Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMILIHAN kualitas popok merupakan salah satu hal yang harus dipertimbangkan oleh Ibu. Alasan utamanya adalah untuk menjaga kesehatan si kecil di masa pertumbuhannya.
Menurut penelitian, salah satu penyebab dari dermatitis popok adalah peningkatan hidrasi kulit, kulit lembap lebih mudah terluka karena gesekan popok saat si kecil bergerak dan lebih mudah teriritasi.
Selain itu, popok juga diharapkan tidak menghalangi ruang gerak Si Kecil dan nyaman digunakan seharian.
Oleh karena itu, inovasi popok juga terus berkembang, dari popok konvensional hingga kini muncul popok generasi terbaru sebagai popok yang sesuai dengan kebutuhan si kecil.
Popok tradisional yang umumnya memiliki bahan dasar pulp kayu. Susunannya tentu tanpa stratifikasi dan partisi sehingga lebih tebal, yaitu antara 2,5-4mm.
Sementara itu, popok generasi baru ini sangat tipis, yaitu hanya 1,6mm.Jadi, tidak mengganggu ruang gerak si kecil.
Baca juga: Penting, Menyiapkan Popok Berkualitas demi Kenyamanan Bayi di Fase 0-6 Bulan
Selain ketebalan popok, hal lain yang perlu menjadi pertimbangan Ibu dalam memilih popok adalah daya serap dan waktu penyerapannya.
Tingkat penyerapan popok tidak disarankan lebih lambat dari tingkat buang air kecil si kecil. Jika tidak, maka akan memicu kebocoran pada popok.
Dibandingkan dengan popok konvensional yang hanya mampu menyerap 400-500ml cairan, popok generasi baru ini memiliki potensi penyerapan cairan mencapai 100.000% dari beratnya sendiri dalam waktu yang singkat.
Generasi popok baru ini memiliki struktur inti penyerap yang baru, yaitu dengan SAP Core Structure (Super Absorbent Polymer) yang mampu menyerap dan mengunci cairan sehingga tidak menyebabkan osmosis balik.
Teknologi SAP terdiri dari jaringan rantai polimer yang saling terkait untuk menghindari kebocoran.
Jadi, penyerapan pada popok juga lebih merata dan tidak menimbulkan gumpalan.
Popok generasi terbaru ini akan muncul di Indonesia sebagai produk andalan dari Makuku SAP Diapers yang telah disesuaikan dengan kebutuhan si kecil, cocok untuk kulitnya yang masih sensitif, dan nyaman bagi kulit dengan kondisi iklim tropis seperti di Indonesia.
"Inti SAP Core Structure yang dimiliki oleh popok Makuku merupakan terobosan terbaru dari peningkatan teknologi popok yang dibutuhkan oleh si Kecil," jelas CEO Makuku Indonesia, Jason Lee.
Jason Lee mengatakan, "Teknologi inti struktur SAP (Super Absorbent Polymer) yang dimiliki oleh Makuku SAP Diapers dibuat dengan sistem penyerapan lebih tinggi dibandingkan dengan popok tradisional berbahan pulp."
"Teknologi SAP yang dimiliki oleh Makuku SAP Diapers menjadi teknologi popok pertama di Indonesia.Popok dengan bahan SAP akan menjaga kulit si kecil tetap kering dan tidak memicu risiko ruam popok," ujar Lee.
Karena itu, #TakutRuamPopokPakaiMAKUKU hadir sebagai jalan bagi Ibu yang khawatir terhadap risiko ruam popok.”
"Makuku SAP Diapers hadir dalam tipe perekat (ukuran Newborn, S, M) dan celana (ukuran M, L, XL, XXL) mulai dari Rp 61.900 hingga Rp 119.900," terangnya.
" Makuku SAP Diapers tersedia di Transmart di Pulau Jawa dan Bali, dan Diamond Supermarket atau bagi yang lebih nyaman berbelanja online dapat mengunjungi akun MAKUKU Indonesia Official di Lazada, Shopee, Tiktok Shop, dan Tokopedia," tambah Lee. (Nik/OL-09)
Pola gangguan kesehatan ini bahkan konsisten muncul pada hari ketiga Ramadan selama dua tahun terakhir.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Memiliki kulit yang sehat, bercahaya, dan terawat menjadi impian banyak orang.
Para pengungsi kini dihantui risiko penyakit kulit akibat kondisi lingkungan yang lembap, kurang higienis, dan hunian yang padat.
Salah satu kesalahan mendasar masyarakat adalah hanya berfokus pada perawatan batang rambut.
Masalah kesehatan yang timbul di pengungsian sangat erat kaitannya dengan faktor higiene.
Glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).
Penggunaan hidrokuinon melampaui kebutuhan bisa menimbulkan efek samping berupa ochronosis, penumpukan asam di bawah kulit yang menyebabkan munculnya flek hitam pada kulit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved