Kamis 24 November 2022, 13:45 WIB

Ini Manfaat Membawa Bekal untuk Anak

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Ini Manfaat Membawa Bekal untuk Anak

Medicalnewstoday
Ilustrasi

 

DOSEN Departemen Gizi Masyarakat IPB Anna Vipta Resti Mauludyani mengatakan sejumlah manfaat bisa didapatkan apabila orangtua membuatkan dan membawakan bekal untuk anak, mulai dari aspek gizi hingga aspek sosial-emosional.

Anna mengingatkan hal pertama yang perlu diingat orangtua bahwa menyiapkan bekal anak tidaklah sulit dan tidak membuang-buang waktu, apalagi saat ini sudah ada teknologi yang dapat membantu orangtua. Sebaliknya, terdapat banyak manfaat yang didapatkan dari menyiapkan bekal untuk anak.

"Ini tidak sulit, tidak membuang banyak waktu, tidak memerlukan banyak waktu, tidak rumit, dan manfaatnya jauh lebih besar daripada misalnya waktu yang diperlukan untuk menyiapkan," kata Anna dalam bincang virtual melalui Instagram, dikutip Kamis (24/11).

Baca juga: Ini Tips Siapkan Bekal Bergizi untuk Anak Anda

Dari aspek gizi, bekal makanan bermanfaat untuk membantu menambah energi anak ketika berada di sekolah sehingga dapat mengikuti pembelajaran dengan baik, semangat, dan tetap fokus. 

Selain itu, bekal juga membantu orangtua untuk mengontrol makanan apa saja yang baik untuk dikonsumsi anak dan menghindari konsumsi panganan dan jajanan sembarangan yang minim gizi.

"Ini adalah cara kita untuk membantu mengontrol apa yang dikonsumsi oleh anak kita. Jadi mengurangi risiko terkena berbagai macam penyakit karena berasal dari makanan yang tidak bersih, makanan yang mengandung berbagai macam bahan tambahan yang sebetulnya ada yang tidak diperbolehkan," kata Anna.

Menurut dia, membawakan bekal untuk anak berarti melatih mereka untuk makan secara tepat waktu dan teratur. 

Anna menyebutkan, menurut berbagai penelitian, jadwal makan yang teratur mengurangi risiko dari berbagai penyakit termasuk obesitas.

Bekal makanan juga mendorong anak untuk belajar mandiri dan bertanggung jawab terhadap diri sendiri. Ketika di sekolah, anak akan berusaha membuka bekalnya sendiri, cuci tangan sendiri, dan makan sendiri tanpa disuapi.

"Kalau sering terlatih, nanti sampai rumah itu dia akan terdorong untuk makan sendiri juga. Jadi tidak minta disuapi terus. Jadi itu bisa melatih kemandirian di situ," ujar Anna.

Sementara, pada aspek sosial-emosional, Anna mengatakan membawakan bekal sebenarnya mendorong anak untuk dapat berinteraksi dengan teman-temannya di sekolah, bahkan mendorong anak untuk saling berbagi. Secara tidak langsung, kemampuan anak dalam berbicara juga ikut terstimulasi.

"Makanan itu tidak hanya untuk di lambung lalu setelah itu untuk bagian tubuh saja, tapi juga ke kecerdasan. Jangan lupa bahwa anak yang kurang makan, kalau dilihat dari aspek gizinya, memiliki kecerdasan yang jauh lebih rendah dibanding yang tidak kurang gizi," pungkas Anna. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Ist

ICMI akan Jadi Pelopor Transformasi Bangsa dengan Nilai Universal Islam

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:51 WIB
ICMI menyelenggarakan Silaknas sekaligus memperingati Milad ICMI yang ke-32 pada Sabtu hingga Minggu (4/12) di Gedung Badan Riset Inovasi...
Ist

CEO Media Group: Masjid sebagai Zona Membangun Peradaban

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 04 Desember 2022, 18:07 WIB
Raker yang mengambil tema 'Masjid sebagai Pusat Peradaban' itu  diwarnai penyampaian survei kepuasaan jemaah Masjid...
Ist

Bedah Saraf Teknik Keyhole Surgery Pulihkan Wajah Merot

👤mediaindonesia.om 🕔Minggu 04 Desember 2022, 14:30 WIB
Tim dokter ahli bedah saraf dari Kortex Brain and Spine berhasil melakukan live surgery bedah saraf terhadap pasien bernama Pinky (25),...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya