanfaatkan dan merawat rumah ibadah tersebut.
Ia juga menegaskan Masjid ini bukan untuk golongan tertentu tetapi terbuka untuk umum. "Masjid ini bukan untuk ormas tetapi terbuka untuk umum", tegasnya.
Ia juga berharap program-program Masjid ini dapat berdampak baik bagi warga setempat terutama masyarakat kurang mampu
"Program-program masjid ini bisa mentuh warga setenpat khususnya yang kurang mampu," harapnya.
Peresmian Masjid ini juga mendapatkan selamat dan apresiasi dari Ketua Dewan Pengarah BPIP Prof. Dr. (H.C) Hj. Megawati Soekarnoputri karena bertepatan dengan Ulang Tahunnya yang ke-76.
Dalam kesempatan tersebut Hadir Sekretaris Utama BPIP Dr. Adhianti, S.IP., M.Si, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah H. Mustain Ahmad, S.H., M.H., Pejabat Tinggi Madya dan Pratama di lingkungan BPIP, Pemerintah Daerah Setempat dan tamu undangan lainnya. (ER/OL-09)
Adanya pelanggaran dalam tata kelola pemerintahan negara yang baik serta praktik politik yang tidak demokratis karena mengabaikan suara rakyat.
Sebagai agenda pembangunan global, SDGs diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia secara menyeluruh dan berkelanjutan melalui aksi-aksi terukur di lapangan.
SERANGAN Amerika Serikat (AS) terhadap Venezuela menandai kembalinya praktik unilateralisme secara terang-terangan dalam politik internasional. T
Tanpa Pancasila sebagai bingkai, demokrasi lokal hanya akan sibuk merayakan prosedur, tetapi gagal menghadirkan keadilan.
Jika Generasi Z Indonesia mengadopsi Pancasila sebagai filter etika AI, kita tak hanya selamat dari distopia teknologi, tapi juga membangun Nusantara digital yang berkeadilan.
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) memperingati Hari Ibu Tahun 2025 melalui kegiatan lokakarya tematik bertema Perempuan Menyapa, Perempuan Berdaya, Menuju Indonesia Emas 2045
Reformasi kepolisian Indonesia harus diarahkan pada penguatan peran Polri sebagai aparatur negara yang ideologis, bukan sekadar administratif.
Cari tahu cita-cita & tujuan bangsa Indonesia! Temukan secara rinci di mana rumusan ideal tersebut termuat. Klik sekarang untuk wawasan lengkapnya! klik disini
Tindak pidana terhadap ideologi negara dalam KUHP Pasal 188–190 perlu diatur lebih lanjut, khususnya terkait tindak pidana terorisme.
Meski banyak negara komunis runtuh setelah Perang Dingin, lima negara masih mempertahankan ideologi ini dalam sistem pemerintahan mereka.
Diklat bagi Pengajar PIP ini merupakan jawaban terhadap tuntutan masyarakat untuk menyelenggarakan Diklat Pembinaan Ideologi Pancasila, seperti yang pernah dilakukan pada era terdahulu.
Kemerdekaan Indonesia yang diraih pada tahun 1945 merupakan kontribusi para kiai dan para santri, baik K.H. Hasyim Asy'ari, K.H. Wahid Hasyim.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved