Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDOM adalah salah satu alat kontrasepsi yang banyak digunakan guna menunda atau mencegah kehamilan, bahkan untuk memuaskan penggunanya disediakan berbagai jenis rasa. Namun, apakah kondom dengan rasa aman digunakan?
Sexologist, City Sex Counseling and Therapy Center, Mumbai, India Shahbaz Sayed mengatakan ide awal membuat kondom rasa adalah untuk mengurangi risiko penyakit menular seksual (PMS) saat melakukan oral seks dan meningkatkan kenikmatan seksual.
"Kondom rasa dirancang khusus untuk seks oral," ujar Sayed dilansir Indian Express, Minggu (6/11).
Baca juga: Mitos dan Persepsi Pengaruhi Penggunaan Alat Kontrasepsi
Kondom rasa yang beredar di pasaran memiliki banyak varian mulai dari cokelat, vanila, stroberi, pisang, hingga durian.
Akan tetapi, kondom rasa yang digunakan saat melakukan hubungan intim dapat mengubah tingkat pH vagina. Hal itu bisa meningkatkan risiko infeksi jamur.
"Kondom rasa dapat mengubah tingkat pH vagina jika digunakan untuk seks penetrasi. Hal itu dapat menyebabkan infeksi jamur pada pasangan perempuan Anda," kata Sayed.
Lebih lanjut, dia menambahkan semakin banyak bahan kimia dalam kondom, semakin tinggi kemungkinan iritasi vagina atau infeksi jamur.
Karena itu, Sayed menyarankan menggunakan kondom rasa hanya untuk melindungi diri dari PMS dan meningkatkan kenikmatan selama seks oral saja dan tidak untuk penetrasi seksual.
Sementara itu, Managing Director dan Ginekolog Elantis Healthcare, New Delhi Mannan Gupta mengatakan kondom rasa mengandung gula sehingga dapat menimbulkan masalah pada vagina perempuan.
"Kadar gula dalam kondom ini dapat mempengaruhi tingkat pH vagina dan bahkan menyebabkan infeksi jamur," tegas Gupta.
Gupta mengatakan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menggunakan kondom yakni selalu memakai yang baru dalam setiap kegiatan seksual, periksa tanggal kedaluwarsa, buang dengan benar setelah digunakan, dan pakai kondom rasa hanya untuk seks oral. (Ant/OL-1)
Cek kesehatan berkala sangat dianjurkan untuk masyarakat dengan tujuan mengetahui status kesehatan, mendeteksi dini gangguan kesehatan, dan meningkatkan pemahaman tentang kesehatan.
MEMASUKI tahun 2026, kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan preventif semakin meningkat, termasuk dengan mengonsumsi suplemen kesehatan.
Sejumlah jenis makanan tidak dianjurkan untuk dipanaskan berulang kali karena dapat merusak zat gizi dan bahkan memicu pembentukan senyawa berbahaya bagi kesehatan.
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Biasanya, dokter akan memberikan rekomendasi untuk memakai jenis kontrasepsi yang nonhormonal seperti kondom dan IUD.
Kondom sama seperti produk lainnya yang memiliki masa kedaluwarsa. Jadi lebih baik cek terlebih dahulu, meskipun terlihat normal, namun menggunakan kondom kedaluwarsa berisiko
Museum di Belanda memamerkan kondom langka dari abad ke-19 yang diukir erotik gambar biarawati dan tiga rohaniawan.
Sebuah penelitian mengungkap pasangan heteroseksual monogami meninggalkan "jejak" mikroba satu sama lain setelah berhubungan intim, bahkan ketika menggunakan kondom.
Tim mengeluarkan "kantong" misterius tersebut. Meskipun sebagian besarnya hancur karena proses tersebut, kantong tersebut masih dapat diidentifikasi sebagai kondom.
Berikut beberapa fungsi kondom yang perlu kamu tahu, seperti dipaparkan oleh dr. Arthur Samuel Simon, Sp.KK, seorang Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved