Selasa 15 November 2022, 12:30 WIB

Gula Darah Tinggi bukan Hanya karena Konsumsi Makanan Bergula

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Gula Darah Tinggi bukan Hanya karena Konsumsi Makanan Bergula

Unsplash
Ilustrasi

 

GULA darah yang tinggi bukan hanya disebabkan konsumsi makanan yang terbuat dari gula saja tetapi juga karbohidrat yang sifatnya sederhana atau mudah dipecah menjadi gula seperti nasi, roti dan mi. Hal itu diungkapkan Medical Affairs Kalbe Nutritionals Adeline Devita.

Adeline, melalui siaran pers, Selasa (15/11), mengatakan konsumsi berlebihan makanan manis serta memilih camilan tidak tepat termasuk pola makan kurang baik, menjadi penyebab orang terkena diabetes.

"Penyebab orang terkena diabetes bisa karena faktor keturunan atau genetik, namun lebih dari 80% diabetes, khususnya yang disebut tipe 2, disebabkan gaya hidup yang sedenter atau jarang beraktivitas fisik," jelas dia.

Baca juga: Ingat Ini Asupan Maksimal Gula dalam Sehari

Diabetes tidak hanya menyerang orang berusia di atas 40 tahun, tetapi bisa terjadi pada orang usia 25-30 tahun. Gejala klasik diabetes pada umumnya yaitu sering merasa lapar, haus, dan buang air kecil di malam hari.

"Banyak makan, tetapi berat badannya semakin lama semakin menurun karena nutrisi di dalam bahan makanan tadi tidak bisa diserap oleh tubuh, sehingga tidak menutrisi sel-sel di dalam tubuh. Gejala lainnya, mudah lelah, lemas, dan mengantuk," tutur Adeline.

Pada gejala yang berat yakni apabila terdapat luka, khususnya di kaki maka akan lama sembuhnya dan berisiko cepat menjadi borok bahkan bisa diamputasi.

Oleh karena itu, orang berusia di atas 25 tahun perlu rutin melakukan pemeriksaan kesehatan termasuk memeriksa gula darah untuk mendeteksi secara dini jika kadar gula darah tidak dalam batas yang normal. 

Hal ini dilakukan apalagi jika memiliki riwayat keluarga yang mengalami penyakit diabetes.

Adeline mengingatkan, diabetes yang tidak ditangani akan menyebabkan komplikasi pada pembuluh darah, karena gula darah yang tinggi merusak dinding pembuluh darah, sehingga berujung mencetuskan penyakit jantung, stroke, ginjal, saraf, ataupun mata.

Diabetes tidak dapat disembuhkan, tetapi penyandang diabetes dapat hidup aktif dan produktif jika kadar gula darahnya terkontrol. Perubahan gaya hidup menjadi sehat perlu dilakukan meliputi konsumsi bahan makanan sesuai kebutuhan tubuh masing-masing.

"Pola makan harus gizi seimbang, ada komposisi karbohidrat kompleks lepas lambat, protein yang cukup, tinggi serat, memperhatikan sumber lemak baik, serta vitamin dan mineral untuk melengkapi nutrisi harian," tutur Adeline. (Ant/OL-1)

Baca Juga

Antara

Buka Expo Digital, Kepala BSKDN: Terapkan Ekosistem Inovasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:49 WIB
Yusharto mengatakan, digitalisasi merupakan momentum untuk bersinergi dan berkolaborasi memperkuat hubungan seluruh penyelenggara...
Ist

Keterampilan Digital dan Bahasa Inggris Kunci Memenangi Kompetisi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:29 WIB
Keterampilan digital dan Bahasa Inggris menjadi kunci dalam memenangi kompetisi global industri pariwisata di tengah situasi Volatility,...
Ist

Aksi Bom Bunuh Diri bukan Bagian dari Amalan Jihad

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:34 WIB
Musuh yang dianggap dalam Islam adalah mereka yang memerangi Islam. Sementara tidak ada bukti satu pun yang bisa ditunjukkan bahwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya