Headline
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Achmad menekankan pentingnya edukasi mengenai kesehatan kepada masyarakat.
Sebab, menurut Achmad, mencegah lebih baik dari pada mengobati. Untuk itu, ia mengingatkan agar pencegahan penyakit perlu lebih ditingkatkan.
Hal itu disampaikan Achmad dalam Raker Kerja Baleg DPR RI dengan Menteri Kesehatan (Menkes) dan RDP dengan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam rangka Penyusunan RUU tentang Kesehatan.
"Artinya apa, kalau kita berlomba-lomba membangun rumah sakit, berarti ini kan penyakit yang ngejar kita. Jadi, semakin banyak kunjungan orang ke rumah sakit, berarti derajat kesehatan masyarakat semakin rendah," jelasnya.
"Kan yang kita harapkan kunjungan orang ke rumah sakit itu ke depan semakin menurun, artinya derajat kesehatan masyarakat semakin baik," ujar Achmad di Ruang Rapat Baleg, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa (22/11).
Lebih lanjut, Achmad menilai, derajat kesehatan masyarakat akan semakin baik dilihat dari kunjungan tingkat kunjungan masyarakat ke rumah sakit. Sebab, itu artinya masyarakat yang sakit semakin berkurang, dan kehidupan masyarakat tetap sehat.
Baca juga: Kemenkes Izinkan Suntik Vaksin Booster Kedua untuk Lansia
Untuk itu, pihaknya meminta Kementerian Kesehatan melakukan standarisasi kepada Puskesmas yang ada sebagai pelayanan kesehatan tingkat pertama yang dekat dengan masyarakat.
"Standarisasi Puskesmas itu secara nasional, terutama standar SDM-nya seperti apa, standar peralatan seperti apa. Karena ada pak, Puskesmas itu sampai hari ini pengadaan tahun 1980 masih dipakai," imbuhnya.
Sehingga lanjut politikus Fraksi Partai Demokrat ini, jika Puskesmas sudah baik, masyarakat dengan penyakit ringan tidak harus pergi ke rumah sakit.
"Sehingga orang tidak perlu batuk sedikit saja ke rumah sakit utama, atau madya, karena tidak percaya dengan Puskesmas," tegasnya.
Selain itu, Achmad juga berharap Puskesmas bisa menjadi pusat edukasi masyarakat terhadap kesehatan.
"Puskesmas itu bukan hanya sebagai tempat orang berobat, tetapi merupakan suatu tempat mendapatkan informasi-informasi tentang kesehatan sebanyak-banyaknya, sehingga masyarakat kita bisa melakukan pencegahan," Legislator Dapil Riau I tersebut. (RO/OL-09)
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Simak tips sahur, hidrasi, istirahat, dan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat dan kuat saat menjalani hari pertama puasa Ramadan.
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Pelayanan kesehatan yang aman dan bermutu di provinsi kepulauan
KEMENTERIAN Kesehatan memasuki tahap lanjutan penanganan bencana Aceh Sumatra dengan fokus pada pemulihan layanan kesehatan primer melalui puskesmas di wilayah terdampak.
"Puskesmas itu berada di 18 dari 23 kabupaten/kota yang terdampak bencana. Sudah bisa melayani kesehatan masyarakat,"
Pembangunan dan pengoperasian puskesmas ini merupakan perwujudan kehadiran pemerintah dalam menjamin layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses warga.
BAYANGKAN di suatu pagi di sebuah puskesmas, antrean sudah mengular sejak matahari belum tinggi.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mencatat saat ini ada 10.300 puskesmas di Indonesia, jumlah tersebut termasuk 2.652 yang kategori puskesmas terpencil dan sangat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved