Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
GURU Besar Gizi Klinik Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin sekaligus Ketua Kolegium Ilmu Gizi Klinik Indonesia Prof Agussalim Bukhari menilai banyak faktor yang mempengaruhi permasalahan gizi di masyarakat. Namun faktor yang paling berpengaruh adalah perihal ekonomi.
Masalah gizi merupakan masalah yang sudah lama dan kronis yang sampai sekarang pun masih cukup banyak, meskipun upaya pemerintah dan masyarakat sudah banyak yang dilakukan.
Masalah gizi seperti malnutrisi, stunting, kekurangan vitamin A, kemudian anemia pada ibu hamil dan juga pada remaja.
Baca juga : Danone Luncurkan Program Isi Piringku di Kabupaten Banyuwangi
"Kita tahu bahwa persoalan malnutrisi ini tentunya kompleks, tapi peranan faktor ekonomi sangat besar, meskipun kita ini kan adalah negara yang kaya dari segi sumber daya alam dan kemaritiman, jadi sumber daya alam sangat banyak dari laut terutama, jadi mungkin pemanfaatannya dan lain sebagainya," kata Prof Agussalim, Minggu (15/9).
Masalah gizi karena faktor ekonomi ia mencontohkan seorang nelayan seharusnya makan ikan tiap hari karena berlimpah, tapi pada kenyataannya para pencari ikan, harus menjual ikannya justru untuk memenuhi kebutuhan yang lain misalnya untuk sembako dan kebutuhan sekolah anak.
"Kemudian dia menyisakan ikan yang mungkin tidak cukup. Jadi faktor ekonomi merupakan faktor yang penting," ucapnya.
Baca juga : Danone dan SGM Cegah Anemia dan Optimalkan Kognitif Generasi Maju
Untuk penyelesaian masalah gizi, penyelesaiannya harus sustainable dan pemberdayaan masyarakat. Sehingga penyuluhan harus tepat.
"Saya kira sudah berlangsung, saya juga pernah tugas di puskesmas, namun tetap faktor ekonomi yang selalu menjadi masalah. Kadang kita memberikan penyuluhan kepada masyarakat, tapi masyarakat pikirannya bagaimana besok anak-anak saya bisa makan, atau kebutuhan sekolahnya dan lain sebagainya seperti itu," ungkapnya.
Sehingga syarat tersebut penting yaitu sustainable dan masyarakat juga harus diberdayakan, jadi bagaimana memanfaatkan kearifan lokal, atau produk-produk lokal yang bisa dimanfaatkan. (H-2)
Memeroleh makanan bergizi tidak harus selalu mahal, karena banyak sumber daya lokal kaya nutrisi dan menjadi alternatif yang terjangkau.
SELAMA dua tahun terakhir, Indonesia kembali menjadi importir beras, bahkan dalam jumlah yang sangat besar.
Sebagaimana susu sapi, susu ikan juga mengandung alergen yang bisa memicu reaksi alergi pada orang tertentu. Jadi, riwayat alergi perlu diperhatikan saat hendak menyajikan susu ikan.
Memasak bekal bergizi seimbang untuk anak sekolah tidak perlu mahal atau sulit. Ahli gizi Esti Nurwanti merekomendasikan bahan makanan lokal yang mudah ditemukan dan terjangkau.
Para dewan pengarah yang ditempatkan pada Badan Gizi Nasional harus berasal dari kalangan ahli yang mengerti kajian gizi dan kesehatan masyarakat.
Hal itu karena asumsi nilai tukar dalam APBN berada di kisaran Rp16.500 per dolar AS, sementara saat ini rupiah mendekati Rp17.000 per dolar AS.
Sebagaimana diketahui, ketergantungan Indonesia terhadap impor energi diketahui masih cukup tinggi.
Senator asal Bengkulu ini menyoroti angka inflasi tahunan per Februari 2026 yang menyentuh 4,76 persen sebagai sinyal waspada bagi ketahanan ekonomi.
Prabowo menyebut Danantara menunjukkan kinerja yang sangat kuat dalam satu tahun terakhir dengan capaian return on assets (ROA) lebih dari 300%.
Lili mengatakan publik berharap pertemuan para menteri tersebut tidak sekadar menjadi forum koordinasi.
Puan memperingatkan pemerintah agar ketegangan di Timur Tengah tidak menjadi alasan pembiaran atas lonjakan biaya transportasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved