Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
MENURUT data yang di rilis oleh American Academy Of Ophtalmology atau persatuan dokter spesialis mata di Amerika menyebutkan bahwa pada tahun 2050 nanti akan ada sekitar 4.758 juta jiwa atau 49.7% dari populasi dunia akan mengalami mata minus atau miopia. Meningkatnya kasus miopia ini disebut sebagai Myopia Booming.
Pasca pandemi covid-19 kemarin banyak anak usia sekolah yang terindikasi memiliki gangguan penglihatan, baik itu mata minus maupun silinder, hal ini bisa dilihat dari data pemeriksaan mata yang dilakukan VIO Optical Clinic selama periode bulan September - Oktober 2022 di beberapa sekolah di wilayah Jabodetabek.
Tujuan dari pemeriksaan mata yang dilakukan adalah selain untuk mendeteksi masalah kesehatan mata pada anak usia sekolah, VIO Optical Clinic juga mengadakan seminar edukasi tentang peran penting orang tua untuk aware terhadap masalah Myopia Booming dan lebih peduli terhadap kesehatan mata anak dengan cara melakukan pemeriksaan mata sedini mungkin.
Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap 2.322 orang pada rentang usia 7 tahun hingga 12 tahun didapatkan data bahwa terdapat sekitar 50% anak usia sekolah dasar belum pernah melakukan pemeriksaan mata dan hampir 70% dari partisipan mengalami gangguan penglihatan seperti mata minus dan silinder, hal itu melebihi prediksi American academy of Ophtalmology pada tahun 2016 silam, mengenai myopia booming sebelum adanya pandemi.
“Perlu diketahui bahwa kondisi miopia atau minus dapat menurunkan kualitas hidup seseorang, selain itu kondisi miopia atau mata minus juga dapat menimbulkan dampak negatif pada kesehatan mata penderitanya," kata dokter spesialis mata dr Weni Puspitasari Sp.M, Selasa (10/1/2023).
Mata minus adalah kondisi yang terjadi dimana bentuk bola mata tidak bulat sempurna, kondisi ini menyebabkan jatuhnya cahaya berada didepan retina mata sehingga menyebabkan orang dengan kondisi miopia atau mata minus mengalami kesulitan untuk melihat objek pada jarak jauh.
Dikutip dari American Optometric Association , Myopia atau rabun jauh adalah sebuah kondisi yang menyebabkan sesorang bisa melihat objek pada jarak dekat dengan baik sedangkan tidak bisa melihat objek pada jarak jauh.
Ada banyak faktor yang penyebab kondisi mata minus, menurut dr Weni Puspitasari Sp.M dokter spesialis mata dari VIO Optical Clinic menyebutkan bahwa setidaknya ada 3 faktor penyebab mata minus antara lain :
1. Faktor genetik yang diturunkan dari orang tua dengan kondisi mata minus pada anak.
2. Faktor kebiasaan melihat gawai pada jarak dekat secara terus- menerus dalam jangka waktu yang lama.
3. Faktor kurangnya pajanan sinar matahari yang disebabkan oleh kurangnya aktifitas iluar ruanga.
Selain itu dokter Weni Puspitasari Sp.M pun menyatakan kondisi mata minus bisa terjadi hanya pada salah satu mata, sehingga seringkali banyak orang tidak menyadari bahwa mereka melihat hanya menggunakan salah satu mata saja.
"Kondisi ini tentu berbahaya apabila terjadi trauma pada salah satu mata yang normal maka kemungkinan seseorang akan mengalami kesulitan untuk melihat sehingga dokter Weni pun berpesan agar kita rutin melakukan pemeriksaan mata setidaknya minimal satu tahun sekali," kata Weni.
Pemeriksaan mata di beberapa sekolah di Jabodetabek dan Bandung akan terus di lakukan tim ahli kesehatan mata VIO Optical Clinic sepanjang tahun 2023, selain untuk mendapatkan data update mengenai prevalensi kenaikan miopia di Indonesia atau secara khusus wilayah jabodetabek, juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat umum tentang pentingnya menjaga kesehatan mata untuk menghambat terjadinya myopia booming di Indonesia. (OL-13)
Baca Juga: Pengaruh Kultur, Profesi, hingga Moral
Penularan utama leptospirosis terjadi melalui kontak kulit dengan air atau tanah yang telah tercemar urine hewan pembawa bakteri, dengan tikus menjadi perantara yang paling sering ditemukan.
TANTANGAN dan dinamika penyakit hati di Indonesia disoroti. Penyakit hati di Indonesia menunjukkan pola yang semakin kompleks, mulai dari hepatitis kronis, sirosis, hingga kanker hati.
Epilepsi bukan penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri, atau organisme yang bisa berpindah antarindividu.
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Emiten properti PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR) mengumumkan langkah strategis untuk memperkuat pangsa pasar di kawasan Jabodetabek
Ia menjelaskan, perubahan tata ruang yang tidak terkendali turut memengaruhi daya tampung air di wilayah Jabodetabek.
BMKG menggelar Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jabodetabek mulai 16 hingga 22 Januari 2026 mitigasi menekan potensi bencana hidrometeorologi akibat tingginya curah hujan
BMKG bersama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta serta TNI Angkatan Udara menggelar operasi modifikasi cuaca (OMC) di wilayah Jakarta dan sekitarnya
BPBD menyebut banjir masih merendam 37 rukun tetangga (RT) dan 12 ruas jalan, Minggu (18/1) pukul 20.00 WIB di Jakarta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved