Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Sinar Mas Land Dukung Hari Pers Nasional 2026, melalui Seminar Nasional ‘Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru’

Media Indonesia
10/2/2026 12:19
Sinar Mas Land Dukung Hari Pers Nasional 2026, melalui Seminar Nasional ‘Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru’
Ilustrasi(Dok Sinar Mas Land)

SINAR Mas Land menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekosistem ekonomi nasional dengan menjadi tuan rumah rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang diselenggarakan di BSD City melalui Seminar Nasional bertema ‘Menakar Daya Ungkit KEK ETKI Banten sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru’. Kegiatan yang digagas oleh Pemerintah Provinsi Banten yang bekerja sama dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) ini, sekaligus menjadi momentum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, insan pers, dan pelaku industri dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Seminar ini dibuka oleh Andra Soni (Gubernur Banten) dan menghadirkan para pembicara yakni Edwin Manansang (Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus), Asnawi Abdullah (Kepala Badan Kebijakan Pembangunan Kementerian Kesehatan), Iwan Hermawan (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten), Lindawaty Chandra (Kepala BUPP KEK ETKI Banten). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Maesyal Rasyid (Bupati Tangerang), Benyamin Davnie (Walikota Tangerang Selatan), Maryono Hasan (Wakil Walikota Tangerang) dan Broto (Kepala Bidang Fasilitas Kapabeanan dan Cukai Banten).

Andra Soni, Gubernur Banten dalam sambutannya mengungkapkan, “KEK ETKI Banten sebagai Kawasan Ekonomi Khusus terbaru di Provinsi Banten menjadi KEK Pertama di Indonesia yang secara khusus mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu kawasan terpadu di kawasan BSD City, Kabupaten Tangerang. KEK ETKI Banten memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi, pengembangan ekonomi digital, teknologi terapan, pendidikan internasional, layanan kesehatan modern, serta industri kreatif, sekaligus menjadi pengungkit utama pertumbuhan ekonomi regional dan nasional. Pemerintah Provinsi Banten berharap melalui seminar ini dihasilkan masukan-masukan dari seluruh stakeholders terkait dengan KEK ETKI Banten sebagai proyek strategis nasional yang akan memberikan dampak terhadap pembangunan ekonomi ke depan.”

Edwin Manansang, Sekjen Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus menyatakan, “Momentum Hari Pers Nasional menjadi ruang strategis untuk memperkuat peran pers dalam mengawal transformasi ekonomi nasional. KEK ETKI Banten dirancang sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi baru melalui hilirisasi, penguatan SDM unggul, dan integrasi ke rantai pasok global di bidang edukasi, teknologi, kesehatan dan industri kreatif. Hingga awal tahun 2026, perkembangan KEK ETKI Banten menunjukkan progres yang positif. Realisasi investasi telah mencapai sekitar Rp1,19 triliun dengan penyerapan tenaga kerja awal sebanyak 836 orang, serta target investasi jangka panjang hingga Rp18,8 triliun. Dengan dukungan regulasi, infrastruktur, dan insentif yang kompetitif, Kawasan Ekonomi Khusus termasuk KEK ETKI Banten akan dapat menjadi instrumen strategis untuk menarik investasi berkualitas, menciptakan lapangan kerja, serta mempercepat transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.”

Lindawaty Chandra, Kepala BUPP KEK ETKI Banten menambahkan, “Momentum Hari Pers Nasional menjadi refleksi penting bagi kami untuk terus mendorong transparansi informasi dan literasi publik terkait pembangunan KEK ETKI Banten sebagai kutub pertumbuhan ekonomi baru. Kami percaya peran pers sangat strategis dalam mengawal transformasi kawasan berbasis edukasi, teknologi, dan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan. Sebagai Kawasan Ekonomi Khusus, KEK ETKI Banten menawarkan insentif fiskal termasuk tax holiday/tax allowance, pembebasan PPN, bea masuk, dan cukai; serta insentif non-fiskal meliputi perizinan dan birokrasi yang lebih sederhana, kemudahan imigrasi, hingga kelancaran lalu lintas barang dan tenaga kerja. Kami berharap KEK ETKI Banten mampu menarik investasi strategis, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta memperkuat daya saing kawasan Jabodetabek sebagai pusat ekonomi masa depan.”

KEK ETKI Banten atau yang dikenal juga dengan D-HUB SEZ (Special Economic Zone) merupakan Kawasan Ekonomi Khusus seluas 59,68 hektare di BSD City yang fokus pada sektor usaha yakni edukasi, teknologi, kesehatan dan industri kreatif.  KEK ETKI Banten dikembangkan sebagai model ekosistem yang terintegrasi di mana institusi pendidikan internasional dan akademi nasional berperan sebagai pemasok talenta (supply), sementara sektor digital, kesehatan, dan industri kreatif menjadi lapangan pekerjaan baru. Pola ini menciptakan aliran pengetahuan, inovasi  berkesinambungan serta kolaborasi lintas sektor di masa depan.

Berlokasi strategis di jantung BSD City, KEK ETKI Banten terhubung dengan pusat-pusat komersial modern seperti The Breeze, AEON Mall BSD City, QBig, ICE BSD, BSD CBD, Green Office Park, hingga Unilever Campus. Selain itu, kawasan ini juga dikelilingi fasilitas pendidikan internasional seperti Monash University, Binus University, Universitas Prasetiya Mulya, IPEKA BSD, Jakarta Nanyang School, dan Sinarmas World Academy, serta fasilitas kesehatan modern seperti Eka Hospital BSD, yang mendukung gaya hidup urban dan profesional.

KEK ETKI Banten juga terintegrasi dengan berbagai jaringan tol; Tol Serpong-Balaraja (Serbaraja) Seksi 1A & 1B, Tol Jakarta-Serpong yang terintegrasi dengan Tol JORR 1, Tol JORR 2 (Bandara Soekarno Hatta - Kunciran - Serpong - Cinere - Cimanggis - Cibitung - Cilincing), Tol Japek dan Tol Jagorawi. Mobilitas dari/ke Powell Studio Loft juga didukung berbagai transportasi publik, mulai dari bus BSD Link, feeder bus BSD City, hingga KRL Commuter Line melalui Stasiun Cisauk di kawasan Intermoda BSD City dan Stasiun Jatake. Ke depannya, konektivitas akan semakin optimal dengan rencana studi pengembangan jalur MRT Lebak Bulus–Serpong. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya