Headline
Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Amil Zakat Nasional (BAZNAS) melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), bergerak cepat untuk membantu evakuasi warga korban terdampak gempa yang mengguncang wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11).
Hingga Senin Sore, gempa bumi yang bermagnitudo 5,6 SR menyebabkan lebih dari 46 orang meninggal dunia, 700-an orang warga alami luka-luka cukup berat, serta menyebabkan kerusakan infrastruktur di beberapa daerah terdampak.
"Dengan menurunkan 12 personel tim respon yang terdiri atas Tim BAZNAS Tanggap Bencana Pusat, BTB Jabar dan BAZNAS Cianjur, pada Senin sore tim telah tiba di lokasi bencana, Kaupaten Cianjur, dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait," ujar Pimpinan BAZNAS RI Saidah Sakwan, dalam keterangan tertulis, di Jakarta.
Setelah dilakukan koordinasi, lanjut Saidah, tim menuju ke lapangan untuk membantu proses evakuasi. Tim akan mengupayakan bantuan evakuasi lebih dulu untuk daerah yang paling parah terdampak bencana.
"Tim BTB juga melakukan asesmen terkait kebutuhan mendesak yang diperlukan warga, serta membuka layanan kebutuhan darurat bagi para korban terdampak gempa," jelas Saidah.
Baca juga : BMKG: Intensitas Hujan Lebat Pascagempa Bisa Akibatkan Longsor dan Banjir Bandang
Menurut Saidah, BAZNAS selalu siap siaga, untuk memberikan respon cepat melayani masyarakat yang tengah terdampak bencana.
"Mustahik selalu menjadi pihak yang paling menderita ketika bencana melanda, tak terkecuali musibah gempa yang melanda saudara kita di Kab. Cianjur. BAZNAS siap menjadi garda terdepan untuk membantu masyarakat bangkit dari bencana," kata Saidah.
Untuk itu, kata Saidah, BAZNAS akan terus berupaya mendampingi para korban terdampak agar bisa bersama bangkit dan hidup normal seperti sediakala. "Inilah saatnya kebersamaan dan gotong royong diperlukan untuk membantu sesama," pungkasnya.
Berdasarkan pengamatan tim BTB, gempa tersebut menyebabkan kerusakan bangunan di wilayah Kab. Cianjur meliputi 343 unit rumah rusak, 1 unit pondok pesantren RB, 1 unit RSUD Cianjur RS, 4 unit gedung Pemerintah rusak, 3 unit Fasilitas pendidikan rusak, 1 unit sarana ibadah rusak, 1 unit toko rusak, 1 unit cafe rusak dan kondisi Jalan Provinsi di sekitar tapal Kuda tertutup material longsor. (RO/OL-7)
Gelombang pertama puncak arus mudik terjadi pada Sabtu (14/3) dan Minggu (15/3). Sedangkan gelombang kedua diperkirakan terjadi pada Rabu (18/3) dan Kamis (19/3).
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Satlantas Polres Cianjur petakan titik macet Mudik 2026 di Cipeuyeum, Ciranjang, hingga Puncak. Simak daftar jalur alternatif via Jonggol di sini.
Polres Cianjur mengerahkan berbagai kendaraan untuk memobilisasi personel selama operasi berlangsung.
Sensus Ekonomi ini merupakan instrumen data yang dilakukan rutin lima tahunan.
Pasalnya, UA nekat mengambil dua buah labu siam di lahan yang bukan miliknya karena terdesak kebutuhan untuk berbuka puasa.
Penyaluran ini merupakan bentuk tanggung jawab lembaga dalam memastikan hak para mustahik terpenuhi di bulan suci.
Pemeriksaan gratis yang diikuti oleh 50 penerima manfaat ini dilakukan di Aula Wan Sri Beni Kepulauan Riau.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) menyalurkan bantuan kemanusiaan berupa pakaian baru kepada 3.774 anak Palestina yang ada di Gaza dan Yerusalem.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI mencatat capaian bersejarah dalam pelaksanaan Zakat Istana 2026 bertajuk Zakat Menguatkan Indonesia.
Program ini dirancang sebagai inisiatif dakwah dan sosial yang menyasar masyarakat rentan serta kelompok marjinal.
Rizaludin juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan kepada para mustahik agar program pemberdayaan zakat dapat memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved