Headline
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
Pertemuan antar menteri lingkungan hidup dan kehutanan serta menteri perubahan iklim negara-negara G20 akan dilaksakan di Bali pada akhir Agustus 2022 mendatang. Berkaitan dengan itu, Kepala Biro Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dida Migfar menyatakan, ada tiga hal penting yang akan menjadi pembahasan dalam pertemuan itu.
“Ada tiga kategori yang akan menjadi pembahasan. Pertama, bagaimana meningkatkan dukungan untuk pemulihan lingkungan dan iklim. Kedua, bagaimana meningkatkan perlindungan terhadap lingkugan dan iklim, terutama kegiatan berbasis darat dan laut. Ketiga adalah bagaimana kedua hal ini didukung degan mobilisasi sumber daya, mulai dari finance teknologi dan capacity building,” kata Dida, Kamis (18/8).
Dida menutukan, tiga poin penting itu merupakan hasil rumusan yang telah dibahas pada dua pertemuan Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG). Dalam EDM-CSWG, sebelumnya pada deputi dari negara-negara G20 telah membahas berbagai isu, mulai dari masalah lingkungan, iklim, penurunan lahan, kelautan, ekonomi sirkular, hingga peningkatan ambisi untuk penurunan emisi gas rumah kaca.
“Di Bali kita akan merumuskan hasil pembicaran dua pertemuan EDM-CSWG di dalam forum yang disebut sebagai comunicee. Nanti akan kita drafting permasalahan yang telah dibahas untuk mencapai sebbah kesepakatan,” beber dia.
Ia berharap, pertemuan puncak G20 di bidang lingkungan hidup dan iklim di Bali mendatang bisa menciptakan kesepakatan antara negara maju dan negara berkembang untuk maju bersama mengatasi permasalahan lingkungan dan iklim.
“Diharapkan ini jadi kekuatan bilateral yang menjadi solusi dalam berbagai bottle atau hambatan dalam beberapa substansi. Ada beberapa pokok antara negara maju dan berkembang ini semoga bisa mencairkan bagaimana pandangan bersama untuk memperbaiki kondisi iklim dan lingkungan,” ucap dia.
Nantinya, pembahsan masalah lingkungan hidup dan iklim di forum G20 juga akan dibawa ke dalam forum COP27 yang akan dilaksanakan di Mesir pada November 2022 mendatang.
“Jadi di event G20 ini Mesir sebagai presidensi COP27 juga akan datang. Karena G20 ini kan negara-negara dengan PDB tertinggi di dunia sehingga punya daya ungkit yang kuat. Sehingga nanti keputusan di G20 akan mentoring pembahasan di COP27 dan itu sudah terjadi di G20 di Italia beberapa waktu lalu. Pertemuan G20 ini memang sangat strategis untuk perbahasan masalah lingkungan dan iklim ke depan,” pungkas dia. (OL-12)
Pelajari inovasi teknologi pemanenan hutan 2026 yang ramah lingkungan. Dari metode RIL hingga AI, temukan cara industri menjaga ekosistem hutan Indonesia.
Pelajari teknologi pengolahan hasil hutan terbaru 2026, mulai dari CLT hingga nanokelulosa, guna mendorong hilirisasi industri kehutanan Indonesia.
Pahami ekologi hutan secara mendalam, mulai dari komponen biotik-abiotik hingga peran vitalnya dalam ekonomi karbon Indonesia tahun 2026.
Silvikultur bukan sekadar menanam pohon. Simak rincian lengkap apa yang dipelajari di jurusan Silvikultur, mulai dari rekayasa genetika hingga manajemen karbon hutan.
Pelajari struktur kayu secara mendalam (makroskopis & mikroskopis), sifat fisik (higroskopisitas), serta kekuatan mekaniknya untuk aplikasi konstruksi dan industri modern.
Panduan komprehensif belajar Dendrologi. Membahas morfologi, taksonomi, teknik identifikasi pohon, dan relevansinya dalam isu karbon & kehutanan modern.
Menurut Menteri Lingkungan Hidup, Dr. Hanif Faisol Nuroqif, di tengah ancaman kepunahan berbagai satwa endemik, penyelamatan keanekaragaman hayati adalah prioritas
Volume besar itu tentunya memperparah tekanan terhadap lahan seluas 142 hektar yang sudah menampung sampah Ibu Kota selama lebih dari tiga dekade.
Dunia saat ini tengah menghadapi tiga ancaman serius yang disebut “Triple Planetary Crisis” oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Pemerintah tekankan komitmen industri jalankan EPR demi kelola sampah plastik. Target 100% pengelolaan tercapai pada 2029 lewat kolaborasi multi-pihak.
KLHK melalui Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyegel empat perusahaan yang diduga terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan (karhutla)
‘’Kolaborasi, termasuk dengan kerja sama dengan pihak swasta menjadi kunci untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang efektif, bernilai ekonomis dan ramah lingkungan,”
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved