Jumat 06 Januari 2023, 17:20 WIB

Anggaran LPSK Sangat Terbatas untuk Jamin Korban Kekerasan

Naufal Zuhdi | Humaniora
Anggaran LPSK Sangat Terbatas untuk Jamin Korban Kekerasan

MI/SUSANTO
Sosialisasi undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) di hari bebas kendaraan bermotor di Thamrin, Jakarta, Minggu (25/9/2022)

 

BADAN Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan diminta oleh BPJS Watch untuk mengurus dan menjamin pengobatan anak-anak yang sakit akibat kasus kekerasan seksual dan penganiayaan dan bukan lagi diberikan kepada Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Wakil Ketua LPSK, Edwin Partogi Pasaribu mengatakan bahwa LPSK sangat menyetujui ketentuan tersebut.

"Memang seharusnya BPJS Kesehatan yang menanggungnya ya, tapi sejak ada Perpres 82 Tahun 2018 Pasal 52 Ayat 1 Huruf R membuat beberapa pengecualian termasuk kepada korban tindak pidana. Dan pada keterangannya ketika itu disampaikan korban tindak pidana yang menanggung adalah LPSK," kata Edwin saat dihubungi pada Jumat (6/1).

Baca juga: Pakar Transportasi UGM: WFH Bukan Jawaban Atas Kemacetan di Jakarta

Baca juga: Ini Tiga Resolusi Besar 2023 Melawan Virus Intoleransi dan Radikalisme

Menurutnya, LPSK bukanlah lembaga yang tepat karena LPSK sendiri bukan lembaga penjamin, melainkan hanya lembaga yang memberikan bantuan rehabilitasi kepada korban.

"Itu sangat tidak tepat karena LPSK bukan lembaga penjamin, dan juga kami hanya bisa memberikan bantuan rehabilitasi medis apabila orang itu memohonkan kepada LPSK di sisi lain juga bahwa kasus itu atau permohonan itu dikabulkan oleh LPSK," ujarnya.

Konteks rehabilitasi di LPSK yaitu dalam konteks untuk pengungkapan suatu perkara tindak pidana, di sisi lain memang ada beberapa ketentuan yang disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang termasuk bagaimana proses rehabilitasi medis itu termasuk yang menjadi korban kekerasan seksual.

"Di sisi lain kemampuan anggaran LPSK sejauh ini masih sangat terbatas untuk meng-cover seluruh korban tindak pidana, seperti tadi saya sampaikan LPSK bukan lembaga penjamin, beda halnya dengan BPJS Kesehatan yang dibentuk untuk lembaga penjamin kesehatan, ada baiknya Pasal 52 Huruf R ditinjau ulang untuk dapat memastikan bahwa negara hadir dalam semua korban tindak pidana, jangan ada pengecualian," imbuh Edwin.

Baca Juga

Kemendikbudristek

Film Nasional kembali Wakili Indonesia di Festival Kelas Dunia

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:38 WIB
Dirjen Kebudayaan Kemdikbudristek, Hilmar Farid mengatakan kemampuan film nasional unjuk gigi di pentas internasional dapat memacu...
dok: Pantau Gambut

Seeking Tuan Guru, Sebuah Upaya Mengingatkan Manusia akan Identitas Budaya

👤Abdillah Muhammad Marzuqi 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:36 WIB
Indonesia dan Afrika Selatan akan bekerja sama dalam sebuah program seni yang ditujukan sebagai sebuah usaha fundamental untuk menjaga...
DOK MI.

Hukum Menggabungkan Puasa Rajab dan Puasa Qadha

👤Meilani Teniwut 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 20:40 WIB
Bisa juga seseorang melakukan puasa Rajab yang kebetulan hari itu Senin atau Kamis, kemudian ia menggabungkan kedua niat dalam satu...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya