Jumat 13 Januari 2023, 16:22 WIB

BKKBN: Calon Pengantin Harus Punya Sertifikat Elsimil Sebelum Menikah

Dinda Shabrina | Humaniora
BKKBN: Calon Pengantin Harus Punya Sertifikat Elsimil Sebelum Menikah

Antara
Potret pengantin memperlihatkan buku dan kartu nikah yang dilengkapi barcode.

 

BADAN Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menegaskan bahwa setiap calon pengantin (catin) yang akan menikah harus memiliki sertifikat Elektronik Siap Nikah Siap Hamil (Elsimil), sebelum melangsungkan pernikahan.

Adapun BKKBN sudah bekerja sama dengan Kementerian Agama (Kemenag) dengan mengeluarkan edaran. Sehingga, tiga bulan sebelum menikah para calon pengantin telah memiliki sertifikat Elsimil, yang kemudian dilaporkan kepada Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

“Saya imbau agar semua calon pasangan pengantin, sebelum mendaftarkan diri di Kemenag, agar memiliki sertifikat Elsimil. Apabila belum memiliki sertifikat tersebut, tidak boleh menjalankan pernikahan,” ujar Direktur Bina Ketahanan Remaja BKKBN Victor Palimbong dalam keterangannya, Kamis (12/1).

Baca juga: Menko PMK: Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem jadi Prioritas

Dirinya pun mengajak calon pengantin minimal tiga bulan sebelum menikah untuk mengunduh dan mengisi aplikasi Elsimil, setelah melakukan pemeriksaan kesehatan. Seperti, usia, berat badan, pemeriksaan kadar Hemoglobin (HB) dan ukuran lingkar lengan atas.

Hingga 30 Desember 2022, terdapat 724.353 catin yang melakukan registrasi di aplikasi Elsimil. Rinciannya, sebanyak 394.374 catin telah mengisi kuisioner kesehatan tersebut.

Baca juga: BKKBN: Stunting Mengancam Kualitas dan Produktivitas Bangsa

“Salah satu strategi dari percepatan penurunan stunting oleh BKKBN adalah strategi percepatan penurunan stunting dari hulu dengan skrining. Lalu, edukasi kesehatan reproduksi dan gizi serta pendampingan bagi calon pengantin lewat aplikasi Elektronik Siap Nikah Siap Hamil atau Elsimil,” imbuh Victor.

Aplikasi Elsimil disebutnya sejalan dengan roh reformasi birokrasi, yakni digitalisasi sistem pelayanan. Tingginya angka anemia pada pada remaja dan calon pengantin perempuan dinilai berkontribusi besar dalam meningkat kan angka prevalensi stunting.

“Jika kita dapat mengoreksi anemia pada calon pengantin, kita dapat menyingkirkan risiko bayi berat badan lahir rendah (BBLR), hingga risiko stunting. Implementasi dalam bentuk kegiatan skrining, edukasi serta pendampingan, akan menghasilkan output sertifikat Siap Nikah,” jelasnya.(OL-11)
 

Baca Juga

medcom.id

Simak! Tindak Penanganan Pertama pada Keseleo atau Terkilir

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:55 WIB
Keseleo umumnya terjadi pada area yang aktif melakukan pergerakan, misalnya pergelangan kaki atau belakang...
HO

Mengenal Sosok ONIC Vior Dan Kecintaannya Pada Mobile Legends

👤Widhoroso 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:45 WIB
GAME Multi-player Online Battle Arena (MOBA) selalu identik dimainkan kaum pria, tak terkecuali di dunia...
medcom.id

Penyebab Cedera ACL dan Cara Penanganannya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 26 Januari 2023, 23:45 WIB
Cedera ini dapat mengganggu kemampuan gerak tubuh manusia, akibatnya, aktivitas secara total dapat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya