Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PERKEMBANGAN ilmu pengetahuan terus berjalan seiring banyaknya ragam riset yang dilakukan oleh para ilmuwan . Di bidang kesehatan, riset mengenai feses dan manfaatnya juga banyak dilakukan oleh para ahli.
Prof. Ratha-korn Vilaichone, ahli di bidang gastroenterology dari Department of Medicine, Thammasat University Hospital, Pathumthani, Thailand mengungkapkan transplantasi mikrobiota feses (fecal microbiota transplantation/ FMT) merupakan topik hangat di kalangan ilmuwan. Begitu pula dengan dirinya yang sudah banyak melakukan riset mengenai FMT.
“FMT menjadi topik terkini di dunia penelitian. Teknik tersebut merupakan terapi bagi pasien-pasien dengan gangguan saluran cerna. Termasuk salah satu penyebabnya adalah infeksi helicobacter pylori,” ujarnya dalam kuliah umum di Universitas Airlangga (Unair) seperti dikutip dari laman Unair, Senin (5/9).
Dijelaskannya, helicobacter pylori merupakan bakteri penyebab kanker lambung (gastric cancer) yang paling berbahaya di dunia. Bakteri itu dapat hidup di dalam lambung dan FMT bisa membantu mengurangi infeksi akibat bakteri tersebut.
Selain itu, FMT menjadi terapi bagi berbagai macam penyakit saluran cerna lain seperti irritable bowel syndrome (IBS) dan inflammatory bowel disease (IBD). “Banyak sekali transplantasi mikrobiota yang bisa diberikan kepada pasien. Langkah awalnya adalah mengambil feses dari orang normal dan mengolahnya sedemikian rupa. Tujuannya adalah mengekstraksi materi-materi mikrobiota dan memasukkannya dalam bentuk kapsul untuk menjadi obat,” paparnya.
Sementara itu, Prof. Yoshio Yamaoka MD, PhD dari Departement of Enviromental and Preventive Medicine Faculty of Medicine Oita University, Yufu, Japan juga meneliti helicobacter pylori. Selama 30 tahun dirinya melakukan penelitian di Asia dan disebut sebagai 'bapak' helicobacter pylori di Asia. Selama kurun waktu tersebut, Prof. Yoshio menghasilkan banyak temuan baru.
“Masyarakat Indonesia, khususnya Jawa terbilang memiliki tingkat infeksi helicobacter pylori yang rendah. Ini sebagai suatu hal yang menarik dimana infeksi bakteri tersebut masih tinggi di beberapa negara tetangga. Itulah sebabnya juga angka kanker lambung di Indonesia masih relatif rendah,” ungkapnya.
Kendati meninjau dari data tersebut, Prof. Yoshio tetap mengingatkan untuk tidak bersikap lengah. Karena beberapa etnis di Indonesia memiliki resiko kanker lambung yang terbilang tinggi.(H-1)
Penelitian terbaru mengungkap kehilangan kromosom Y pada pria lanjut usia berkaitan dengan risiko penyakit jantung, kanker, hingga Alzheimer.
Integrasi PET dan CT menghasilkan citra fusi komprehensif yang secara bersamaan mampu menampilkan fungsi sebagai hasil dari teknologi PET dan struktur sebagai hasil dari teknologi CT.
Beberapa tipe HPV berisiko tinggi dapat menyebabkan kanker serviks, kanker anus, kanker penis, serta kanker orofaring.
UBT menjadi pilihan utama dari berbagai pemeriksaan non-invasif untuk mendeteksi infeksi H. pylori dengan tingkat sensitivitas dan spesifisitas yang tinggi
Kenali Biograph Vision Quadra, teknologi PET/CT scan revolusioner untuk deteksi kanker akurat, radiasi rendah, dan proses cepat hanya 4 menit.
Gaya hidup berpengaruh terhadap risiko kanker payudara karena penyakit ini berkaitan erat dengan faktor hormonal.
Simak tips puasa bagi pekerja lapangan agar tetap sehat, terhidrasi, dan produktif selama Ramadan, mulai dari sahur hingga berbuka.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Simak tips sahur, hidrasi, istirahat, dan olahraga ringan agar tubuh tetap sehat dan kuat saat menjalani hari pertama puasa Ramadan.
Sejarah manusia dipenuhi penemuan penting seperti listrik, internet, dan vaksin yang mengubah peradaban. Inovasi ini menjadi fondasi kemajuan teknologi, komunikasi, dan kesehatan global.
Istilah super flu saat ini sedang ramai diperbincangkan seiring meningkatnya kasus influenza.
Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved