Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbud-Ristek) Nadiem Makarim mengakui bahwa dirinya mempunyai tim khusus yang dengan 400 anggota. Masing-masing pimpinan atau manager tim memiliki posisi yang setara dengan direktur jenderal.
"Kami sekarang memiliki 400 orang product manager, software engineer, dan data scientist yang bekerja sebagai tim yang melekat untuk kementerian. Tim yang beranggotakan 400 orang, bukanlah vendor untuk kementerian. Setiap product manager dan ketua tim posisinya hampir setara dengan direktur jenderal yang beberapa di antaranya hadir di sini," ujar Nadiem dalam acara United Nations Transforming Education Summit di markas besar PBB, New York, Amerika Serikat seperti dikutip dari Instagram resminya @nadiemmakarim, Rabu (22/9).
Menanggapi hal itu, anggota Ombudsman RI Indraza Marzuki Rais mengatakan bahwa seharusnya pimpinan K/L bisa lebih memberdayakan ASN di lingkungannya. Sebab, ASN sudah dibiayai oleh negara dan seharusnya dimaksimalkan untuk melayani masyarakat.
Baca juga: BNPT: Radikal Terorisme Cermin Krisis Ritualitas
Baca juga: Bogasari Dukung Pengembangan SMK Pusat Keunggulan
"Itu bagian dari reformasi birokrasi. Jadi reformasi birokrasi itu bukan hanya dilihat kesejahteraan saja, tetapi bagaimana memberdayakan ASN di lembaga-lembaga pemerintah," ujarnya, Kamis (22/9).
Menurut Indraza, membentuk tim khusus atau juga sering disebut tim bayangan adalah praktik yang sudah sering dilakukan K/L. Ada banyak tim bayang dalam K/L yang dibentuk untuk mencapai tujuan tertentu.
Pembentukan tim khusus, lanjutnya, bukanlah hal yang menyalahi aturan. Selama tujuan, prosedur, kinerja dan hasilnya jelas, itu tidak melanggar ketentuan yang ada.
Namun, tim khusus hadir bukan untuk menggantikan posisi para pejabat atau ASN di lingkungan K/L. Sifatnya pun pada umumnya hanya untuk jangka pendek saja. Begitu pula jumlahnya harus sesuai kebutuhan.
"Tapi balik lagi, kalau pengalaman saya beberapa kali melihat banyak tim-tim sebetulnya dibentuk gak efektif sih dan gak jelas maksudnya apa," imbuhnya.
Dia mengingatkan agar pembentukan tim khusus harus sesuai kebutuhan K/L. Lantaran pembiayaan atau anggaran yang dikeluarkan selalu terkait dengan K/L pemerintah tersebut. "Misalnya satu lembaga yang lemah di bidang IT dan perlu membangun tim IT khusus itu bisa aja. Dan mungkin itu juga proyek yang tidak long term, cuma sort term doang itu bisa dilakukan," terangan Indraza.
Dia juga menambahkan agar tim yang dibentuk dijauhkan dari praktik KKN. Tidak boleh ada conflict of interest dan semata-mata dibentuk untuk mendukung capaian kinerja atau program K/L. (H-3)
Efisiensi anggaran 2025 terhadap Kementerian/Lembaga itu didasarkan pada dikeluarkannya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 tahun 2025 tertanggal 22 Januari 2025
EFISIENSI belanja negara di sejumlah pos kementerian/lembaga harus dilakukan dengan cermat. Jangan sampai keputusan untuk menghemat anggaran tersebut memberikan dampak yang negatif
Penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan menjadi langkah awal yang positif dalam rangka mewujudkan visi Indonesia maju.
Direktur Indef Esther Sri Astuti menuturkan, target pemerintah untuk mencapai pertumbuhan ekonomi di angka 8% bukan pekerjaan mudah.
Presiden Joko Widodo menegaskan predikat WTP yang diperoleh kementerian/lembaga dalam laporan pengelolaan keuangan adalah kewajiban, bukan prestasi.
IAS ditargetkan menjadi kekuatan sentral dalam memberikan layanan pendukung bandar udara serta maskapai penerbangan demi pertumbuhan industri pariwisata Indonesia.
Menteri PANRB Rini Widyantini menyatakan Ibu Kota Nusantara (IKN) bukan sekadar pemindahan pusat pemerintahan,
Kejaksaan Agung menetapkan 11 tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO dan produk turunannya dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp14 triliun.
Kementerian Pertahanan menjadwalkan pelatihan Komponen Cadangan (Komcad) bagi 4.000 ASN pada April 2026.
Upaya menjaga keberlanjutan hutan dan mangrove Indonesia tidak hanya bergantung pada kebijakan dan anggaran, tetapi juga pada kualitas kepemimpinan aparatur negara.
Pemerintah resmi membuka pendaftaran Komponen Cadangan (Komcad) ASN 2026. Simak syarat lengkap, durasi pelatihan, dan hak peserta di sini.
WAKIL Menteri Pertahanan, Donny Ermawan Taufanto menyebut ada sekitar 4.000 aparatur sipil negara atau ASN dilatih untuk menjadi komando cadangan atau Komcad.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved