Sabtu 19 November 2022, 16:50 WIB

Tutup Kongres H20, Wamenag Tekankan Pentingnya Membangun Ekosistem Halal

Haryanto Mega | Humaniora
Tutup Kongres H20, Wamenag Tekankan Pentingnya Membangun Ekosistem Halal

MI/Haryanto Mega
Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi menutup perhelatan Halal 20.

 

WAKIL Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi menutup perhelatan Halal 20 (H20) dengan sajian apik, yaitu tari Saman, hingga tari Warak Ngendog, yang ditampilkan sejumlah seniman.

Pertunjukkan berbagai seni tari pun membuat decak kagum para peserta Kongres Halal 20, yang digelar Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) selama 17-19 November di Hotel Padma Semarang.

Menurut Zainut, di usia yang relatif masih muda, BPJH telah melakukan sejumlah kerja besar, yaitu acara internasional H20 dengan tema Kemitraan Halal Global untuk Masa Depan yang Kuat dan Berkelanjutan.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin-Wakil PM Singapura Bahas Ekonomi Syariah

"Saya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya. Global Halal Partnership for a Robust Sustainable Future," ujarnya dalam acara penutupan.

Menurutnya, potensi pasar halal dunia sangat besar. Pada 2017, produk pasar halal dunia mencapai US$2,1 triliun. Angka tersebut diprediksi akan naik menjadi US$3 trilliun pada 2023. 

Potensi yang sangat besar harus dikelola secara maksimal, agar lebih memiliki manfaat untuk masyarakat global. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang baik, terprogram dan berkelanjutan.

"Kemenag sangat mengapresiasi kerja sama BPJPH dengan pemerintah negara lain dan lembaga sertifikasi halal dunia. Kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk membangun sistem jaminan produk halal secara holistik," imbuh Zainut.

Pihaknya berharap kerja sama yang baik terus ditingkatkan. Baik dari aspek penguatan sistem manajemen sertifikasi maupun aspek teknologi, sumber daya manusia dan juga infrastruktur.

Baca juga: Halal Menjadi Penguat Merek yang Meningkatkan Daya Saing

Sementara itu, tantangan bersama dalam mewujudkan pasar halal global ke depan adalah upaya membangun ekosistem halal. Hal ini berkorelasi dengan peningkatan sektor finasial yang mendukung industri produk halal.

Zainut menyebut pengembangan ekonomi syariah tidak hanya bertumpu pada penguatan industri halal. Namun juga diperlukan pengembangan yang lebih holistik, yaitu pengembangan melalui rantai pasok (supply chain).

"Hal lain yang tidak kalah penting adalah penguatan riset di bidang produk halal dan edukasi masyarakat tentang sadar halal, dengan cara persuasif dan mengedepankan nilai Islam," jelasnya.(OL-11)
 

Baca Juga

Ist

'Bogor Go Green 7' Jadi Paduan Lingkungan, Ekonomi dan Sosial

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 27 November 2022, 16:12 WIB
'Bogor Go Green 7' disebutnya selaras prinsip green development yakni economically feasible, socially acceptable, dan...
ANTARA/Moch Asim

Asrama Mahasiswa Nusantara Langkah Nyata BIN Bangun Wawasan Kebangsaan

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 15:36 WIB
PEMBANGUNAN Gedung Asrama Mahasiswa Nusantara (AMN) di Surabaya, Jawa Timur merupakan upaya Badan Intelijen Negara (BIN) untuk...
HO

Kemenkominfo Gelar ToT Literasi Digital Bagi ASN Kemendikbudristek

👤Widhoroso 🕔Minggu 27 November 2022, 14:04 WIB
Kemenkominfo menggelar ToT literasi digital bagi ASN di lingkungan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya