Kamis 27 Oktober 2022, 13:20 WIB

Herbalife Nutrition Dukung Pemerintah Cegah Stunting di Indonesia

Eni Kartinah | Humaniora
Herbalife Nutrition Dukung Pemerintah Cegah Stunting di Indonesia

Ist
Herbalife Nutrition menyelenggarakan webinar, Kamis (27/10). dalam rangka upaya pencegahan stunting di Indonesia.

 

PERCEPATAN penurunan stunting merupakan prioritas nasional dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang berkualitas dan berdaya saing tinggi.

Perusahaan nutrisi global terkemuka, Herbalife Nutrition menyelenggarakan webinar, Kamis (27/10). dalam rangka upaya pencegahan stunting di Indonesia bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Nutrition Advisory Board (NAB) Herbalife Nutrition Indonesia Dr Rimbawan.

Senior Director & General Manager Herbalife Nutrition Indonesia, Andam Dewi mengatakan Herbalife Nutrition sangat bangga dapat memberikan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam memerangi stunting di Indonesia.

"Upaya ini merupakan bagian dari komitmen global Herbalife Nutrition melalui kampanye Nutrition for Zero Hunger, yang diharapakan dapat mendorong terciptanya generasi penerus bangsa yang lebih sehat," jelas Andam.

Baca juga: Kemenkes Targetkan 12 Juta Pelajar Konsumsi Tablet Tambah Darah

Komitmen Herbalife Nutrition dalam menanggulangi stunting di Indonesia dimulai melalui kemitraan antara Herbalife Nutrition dan Herbalife Nutrition Foundation (HNF) dengan Habitat For Humanity Indonesia dalam program pembangunan fasilitas sanitasi sehat, penyediaan akses air bersih dan edukasi kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Program ini telah berjalan sejak tahun 2019 dan bermanfaat bagi perubahan gaya hidup yang lebih sehat, diharapkan nantinya meningkatkan akses dan kesadaran akan lingkungan yang sehat dan aman yang mengarah pada perubahan pola pikir dan perilaku serta kesejahteraan masyarakat.

Program ini secara langsung bermanfaat bagi 11.900 orang dan secara tidak langsung bermanfaat bagi 15.350 orang.

Direktur Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat, KemenkesI, drg. Widyawati mengatakan sebagai salah satu masalah kesehatan nasional, stunting perlu mendapatkan perhatian dan penanganan khusus dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah, swasta hingga tingkat keluarga. diharapkan mampu memberikan dampak yang baik terhadap penurunan angka stunting di Indonesia.

“Kementerian Kesehatan berfokus pada intervensi spesifik penurunan stunting, termasuk perbaikan fasilitas sanitasi, edukasi kesehatan, serta dukungan gizi," jelasnya.

"Mulai dari semua sekolah dan pesantren setingkat SMP dan SMA melaksanakan aksi bergizi, ibu hamil melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 6 kali, posyandu mampu melakukan pemantauan pertumbuhan setiap bulan," ucap Widyawati.

"Semua kader dari kemenkes mampu mendeteksi balita dengan perlambatan pertumbuhan, serta pesan ABCDE dapat disebarluaskan sehingga masyarakat lebih paham bagaimana mencegah stunting,” jelas Widyawati.

Menurut Studi Status Gizi Indonesia (SSGBI) 2019, 27.67% anak Indonesia mengalami stunting atau sekitar 1 dari 4 anak.

Meskipun angka ini sudah turun dari 37.2 % pada tahun 2013, namun tentu kondisi saat ini masih membutuhkan percepatan terlebih mengingat amanah Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2021 agar stunting bisa diturunkan ke angka 14% pada 2024.

Intervensi Kementerian Kesehatan difokuskan untuk mencegah stunting pada “pesan tematik ABCDE” antara lain Aktif minum Tablet Tambah Darah (TTD)bagi remaja putri seminggu sekali dan Ibu hamil (Bumil) setiap hari minimal 90 tablet selama kehamilan,

Bumil teratur periksa kehamilan minimal 6 kali, Cukupi konsumsi protein hewani setiap hari bagi bayi usia diatas 6 bulan,

Datang ke posyandu setiap bulan untuk pemantauan pertumbuhan (timbang dan ukur) dan perkembangan, serta imunisasi balita ke posyandu setiap bulan, dan Ekskusif ASI 6 bulandilanjutkan hingga usia 2 tahun.

Stunting merupakan kondisi ketika balita memiliki tinggi badan di bawah rata-rata akibat asupan gizi yang didapatkan dalam waktu panjang tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

Masalah ini tidak bisa dianggap sebelah mata sebab berpotensi memperlambat perkembangan otak anak dan meningkatkan risiko penyakit kronis di kemudian hari, seperti obesitas, diabetes, dan hipertensi.

Anggota Dewan Penasihat Nutrisi Herbalife Nutrition Dr. Rimbawan mengatakan upaya dalam mencegah stunting perlu menerapkan prinsip gizi seimbang, mulai darikonsumsi makanan sehari-hari yang mengandung zat-zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dengan memperhatikan empat prinsip gizi seimbang.

"Empat prinsip gizi seimbang antara lain selalu memperhatikan pentingnya pola hidup aktif dan berolahraga, mengonsumsi makanan dengan beraneka ragam, menjaga berat badan ideal dan menerapkan pola hidup bersih dan sehat," terangnya. (Nik/OL-09)
 

Baca Juga

Antara

Buka Expo Digital, Kepala BSKDN: Terapkan Ekosistem Inovasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:49 WIB
Yusharto mengatakan, digitalisasi merupakan momentum untuk bersinergi dan berkolaborasi memperkuat hubungan seluruh penyelenggara...
Ist

Keterampilan Digital dan Bahasa Inggris Kunci Memenangi Kompetisi Global

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 19:29 WIB
Keterampilan digital dan Bahasa Inggris menjadi kunci dalam memenangi kompetisi global industri pariwisata di tengah situasi Volatility,...
Ist

Aksi Bom Bunuh Diri bukan Bagian dari Amalan Jihad

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 08 Desember 2022, 18:34 WIB
Musuh yang dianggap dalam Islam adalah mereka yang memerangi Islam. Sementara tidak ada bukti satu pun yang bisa ditunjukkan bahwa...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya