Kamis 17 November 2022, 18:35 WIB

Program PMDSU Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

Widhoroso | Humaniora
 Program PMDSU Tingkatkan Kualitas SDM Indonesia

HO
Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Mohammad Sofwan Effendi

 

AKSELERASI pertumbuhan jumlah sumber daya manusia (SDM) pendidikan tinggi bergelar doktor merupakan salah satu kunci meningkatkan daya saing bangsa melalui inovasi. Berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2024, jumlah SDM bergelar doktor di Indonesia ditargetkan mencapai angka 20 persen. Saat ini capaian itu masih berada pada angka 16 persen. 

Urgensi untuk meningkatkan jumlah doktor dalam waktu singkat direspons oleh Direktorat Sumber Daya, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek) melalui Program Pendidikan Magister menuju Doktor untuk Sarjana Unggul (PMDSU) yang dilaksanakan sejak 2013. Program ini memberikan kesempatan generasi muda memperoleh beasiswa studi lanjut pada jenjang magister (S-2) dan doktor (S-3) dalam waktu empat tahun di perguruan tinggi terbaik di Tanah Air, serta dibimbing oleh promotor handal di bidangnya.

Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Tjitjik Srie Tjahjandarie dalam acara pembukaan Anjangsana Beasiswa PMDSU batch V bertajuk ‘Cendekiawan Muda untuk Indonesia Emas 2045’ menegaskan seluruh mahasiswa beserta alumni PMDSU adalah SDM pengisi pembangunan untuk Indonesia Emas 2045. Selain itu, PMDSU juga menjadi strategi Kemendikbudristek untuk dapat memenuhi target Bappenas.

"Karena apabila melalui program doktor reguler, kita perlu waktu minimal tujuh tahun. Namun dengan adanya program PMDSU ini diharapkan kita dapat mencetak doktor dalam waktu empat tahun. Sehingga saya berharap melalui kegiatan anjangsana ini sebagai bentuk program saling mentrigger satu dengan yang lain untuk selesai on time atau tepat waktu," kata Tjitjik dalam keterangan yang diterima, Kamis (17/11).

Direktur Sumber Daya Ditjen Diktiristek, Mohammad Sofwan Effendi menjelaskan, tahun depan Ditjen Diktiristek mendapat alokasi beasiswa PMDSU dua kali lipat dari saat ini, yaitu sebanyak 300 penerima. Hal ini perlu dimanfaatkan sebaik mungkin agar Indonesia memiliki SDM mumpuni yang siap berkontribusi di berbagai bidang pembangunan.

"Pada 2045, Indonesia memasuki usia 100 tahun yang memiliki ekonomi yang kuat, menjadi negara yang makmur. Namun itu semua hanya bisa terwujud apabila dikelola oleh SDM yang unggul. Kita juga perlu mengambil peluang dari bonus demografi untuk menaikkan rasio penduduk yang berkualifikasi S-2 dan S-3, salah satunya melalui beasiswa PMDSU,” terang Sofwan.

Hingga saat ini, Program PMDSU sudah memasuki angkatan keenam (batch VI) dengan total 1.008 penerima. PMDSU juga telah berhasil mencetak doktor muda yang saat ini sudah berkarier di berbagai institusi, baik sebagai dosen maupun peneliti. Plt. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Nizam mengatakan, keberadaan doktor di sebuah negara mampu memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menghasilkan inovasi. Nizam menambahkan, inovasi inilah yang akan membuat Indonesia keluar dari middle trap income. 

"Industri kita sebagian besar bergantung pada bahan baku impor, dan masih berupa lisensi. Untuk menghadapi tantangan tersebut, dibutuhkan peneliti-peneliti berkualifikasi doktor yang memiliki obsesi untuk menjawab permasalahan nyata industri, di antaranya meningkatkan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri) hingga mengubah industri tukang jahit menjadi industri berbasis inovasi," tutur Nizam. (RO/OL-15)

Baca Juga

Ist

“Cinta Yang Memulihkan", Kumpulan Cerpen dari Penulis ALINEA  

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 10:44 WIB
Sejumlah penulis yang menyumbangkan cerpennya hadir dan kemudian membacakan karyanya, diiringi musikalisasi gitar dan...
MI/HO

Lestarikan Budaya Nusantara, TNI AL Adakan Pagerlaran Wayang Orang

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 09:24 WIB
Pagelaran Pandowo Boyong itu rencananya akan dilaksanakan di Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki, Kamis (15/12)...
Dok. DPR RI

Revisi UU Pengolahan Sampah Diperlukan untuk Akomodasi Peran Swasta

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 08:59 WIB
Selain soal kontribusi investor swasta, ada hal lain yang perlu direvisi pada UU No. 18 Tahun 2008 ini. Terutama berkaitan dengan insentif,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya