Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
PANDEMI covid-19 belum sepenuhnya hilang dan beberapa kasus covid-19 masih terjadi di beberapa kota di Indonesia.
Bahkan dua bulan terakhir kasus covid-19 kembali merebak dengan munculnya varian dan sub varian covid-19 di sejumlah kota di Tiongkok dan Jepangs serta beberapa negara lainnya
Untuk terus mengimbau masyarakat menerapkan protokol kesehatan (prokes), Antis Hand Sanitizer menggandeng Pertamina Retail sebagai bagian dari anak usaha PT Pertamina Patra Niaga (Pertamina Group) untuk untuk menjaga kebersihan tangan saat melakukan perjalanan untuk mengisi Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) juga memprediksikan adanya lonjakan pergerakan 44,4 juta warga Indonesia akan melakukan perjalanan selama liburan Nataru.
Melihat hal ini Antis kembali berkolaborasi seperti tahun sebelumnya, untuk menjangkau para pengendara jalur darat agar tetap memperhatikan kebersihan tangan.
Baca juga: Penumpang KRL Masih Diwajibkan Gunakan Masker
Antis menyediakan dispenser manual di beberapa SPBU COCO (Corporate Owner Corporate Operate) area Pulau Jawa serta membagikan Antis Hand Sanitizer secara gratis di SPBU tertentu.
Upaya tersebut sebagai bentuk dukungan nyata memberikan perlindungan ekstra agar terjaminnya keamanan dan kenyamanan saat melakukan perjalanan.
Awin Indranto Sirait, Chief of Marketing Officer Enesis Group menjelaskan bahwa Antis berkomitmen untuk terus memberikan edukasi tentang kebersihan tangan.
“Ketika melakukan perjalanan terutama perjalanan darat, akses kepada air mengalir dan sabun pun sedikit, maka kami memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa tersedia alternatif yaitu Antis Hand Sanitizer, pembersih tangan tanpa air yang mengandung alcohol 70% dan sudah terbukti mampu membuat kuman pecah mati dalam 4 detik dan mengandung bahan food grade” ujarnya dalam keterangan pers, Selasa (3/1).
“Dalam keseharian kita, semua kegiatan dilakukan dengan tangan, tanpa disadari kuman, bakteri, atau virus menempel dan menjadikan tangan sebagai media penyebaran ke diri kita sendiri maupun kepada orang lain," jelas Awin.
"Oleh sebab itu, kebersihan tangan menjadi kunci dalam menjaga kesehatan dan dengan Antis Hand Sanitizer kita hentikan penyebaran kuman, bakteri dan virus.” tambahnya.
Ardhi Widodo, Marketing Manager PT Pertamina Retail juga menyampaikan bahwa kolaborasi ini merupakan komitmen PT Pertamina Retail kepada konsumen untuk dapat mengurangi potensi penularan Covid-19 saat proses transaksi di SPBU Pertamina.
“Konsumen tidak perlu lagi merasa khawatir dan dapat tetap menjaga kebersihan tangan saat dan setelah pembelian bahan bakar," katanya.
"Dengan demikian, harapan kami konsumen tetap dapat menjaga kesehatan dalam melakukan aktivitas perjalanan terutama saat libur natal dan tahun baru ini” ujar Ardhi. (RO/Nik/OL-09)
Ia menegaskan, terdapat tiga virus pernapasan utama yang idealnya terus dipantau, yakni COVID-19, influenza, dan Respiratory Syncytial Virus (RSV).
LAPORAN terbaru Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa covid-19 XFG atau covid-19 varian stratus menjadi varian yang paling dominan di Indonesia.
Pengawasan dan pemantauan di pintu masuk internasional tetap ditingkatkan melalui SatuSehat Health Pass (SSHP).
KASUS Covid-19 kembali naik, Pemerintah Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah, mewaspadai munculnya Covid-19 JN1 dengan pengawasan ketat di pintu masuk kota.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
"Jadi bukan dari varian yang menginfeksinya. Kelompok dengan kekebalan rendah seperti lansia, orang dengan komorbid, diabetes, hipertensi, gangguan ginjal khususnya yang tidak terkontrol
Cek daftar harga BBM terbaru per 2 April 2026 di seluruh SPBU Indonesia. Simak rincian harga Pertamax, Shell Super, hingga BP Ultimate di sini
Purbaya menyebut Pertamina sementara menanggung selisih harga BBM nonsubsidi saat harga minyak dunia melonjak, sementara pemerintah menahan kenaikan harga.
Yoki menjelaskan, salah satu dampak nyata dari penanganan perkara tersebut adalah PT PIS harus melepas kapal JMN.
SEJUMLAH stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Tanjungpinang mulai dipadati warga. Kondisi ini dipicu oleh beredarnya isu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM)
Pertamina melalui Pertamina Patra Niaga menegaskan sesuai arahan pemerintah untuk tidak melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM), baik non-subsidi maupun bbm bersubsidi.
Baron menyampaikan prioritas utama Pertamina saat ini adalah menyediakan energi dan mengoptimalkan rantai pasok untuk menyalurkan energi ke seluruh pelosok negeri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved