Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Menag Pastikan Disabilitas Bisa Akses Sekolah, Masjid, dan Fasum

Abdillah M Marzuqi
11/12/2025 08:35
Menag Pastikan Disabilitas Bisa Akses Sekolah, Masjid, dan Fasum
Menag Nasaruddin Umar dalam peringatan Hari Disabilitas Internasional(Dok.HO)

MENTERI Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kembali komitmen pemerintah untuk memastikan semua ruang publik di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) ramah bagi penyandang disabilitas. Menag mengingatkan jajarannya bahwa penyediaan aksesibilitas adalah kewajiban moral negara, bukan lagi sekadar pelengkap.

Peringatan Hari Disabilitas Internasional menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya inklusivitas. Nasaruddin menyampaikan bahwa seluruh fasilitas umum (fasum) di bawah naungan Kemenag—mulai dari sekolah, madrasah, masjid, hingga kantor layanan publik—harus menyediakan akses yang memungkinkan kelompok difabel beraktivitas dengan aman dan bermartabat.

“Maka sekolah, masjid, rumah-rumah publik, tempat-tempat publik itu harus ada akses untuk kelompok-kelompok difabel,” ujarnya saat berjumpa dengan ratusan penyandang disabilitas di UIN Jakarta pada Rabu (10/12).

Kritisi bangunan ibadah tak ramah difabel

Menag menyoroti fenomena bangunan ibadah yang megah, namun tidak menyediakan akses yang memadai bagi jamaah penyandang disabilitas. Menurutnya, keindahan arsitektur sebuah masjid akan kehilangan makna jika tidak dapat dinikmati semua warga.

“Jangan sampai masjidnya cantik dan indah, tetapi tidak ada akses untuk mereka yang tidak bisa berjalan kaki naik ke lantai atas. Jangan-jangan nanti kita sendiri yang tidak bisa naik ke balkon dan harus sholat di luar karena tidak ada akses,” tegas Menag.

Ia mengingatkan, Indonesia sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia seharusnya menjadi teladan dalam menyediakan fasilitas inklusif. Menag Nasaruddin membandingkan kondisi di Indonesia dengan sejumlah negara Barat yang menurutnya lebih maju dalam hal ini.

“Di Barat, bahkan uang mereka ramah difabel. Dolar dapat dibedakan lewat tekstur sehingga tuna netra bisa mengenali nilai uang itu. Kita juga mulai menuju ke sana, namun masih banyak yang harus diperbaiki,” ujarnya.

Komitmen pendidikan dan transportasi inklusif

Dalam kesempatan yang sama, Menag kembali menegaskan pentingnya memperkuat layanan pendidikan inklusif, merujuk pada kreativitas dan karya anak-anak difabel.

“Kita menyaksikan betapa hebatnya anak-anak itu mampu menciptakan banyak hal yang di luar akal sehat kita. Tapi itu kenyataan,” kata Nasaruddin.

Kemenag, lanjutnya, telah mengembangkan sekolah-sekolah ramah difabel yang dilengkapi fasilitas lengkap, termasuk bangunan aksesibel, toilet dan musala yang dirancang khusus, dapur untuk kebutuhan pembelajaran vokasional, serta perangkat pendidikan yang mendukung kebutuhan masing-masing peserta didik.

Perhatian juga diberikan kepada para orang tua siswa difabel. Menag menilai kesabaran orang tua adalah kunci kemajuan anak-anak difabel. “Karena itu mereka juga patut mendapatkan apresiasi,” tambahnya.

Selain sektor pendidikan, layanan transportasi antar-jemput bagi siswa difabel juga menjadi perhatian Kemenag. Menag menegaskan, negara tidak boleh membiarkan diskriminasi layanan publik dalam bentuk apa pun, termasuk dalam mobilitas harian anak-anak difabel.

Menag mengajak seluruh pengelola fasilitas publik untuk menaruh perhatian lebih pada detail kecil yang menentukan kenyamanan para penyandang disabilitas, mulai dari ram akses kursi roda, jalur pemandu tunanetra, toilet khusus, hingga akses menuju ruang ibadah dan perpustakaan.

Menag juga menekankan pentingnya perpustakaan braille atau sarana penunjang lain yang memungkinkan anak-anak difabel belajar secara mandiri.

Menutup imbauan, Menag memberikan pesan filosofis: “Kalau ingin membuat Tuhan tersenyum, buatlah kelompok difabel itu tersenyum. Kalau ingin melihat Tuhan cemberut, buatlah mereka tersiksa.” (M-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya