Jumat 16 September 2022, 09:30 WIB

Selama Pandemi, Mayoritas Warga Alami Kenaikan Berat Badan

Basuki Eka Purnama | Humaniora
Selama Pandemi, Mayoritas Warga Alami Kenaikan Berat Badan

Freepik
Ilustrasi

 

DOKTER Spesialis Gizi Christopher Andrian menjelaskan, selama pandemi, masalah yang paling umum dialami sebagian besar masyarakat adalah kenaikan berat badan karena berkurangnya aktivitas.

"Pasti, selama pandemi ini, kita cenderung mengurangi aktivitas ya. Semua serba online, akses serba gampang, nomor satu komplikasi yang paling sering muncul adalah peningkatan berat badan. Jadi dari 2020 sampai sekarang, 2022, banyak sekali pasien yang ke saya 2 tahun ini naik 12 kilo bahkan 20 kilo," kata Christopher, Kamis (15/9).

Lebih lanjut, peningkatan berat badan ini akan berimbas ke masalah kesehatan lainnya. Misalnya seperti kolesterol yang naik hingga asam urat yang bermasalah. 

Baca juga: Kunci Sukses Berdiet, Setting Ekspektasi

Karenanya, tidak heran di masa pandemi ini banyak pasiennya yang mendapatkan hasil lab kurang memuaskan saat medical check up.

"Peningkatan berat badan, obesitas, memiliki komplikasi yang lain. Kolesterol jelek, asam urat bermasalah, makanya pasien-pasien yang GMCU, terutama yang rutin medical check up, pasti hasil labnya ikut merah-merah. Itu banyak sekali sepanjang pandemi ini," jelasnya.

Untuk menangani masalah tersebut, cara yang dapat menjadi solusi adalah dengan melakukan diet. Namun, masyarakat diimbau memahami arti diet yang sesungguhnya. 

Menurut Christopher, diet yang sehat dan jangka panjang adalah diet yang sesuai dengan diri sendiri.

"Sebenarnya kalau ditanya diet yang sehat itu apa, adalah bagaimana caranya kita supaya kita tahu pola makan yang sesuai sama kita itu apa supaya kita bisa long lasting. Bisa jangka panjang pola makannya. Jadi tidak cuma short term. Misal mau diet karena mau turunin berat badan. Terus setelah turun mau apa?" papar Christopher.

Selain itu, Christopher juga menekankan masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih pola diet yang dijalankan. Sebab, diet yang salah justru dapat memperburuk imunitas tubuh.

Christopher menjelaskan, pola menjalankan diet yang sehat adalah dengan berpegang pada empat pilar yakni nutrisi yang harus terpenuhi, tidur yang cukup dan berkualitas, mindfulness dengan menghindari stres, serta berolahraga yang rutin.

"Selama pandemi ini, saya selalu menekankan, kita harus hati-hati supaya imun kita baik. Karena banyak sekali diet populer sekarang yang justru malah jadi boomerang bagi diri sendiri. Yang tadinya mau sehat malah jadi bermasalah," ujar Christopher.

"Prinsipnya, selama pandemi, supaya tubuh tetap sehat, harus ingat empat pilar yaitu nutrisi, sleep atau tidur, olahraga, dan terakhir mindfulness. Nah empat pilar ini berkaitan satu sama lain untuk membentuk imun yang baik," pungkasnya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

MI/ Ramdani

IDI: Penentuan Status Endemi Jangan Terburu-buru

👤Ant 🕔Senin 26 September 2022, 22:29 WIB
Menurut Adib, terdapat sejumlah indikator yang harus menjadi dasar untuk dipenuhi menjadi...
DOK Youtube.

Para Ulama Sepakat Roh itu Makhluk atau Diciptakan Allah

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 26 September 2022, 22:04 WIB
Sejumlah orang berpendapat bahwa ruh atau roh dalam bahasa Indonesia bukanlah makhluk atau yang diciptakan. Pendapat tersebut dibantah...
Antara

17.097 Orang Divaksin Kedua Hari Ini

👤MGN 🕔Senin 26 September 2022, 21:58 WIB
Total 171.094.922 orang telah menerima vaksin lengkap per Senin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya