Sabtu 03 Desember 2022, 19:30 WIB

Pelibatan Disabilitas dalam Pembangunan Infrastruktur masih Minim

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Pelibatan Disabilitas dalam Pembangunan Infrastruktur masih Minim

ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto
Jalur pemandu khusus disabilitas (guiding block) terhalang kawat dan instalasi pipa di trotoar kawasan Kuningan, Jakarta.

 

PEMBANGUNAN fasilitas publik teman disabilitas perlu dilibatkan mulai dari pembangunan hingga perawatan, karena mereka yang mengerti apa yang dibutuhkan. Namun pelibatan ini jangan hanya sekedar formalitas, namun benar-benar dilibatkan sampai pengambilan keputusan.

"Terkait hal tersebut kelompok disabilitas masih dipandang belum perlu untuk dilibatkan secara makna. Artinya mereka tidak hanya sekedar diundang dalam rapat dan nanti divalidasi bahwa programnya sudah berkonsultasi dengan kelompok disabilitas, jadi bagaimana memang teman disabilitas dijadikan bagian dari expert disability yang bisa memberi masukan selama program itu berlangsung," ujar Wakil Ketua Umum Himpunan Wanita Disabilitas Indonesia (HWDI) Bidang Advokasi dan Peningkatan Kesadaran Rina Prasarani, saat dihubungi, Sabtu (3/12).

Karena belum banyak melibatkan peran kelompok disabilitas mulai dari perencanaan sampai dengan pelaksanaannya. Sehingga masih banyak kekurangan di sana sini.

Menurutnya fasilitas publik terutama transportasi di Jakarta bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya jauh lebih baik dan itu pun masih belum cukup. Infrastruktur sudah banyak dibangun dan lebih ramai memang betul, tapi tidak dengan daerah terpencil yang masih tidak ramah terhadap teman disabilitas.

Baca juga: Infrastruktur Inklusif Untuk Disabilitas Masih Minim

"Karena di Jakarta ini memang untuk transportasi secara umum memang lebih baik tapi kalau di daerah-daerah masih perlu di bangun karena itu terkait dengan fasilitas publik," katanya.

Sementara itu, terkait kapasitas orang-orang pelaksana kebijakan untuk meningkatkan pemahaman tentang perspektif disabilitas, bagaimana mereka bisa menerima pelatihan, karena belum ada program berkelanjutan untuk hal itu.

Pemahaman kepada kelompok disabilitas harus berkesinambungan dan dilakukan secara berkela sehingga orang-orang yang terlibat baik dari tingkat operasional hingga pembuat kebijakan bisa berinteraksi dengan etika.

"Bagaimana teman disabilitas bisa bermobilitas secara aman dan juga tepat waktu bermobilitas di kotanya itu yang lebih penting" pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Omar HAJ KADOUR / AFP

PP Muhammadiyah Sampaikan Dukacita Atas Musibah Gempa Bumi Turki dan Suriah

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 07 Februari 2023, 00:32 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir berharap bencana tersebut dapat segera termitigasi dengan sigap di kedua...
Antara

Baru 10 RS yang Bisa Lakukan Bedah Jantung Terbuka, Menkes: Perlu Kolaborasi

👤M. Iqbal Al Machmudi 🕔Senin 06 Februari 2023, 23:51 WIB
Saat ini, masih dibutuhkan 1.282 spesialis jantung dan pembuluh darah, serta spesialis lainnya untuk memberikan layanan jantung dan...
FOTO ANTARA/Fanny Octavianus

IDEAS Sebut 108 Lembaga Zakat Bukan Tak Berizin Tapi Tak Diberi Izin

👤Dinda Shabrina 🕔Senin 06 Februari 2023, 23:20 WIB
IDEAS Sebut 108 Lembaga Zakat Bukan Tak Berizin Tapi Tak Diberi...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya