Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MINUM teh setiap hari dapat meningkatkan kesehatan, memperpanjang usia harapan hidup, dan membantu mengurangi risiko beberapa penyakit yang mengancam jiwa. Hal itu terungkap dalam sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Internal Medicine.
Dalam studi itu, para ilmuwan Tiongkok, seperti disiarkan Medical Daily, dikutip Minggu (16/10), menemukan meminum dua sampai empat cangkir teh hitam, hijau, atau oolong per hari menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 17%.
Minum satu hingga tiga cangkir setiap hari menurunkan risiko sebesar 4% terkena diabetes dan risiko ini semakin turun 1% untuk setiap cangkir tambahan.
Baca juga: Meracik Aroma Teh dan Rempah Lebih Mewah
Xiaying Li, salah satu penulis penelitian dan peneliti di Universitas Sains dan Teknologi Wuhan, menyatakan hasil studi ini menggembirakan karena menawarkan harapan bagi orang untuk mengurangi risiko terkena diabetes tipe 2.
Menurut mereka, temuan ini menunjukkan teh, bahkan pada tingkat asupan yang lebih tinggi, dapat menjadi bagian dari diet sehat.
"Asupan teh yang lebih tinggi dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah di antara mereka yang minum dua cangkir atau lebih per hari," kata peneliti studi.
Para peneliti mengevaluasi data dalam penelitian yang berlangsung selama 11 tahun. (Ant/OL-1)
Kondisi kaki dapat memberikan petunjuk penting terkait kesehatan saraf, peredaran darah, hingga penyakit sistemik.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Pekerja lapangan menghadapi risiko penyakit yang cukup serius, mulai dari leptospirosis, infeksi kulit, diare, hingga infeksi saluran pernapasan.
Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan satu anak dengan gizi buruk, satu anak stunting, dan enam anak dengan gizi kurang.
SERANGAN penyakit kutu air (balancat) dan diare mulai menyerang korban banjir di Provinsi Kalimantan Selatan.
Kolesterol yang tinggi sering disebut sebagai silent killer dan dapat menjadi penyebab dari berbagai penyakit serius.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved