Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPR RI Puan Maharani mendukung film Ngeri-Ngeri Sedap yang terpilih mewakili Indonesia dalam ajang Academy Awards 2023.
Ia mendoakan agar film garapan Bene Dion itu bisa menorehkan prestasi dalam kompetisi Piala Oscar.
“Saya ucapkan selamat kepada para sineas yang telah berkarya secara total dan semoga film Ngeri-Ngeri Sedap mampu meraih penghargaan di ajang Piala Oscar 2023,” ungkap Puan dalam keterangan persnya kepada Parlementaria, Rabu (14/9).
Baginya, film Ngeri-Ngeri Sedap siap bersaing untuk kategori penghargaan Best International Feature Film di Academy Awards ke-95 yang akan diadakan pada bulan Maret mendatang.
Kategori tersebut adalah salah satu nominasi Piala Oscar yang setiap tahun diadakan oleh Academy of Motion Picture Arts and Sciences untuk memberikan penghargaan kepada film panjang yang tayang di luar Amerika Serikat.
Politikus Fraksi PDI-Perjuangan itu menjelaskan Indonesia telah mengirimkan perwakilan dalam kategori ini sejak tahun 1987. Film Nagabonar, terangnya, menjadi film pertama yang dikirim untuk mengikuti nominasi film Piala Oscar tersebut.
Baca juga: Gita Bhebhita Sebut Kehidupan Pribadinya Mirip dengan Ngeri Ngeri Sedap
Akan tetapi, hingga saat ini, Indonesia belum pernah memenangi penghargaan pada kategori Best International Feature Film Academy Awards. Puan berharap film Ngeri-Ngeri Sedap dapat memecahkan sejarah Indonesia di ajang bergengsi itu.
“DPR RI berkomitmen mendukung kemajuan film Indonesia dengan berlaga di ajang kompetisi film bergengsi internasional. Apalagi film Ngeri-Ngeri Sedap mengangkat tema keluarga dengan berlatar belakang budaya Batak yang mewakili salah satu etnis di Indonesia,” ucap Puan.
Mendukung kemajuan perfilman Indonesia, Puan bercerita dirinya pernah ikut berperan dalam film Nagabonar Reborn sebagai cameo.
Selain itu, ia menjelaskan dukungan yang diberikan DPR RI untuk perfilman Indonesia adalah melalui fungsi anggaran, seperti alokasi anggaran Dana Abadi Kebudayaan yang disebut dengan Dana Indonesiana.
Program ini sesuai dengan amanat UU No. 5 Tahun 2017 dan Agenda Strategis Kebudayaan dan Perpres No. 111 Tahun 2021.
Total dana pokok yang digunakan pada Dana Indonesiana sebesar Rp3 triliun, dan yang dimanfaatkan pada 2022 senilai Rp185 miliar. Ia menyebut, Dana Indonesiana dialokasikan untuk mendukung pengembangan seni, budaya, dan perfilman Indonesia.
Dana Indonesiana pun berpotensi dapat menciptakan ruang inklusif, mendorong inisiatif masyarakat, mendokumentasikan pengetahuan/maestro, mendorong masyarakat untuk menciptakan karya kreatif inovatif, mendayagunakan ruang publik, serta menguatkan diplomasi budaya.
Puan juga menyoroti bagaimana platform digital menjadi salah satu medium alternatif untuk para sineas menampilkan karya-karya terbaik mereka. Bahkan, salah satu film karya sineas Indonesia yang berjudul ‘Yuni’ mendapat penghargaan Platform Prize pada Toronto International Film Festival 2021.
Oleh karenanya, Puan menilai dibutuhkan dukungan dari seluruh elemen bangsa, agar film karya anak bangsa mampu meraih penghargaan di kancah internasional. (RO/OL-09)
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah keberlanjutan proses reformasi di institusi Polri, Kejaksaan, hingga lembaga peradilan.
Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani menegaskan bahwa posisi partainya di luar pemerintahan justru menuntut tanggung jawab politik dan moral yang lebih besar dalam menjaga arah pembangunan
KETUA DPR RI Puan Maharani menyampaikan ucapan selamat merayakan Natal 2025 kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia serta selamat menyambut Tahun Baru 2026.
KETUA DPR RI, Puan Maharani mengimbau Pemerintah Daerah (Pemda) agar tidak menggelar perayaan pergantian tahun 2026 secara berlebihan atau euforia.
Ketua DPR RI Puan Maharani mengajak perempuan Indonesia mengambil peran aktif dalam menjaga dan melestarikan lingkungan.
Seluruh rumah sakit, terutama yang berada di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), tidak boleh menolak warga mendapatkan layanan medis.
Megan Domani mengungkapkan bahwa peran Annisa memberikan tantangan tersendiri, terutama dari sisi pendalaman karakter yang memiliki latar belakang keluarga yang kompleks.
Revalina S Temat membagikan pengalamannya menghadapi tuntutan peran yang menguras energi di film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?
Bukan sekadar drama rumah tangga biasa, film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? dirancang sebagai sebuah eksplorasi spiritual dan perjalanan batin seorang perempuan.
Beby mengungkap cerita dalam film Tolong Saya! (Dowajuseyo) lahir dari kejadian mistis yang ia alami saat menjalani kehidupan sebagai mahasiswa Indonesia di Korsel.
Gina S Noer memaparkan bahwa film Esok Tanpa Ibu bukan sekadar cerita tentang teknologi, melainkan sebuah eksplorasi mengenai relasi kompleks antara AI, sosok ibu, dan lingkungan hidup.
Aktris utama Dian Sastrowardoyo dilaporkan mengalami insiden jatuh dari kuda saat menjalani salah satu adegan penting saat syuting film Esok Tanpa Ibu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved