Kamis 24 November 2022, 19:43 WIB

Kolaborasi Tuntaskan Persoalan Gizi di Indonesia

Mediaindonesia.com | Humaniora
Kolaborasi Tuntaskan Persoalan Gizi di Indonesia

Dok Ist
Tangkapan layar webinar Kolaborasi untuk Gizi yang lebih Baik di Jakarta, Kamis (24/11/2022)

 

MASALAH malnutrisi berdampak melahirkan generasi stunting telah menjadi perhatian khusus pemerintah. Presiden Joko Widodo pun telah meminta penurunan kasus stunting hingga 14 persen di seluruh Indonesia.

Pelaksana tugas Direktur Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak Kementerian Kesehatan Ni Made Diah Pertama Laksmi mengatakan perlu upaya bersama untuk mengatasi persoalan gizi di Indonesia.

"Persoalan gizi tidak hanya bisa diselesaikan oleh pemerintah saja, tetapi perlu kolaborasi dengan banyak pihak dan mitra," ujar Diah dalam webinar yang diselenggarakan oleh Global Alliance for Improved Nutrition (GAIN) Indonesia  dengan tema "Kolaborasi untuk Gizi yang lebih Baik" di Jakarta, Kamis (24/11). Webinar ini untuk merayakan 20 tahun kiprah GAIN secara global dalam mengatasi malnutrisi.

Ia menjelaskan Kementerian Kesehatan memiliki target menurunkan prevalensi balita stunting dari 24 persen menjadi 14 persen pada 2024. Untuk itu, pihaknya melakukan berbagai program prioritas sebelum masa kehamilan dan setelah kelahiran.

baca juga: Peran Orang Tua Penting Untuk Cegah Stunting

Sejumlah program prioritas yang merupakan intervensi spesifik di antaranya skrining anemia pada remaja putri, konsumsi tablet tambah darah pada remaja, ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan sedikitnya enam kali, konsumsi tablet penambah darah bagi ibu hamil, makanan tambahan bagi ibu hamil, bayi mendapat ASI eksklusif, balita mendapat makanan tambahan yang kaya protein hewani.

Selanjutnya balita yang mengalami masalah gizi mendapatkan tambahan makanan, balita yang mengalami gizi buruk mendapatkan tata laksana yang baik, dan balita dipantau pertumbuhannya.

"Intervensi spesifik ini merupakan program prioritas yang jangkauannya rendah. Sementara kalau kita mau menurunkan prevalensi balita stunting dan masalah gizi lainnya, kita harapkan intervensi itu dapat memenuhi target. Untuk itu perlu kolaborasi bersama,” kata dia.

Sebelumnya GAIN Indonesia bersama pemerintah terus mendorong sistem pangan menjadi lebih baik. Sehingga kelompok rentan bisa mendapatkan porsi lebih banyak makanan bergizi.

Pembicara lainnya, Peneliti Senior SEAMEO REFCON Helda Khusun mengatakan intervensi permasalahan gizi tersebut dapat dilakukan mulai dari sekolah. "Mulai dari siswa mendapatkan makanan yang bergizi hingga skrining remaja putri yang mengalami anemia. Dengan demikian dapat dilakukan intervensi sejak awal," katanya.

Selama 20 tahun terakhir, GAIN telah bekerja sama dengan pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat untuk ikut serta mengubah sistem pangan menjadi lebih baik sehingga dapat memberikan lebih banyak makanan bergizi untuk semua orang, terutama kepada kelompok yang paling rentan. (N-1)

 

 

Baca Juga

Ist

DPR Minta Perbaiki Koordinasi terkait Distribusi Vaksin Covid-19 di Tangsel

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 11:21 WIB
Anggota Komisi IX DPR RI Muhammad Rizal meminta Pemkot Tangsel  untuk memperbaiki jalur koordinasi dan distribusi vaksin Covid-19 di...
MI / Faustinus Nua

Edukasi Bahaya Sampah Styrofoam, Antheia Gelar Aksi Bersih Lingkungan di Muara Baru

👤Faustinus Nua 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 11:15 WIB
Kondisi sampah di Indonesia sudah pada tahap mengkhawatirkan. Perlu kolaborasi dan kerja sama semua pihak untuk mengatasi permasalah...
Ist

Cessa Luncurkan Produk Alami untuk Pertolongan Pertama Saat Anak Sakit

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 03 Desember 2022, 11:09 WIB
Dengan 100% bahan alami, tanpa bahan kimia berbahaya, Cessa semakin dipercaya sebagai solusi alami yang berkhasiat dan aman digunakan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya