Kamis 18 Agustus 2022, 13:51 WIB

Pengembangan Vaksin dan Obat Disorot Health Working Group Ketiga

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Pengembangan Vaksin dan Obat Disorot Health Working Group Ketiga

DOk. FKUI.AC.ID
Juru Bicara G20 bidang Kesehatan Siti Nadia Tarmizi

 

PADA 22-24 Agustus 2022 akan dilaksanakan Health Working Group (HWG) yang ke-3. HWG ini merupakan rangkaian daripada Presidensi G20 di Indonesia yang rencananya akan dilakukan di Bali.

Pada agenda HWG ketiga ini akan mengundang 19 negara anggota G20 dan 5 negara yang diundang di luar negara G20 selain itu juga akan ada 5 negara perwakilan regional ditambah 14 organisasi internasional yang sejak awal sudah mengikuti HWG.

Juru Bicara G20 bidang Kesehatan Siti Nadia Tarmizi mengatakan HWG ketiga ini akan membahas pentingnya diversifikasi geografis pusat riset dan manufaktur untuk pengembangan vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik terutama akses untuk negara-negara berkembang.

Baca juga: WHO Sebut Kasus Covid-19 Dunia Turun 24%, Pakar: Indonesia Masih Fluktuasi

"Akan ada 4 sesi, pada sesi pertama membahas isu membangun jaringan antara peneliti dan manufaktur di negara-negara G20 terkait tentunya kedaruratan kesehatan masyarakat ataupun terkait respons pandemi ke depannya," kata Siti dalam konferensi pers secara daring, Kamis (18/8).

Di sesi kedua akan membahas penguatan jaringan peneliti dan manufaktur. Sesi ketiga adalah peran kemitraan antara pihak pemerintah dan swasta untuk mendukung jaringan peneliti dan manufaktur.

Sesi terakhir adalah membahas inisiatif G20 untuk memperkuat ekosistem riset dan manufaktur untuk bisa memastikan akses dari vaksin, obat-obatan, dan alat diagnostik berkeadilan dari sisi akses dan kapasitas pengembangan.

Dalam HWG ketiga ada juga side event membahas mengenai anti mikrobial resistance yaitu berbagai upaya terkait pencegahan dan implementasi pengendalian daripada resistensi anti mikrobial.

Baca juga: Pertemuan Antarmenteri G20 Bidang LHK Akan Bahas Tiga Poin Penting

"Keluaran yang diharapkan dari HWG ketiga tentunya adalah membentuk tim yang bisa bertanggungjawab untuk mengembangkan, meningkatkan, dan memperkuat kapasitas penelitian serta manufaktur terutama di negara-negara low middle income country," ujarnya.

Kemudian output kedua adalah berbagi mekanisme dan menyelaraskan aturan-aturan untuk memudahkan proses pengembangan kapasitas global dan memastikan percepatan ketersediaan vaksin dan lainnya secara fisik selama keadaan darurat kesehatan masyarakat terjadi.

"Ketiga adalah kesepakatan tentang kolaborasi uji klinis multicenter antara pusat penelitian dan manufaktur di negara-negara G20 dengan fokus tentunya untuk mendeteksi produksi secara geografis di negara-negara G20," jelasnya.

Health Working Group 1 dan 2

Dalam HWG yang sebelumnya sudah dilakukan di Yogyakarta dan Lombok, HWG memiliki garis besar untuk memperkuat arsitektur kesehatan global dengan tiga isu prioritas.

Pertama adalah bagaimana membangun ketahanan sistem kesehatan global. Kedua adalah menyelaraskan standar protokol kesehatan global dan yang ketiga adalah memperluas manufaktur dan juga pusat penelitian untuk pencegahan, kesiapsiagaan, dan respon eh penanganan pandemi ke depannya.

"Kita tahu pada pertemuan pertama yang sudah kita lakukan pada 28-29 Maret 2022 di Yogyakarta ini membahas mengenai penyerasian standar protokol kesehatan. Pertemuan ini tentunya membahas bagaimana standar bersama untuk memastikan pelaku perjalanan itu berjalan dengan baik," papar Siti Nadia Tarmizi.

Adanya verifikasi standar vaksinasi interoperabilitas dan saling pengakuan aplikasi digital ini adalah tujuan dalam menyelenggarakan standar protokol kesehatan.

Verifikasi universal juga sudah bisa dilakukan dan diharapkan bisa memberikan masukan untuk eskalasi daripada standarisasi eh protokol kesehatan.

Pada pertemuan tersebut diketahui bahwa negara-negara anggota telah bersepakat untuk membangun harmonisasi interkonektivitas di lintas batas serta berbagai mekanisme informasi covid-19 yang efisien yang tentunya kaitannya memudahkan perjalanan internasional.

Bahwa negara-negara sudah setuju dan saat ini sudah dalam pengembangan proses verifikasi universal untuk dokumen-dokumen kesehatan dan pertemuan-pertemuan teknis mingguan terus dilakukan dengan dukungan dari WHO dan OECD.

"Dalam kerja sama tersebut sedang melakukan uji coba virtual untuk kelayakan teknologinya dan kaitannya kita berharap adanya publik trust directory yang akan mengelola data-data dan pertukaran informasi ini sehingga percontohan Ini bisa dipahami," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Pexels

Ayo Kenali Gejala Serangan Jantung Agar Penanganannya Tepat

👤Basuki Eka Purnama 🕔Jumat 30 September 2022, 12:45 WIB
Dengan mengetahui gejala awal serangan jantung, masyarakat bisa lebih waspada dan segera mencari pertolongan medis bila merasakan...
ANTARA/Aditya Pradana Putra

Kenang G30S/PKI, Warga Diajak Kibarkan Bendera Setengah Tiang

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Jumat 30 September 2022, 12:41 WIB
Pengibaran bendera setengah tiang merupakan sebuah tanda bahwa masyarakat ikut berkabung atas gugurnya 7 Jenderal Militer dalam peristiwa...
Dok BRIN

BRIN Bakal Jadikan Observatorium Nasional di Kupang sebagai Fasilitas Riset Terbuka

👤Faustinus Nua 🕔Jumat 30 September 2022, 12:08 WIB
Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Antariksa melaporkan bahwa pembangunan Observatorium Nasional (Obnas) di Timau,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya