Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJARAH pendirian Ukrida memang tidak terpisahkan dari peran GKI, dalam hal ini GKI Jawa Barat, karena itu perjalanan pengabdiannya hingga kini pun dipayungi oleh GKI yang sekarang dalam lingkup Sinode Wilayah Jawa Barat.
Adanya dorongan kuat untuk menghadirkan pendidikan tinggi saat itu juga merupakan buah karya bersama yang terus dikembangkan sebagai wujud kesaksian dan pelayanan. Karena itu selayaknya tercipta jalinan kerja sama yang saling mendukung melalui peran masing-masing.
Terlaksananya kegiatan Bina Pendeta GKI di lingkup Sinode Wilayah Jawa Barat yang difasilitasi Ukrida, menambah eratnya jalinan persekutuan. Tidak hanya diantara Ukrida dengan GKI, tetapi semakin bermakna dengan ikut terlibatnya Rumah Sakit (RS) Ukrida dalam kegiatan ini melalui pemeriksaan kesehatan mengawali kegiatan.
Selanjutnya, sejumlah 29 orang pendeta yang ikut serta terlihat sangat antusias mengikuti sesi demi sesi dalam semangat sehati sepikir.
Kepala Unit Protokoler Ukrida sekaligus Koordinator Pelaksana kegiatan, Dewi Kumalasari, memberikan gambaran tentang peserta yang adalah para pendeta dengan masa pelayanan 6 sampai 12 tahun di GKI lingkup Sinode Wilayah Jawa Barat.
Memasuki sesi awal disampaikan paparan tentang Financial Planning (Perencanaan Keuangan) yang dibawakan oleh Sekretaris Program Studi Magister Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Ukrida. Fredelia Colline.
“Akan lebih baik jika setiap orang, termasuk para pendeta, memiliki pengelolaan keuangan yang terencana dan terintegrasi guna memenuhi kebutuhan hidupnya,"kata Fredella Colline.
Membicarakan masalah keuangan bukanlah hal yang tabu, karena setiap orang ingin memiliki asset, seperti rumah, kendaraan, memenuhi kebutuhan sekolah anak, memiliki dana yang cukup saat memasuki pensiun, bahkan berinvestasi.
Selain itu, ditekankan pula di setiap tahap hidup manusia pasti memerlukan uang, sehingga perlu merencanakan pengelolaan keuangan sejak dini, terutama saat memasuki purna tugas, dimana pendapatan akan menurun tetapi pengeluaran bisa saja meningkat karena kondisi kesehatan yang menurun.
Para peserta merasa mendapatkan pencerahan melalui sesi perencanaan keuangan ini, bahkan sudah ada yang ingin langsung membuat perencanaan.
Seusai sesi perencanaan keuangan, kegiatan berlanjut dengan tur mengunjungi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Ukrida, Rumah Sakit Ukrida, dan Rumah Duka Tabitha yang baru diresmikan September 2022.
Kunjungan itu memperkuat komitmen bahwa GKI juga menjadi bagian dari kesatuan pelayanan bersama. Setelah beramah tamah dalam santap siang, kegiatan dilanjutkan dengan Konsultasi Dokter yang juga difasilitasi oleh RS Ukrida.
Rektor Ukrida Wani Devita Gunardi mengapresiasi kegiatan Bina Pendeta ini. Menurutnya, GKI ikut berperan mewartakan Ukrida sebagai kampus dengan keunggulan pada pendidikan karakter dalam kehidupan sivitas akademikanya.
Baca juga : Muslimat NU: Pentingnya Budaya Tabayun Hadapi Narasi Hoaks
Dukungan Ukrida kepada GKI juga terwujud melalui pemberian beasiswa bagi anak jemaat GKI, beasiswa Klasis dan beasiswa bagi anak pendeta, untuk Fakultas Non Kedokteran. Sejumlah 113 orang mahasiswa telah menerima beasiswa Klasis untuk tahun akademik 2021/2022, sedangkan beasiswa Klasis sudah dimulai sejak 2007.
"Harapan ke depan adalah dalam hubungan yang sudah terjalin baik ini, GKI dapat ikut memberi warna bagi Ukrida, dan bergandengan tangan dalam memajukan pendidikan," ujarnya.
Presentasi mengenal Ukrida yang disampaikan oleh Duta Ukrida yang juga merupakan jemaat GKI dan penerima beasiswa Klasis, Angelo Gabriel Ivan Lay menambah banyak hal lagi tentang Ukrida yang dipahami peserta kegiatan, dan tercermin dari wajah peserta rasa ikut memiliki serta tekad untuk mendukung.
Love Me More, menjadi sesi menuju akhir kegiatan tetapi meriah karena sharing pengalaman diantara peserta terlebih ditambah dengan kuis mengenai Ukrida. Di acara ini, peserta terlihat benar-benar sudah menikmati seluruh rangkaian acara, bukan sekadar acara yang memikat tetapi dipenuhi tekad bersatu padu dalam kebersamaan melayani.
Terpisah, Direktur Rumah Sakit Ukrida dr Eka Widrian Suraji,mengapresiasi kegiatan Bina Pendeta ini, terlebih RS Ukrida ikut memfasilitasi sarana dan pemeriksaan kesehatan, sebagai salah satu upaya memperkenalkan pelayanan.
Ia berharap melalui kegiatan itu, jemaat GKI mengenal keberadaan RS Ukrida sebagai bagian pelayanan, selain dapat menjaga komunikasi yang baik antara jemaat GKI dengan RS Ukrida.
”Sudah dimulai penjajakan untuk pelayanan kesehatan bagi para pendeta dan majelis GKI, yang kedepannya akan berkolaborasi dengan FKIK Ukrida. RS Ukrida memang belum terlalu lama memulai kiprahnya, tetapi berkomitmen untuk terus berproses agar menjadi lebih baik," ujarnya.
Pendeta Darwin Darmawan mengatakan bahwa dalam pemandangan umum, Badan Pekerja Majelis Sinode Wilayah (BPMSW) GKI 2023-2025, menjadikan Ecclesia Schola sebagai slah satu arah atau fokus pelayanan.
"Secara sederhana, BPMS GKI Sinode Wilayah Jabar melihat lembaga pendidikan di dalam naungan GKI Sinode Wilayah Jabar adalah sebagai Gereja. Dalam konteks Ukrida, adalah sebagai wujud Gereja yang menghadirkan Tuhan sehingga bisa dirasakan oleh seluruh sivitas akademika, serta melakukan setiap pekerjaan seperti ibadah kepada Tuhan," katanya.
Ia menambahkan, dalam semangat Ecclesia Schola, peran pendeta menjadi penting sebagai salah satu sumber nilai dan keteladanan. Pihaknya juga berupaya melaksanakan kegiatan seperti mempertemukan pendeta dengan Ukrida, serta meminta pelayanan para pendeta untuk mendoakan pasien RS Ukrida, juga melakukan Konven pendeta di kampus Ukrida.
Selain itu, menurutnya juga terus diupayakan agar lembaga-lembaga pendidikan GKI terus meningkatkan kerjasama, serta BPMSW terus mendampingi dalam pergumulan dan berupaya mencarikan jalan keluar bersama.
"Kegiatan berakhir tetapi pelayanan bersama terus berlanjut, dan Bina Pendeta ini adalah membina untuk terus menyatakan dukungan dan meningkatkan kemitraan dalam kesaksian serta pelayanan seturut komitmen Ukrida untuk memberikan dampak melalui mottonya Lead to Impact," pungkasnya. (RO/OL-7)
UNSIA berencana untuk menjadi Google Reference University pertama di Indonesia serta fokus menjadi hub inovasi melalui World University Ranking for Innovation (WURI).
Yayasan Pendidikan Universitas Presiden (YPUP) mendukung penuh atas pendirian ICPI-PU di lingkungan President University.
HAKIM Konstitusi Saldi Isra, mempertanyakan dasar pemberian Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) kepada perguruan tinggi dalam sidang lanjutan pengujian UU Minerba.
Musim pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 semakin dekat.
Transformasi itu bergerak jauh lebih cepat daripada siklus kebijakan pendidikan tinggi yang selama ini kita kenal.
KOLABORASI menjadi kunci dalam upaya mempercepat pemulihan usai terjadinya bencana Sumatra. Salah satu yang berperan penting adalah kolaborasi mahasiswa dan perguruan tinggi.
Kreativitas menjadi hal yang lebih penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia dibandingkan produktivitas guna mewujudkan Indonesia Emas 2045
Pelayanan Kedokteran Kerja atau Kedokteran Okupasi merupakan aspek penting dalam menjaga kesehatan dan produktivitas karyawan di tempat kerja.
OPTOMETRI merupakan salah satu ilmu yang mungkin masih belum banyak terdengar di masyarakat awam.
Sejak 2019 sampai 2022 mahasiswa Ukrida yang berasal dari Papua berjumlah 61 orang, dan ini menjadi bagian dari tekad Ukrida mewujudkan pemerataan pendidikan.
Kegiatan masal ini merupakan bentuk kepedulian RS Ukrida untuk membantu meringankan beban para orangtua, khususnya mereka yang kurang mampu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved