Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
IKATAN Istri Dokter Indonesia (IIDI) wilayah Jakarta Timur dan Utara, melakukan aksi pencegahan stunting di Rumah Singgah Sahabat Gizi, Cilincing, Jakarta Utara. Aksi yang dilakukan pada Jumat (29/7) lalu, bertujuan untuk memberikan anak-anak Indonesia akses yang lebih besar terhadap gizi yang lebih baik dan menurunkan angka malnutrisi serta permasalahan gizi anak lainnya.
Pendiri Rumah Singgah Sahabat Gizi di wilayah Kampung Sawah, Cilincing, Jakarta Utara, Irawati Susalit menyampaikan, sebagian anak Indonesia yang menjadi bagian dari penelitian juga menunjukkan masih belum terpenuhinya rata-rata asupan vitamin dan mineral yang direkomendasikan untuk tumbuh kembang yang sehat. Situasi ini tentunya menunjukkan adanya urgensi yang besar untuk memitigasi permasalahan gizi dengan langkah-langkah kolaboratif dan kebijakan yang strategis.
“Kurangnya akses terhadap makanan bergizi akibat dari kemiskinan yang terstruktur menyebabkan pemenuhan gizi yang menjadi fondasi dalam membangun generasi yang cerdas dan berkualitas kelak sulit tercapai,” ungkap Irawati dalam keterangan resmi yang diterima, Selasa (2/8).
Menurut dia, perlu adanya intervensi pemenuhan gizi perlu dilakukan terutama bagi bayi dan balita. Upaya Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM) menjadi langkah yang kami coba ambil.
“Saya percaya, setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan akses gizi yang baik. Dimulai dengan ketersediaan pangan dan perbaikan gizi pada anak-anak dengan melibatkan partisipasi langsung dari ibu-ibu yang puny bayi dan balita dari keluarga yang jauh dari mampu sebagai penggerak perubahan, saya berharap kelak akan terbangun masyarakat yang berkualitas dan mampu menciptakan perubahan untuk diri, keluarga dan lingkungan”, kata Irawati.
Ia menambahkan bahwa pendidikan gizi untuk para ibu yang bayi dan balita yang ada di Rumah Singgah Sahabat Gizi tidak seperti duduk di bangku sekolah. Butuh proses yang panjang dengan pengajaran keterampilan yang disesuaikan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Pengajaran ini meliputi pola asuh, bagaimana menyediakan dan memberikan makanan yang baik dan bergizi, serta kebersihan diri dan anaknya.
Baca juga: PKK Tekankan Pentingnya Posyandu untuk Kesehatan Masyarakat
Sebagai salah satu sumber asupan bergizi baik, Ira juga rutin memberikan susu kepada anak-anak binaannya, karena selain kandungan gizi dan higenitas yang terjaga, susu juga menjadi asupan untuk memperbaiki status gizi dengan cepat selain protein hewani lainnya seperti telur, ikan dan daging. Dalam hal ini Frisian Flag Indonesia menjadi salah satu rekan Rumah Singgah Sahabat Gizi dengan secara berkala memberikan donasi susu untuk pemenuhan gizi.
"Produk susu, daging, telur dan ikan merupakan sumber protein hewani yang dinilai paling efektif dalam menurunkan risiko stunting. Tentu saja pengolahan dan pemberiannya berdasarkan pedoman gizi seimbang yang disajikan menarik dan menggugah selera makan,” jelas Ira.
Saat ini, Rumah Singgah Sahabat Gizi mengasuh 25 anak dengan berbagai usia mulai dari bayi hingga anak usia 5 tahun sampai yang ada di PAUD Sahabat Gizi, TK dan SD. Anak-anak ini dipilih berdasarkan tingkat ekonomi keluarga yang paling rendah. Tahun ini, Rumah Singgah Sahabat Gizi mulai menangani ibu hamil dan menyusui keluarga miskin di kampung Sawah Cilincing dengan memberikan makanan yang bergizi.
Selain itu, kini Rumah Singgah Sahabat Gizi dalam pengabdian masyarakat di kampung Sawah Cilincing telah menggandeng dan berkolaborasi dengan Ikatan Istri Dokter Indonesia (IIDI) Jakarta Timur dan Jakarta Utara yang menurut Irawati Susalit, kolaborasi ini akan semakin efektif dan diharapkan dapat mendukung program PKK.
Ketua IIDI Jakarta Timur Soraya Rosanti menyampaikan, perbaikan kesehatan dan gizi merupakan kunci terpenting bagi tumbuh kembang anak-anak ini. Hak anak harus terpenuhi terhadap asupan gizi, kesehatan dan kebersihan diri dan lingkungan serta pola aduh yang baik di dalam keluarga.
“Kami berterimakasih terhadap kehadiran Frisian Flag Indonesia selama 7 tahun ini mendukung Rumah Singgah Sahabat Gizi. Sehingga balita banyak tertolong sehingga status gizi membaik,” tandas dia. (R-3)
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya pengendalian polusi udara yang dilakukan secara terukur, berbasis data, serta didukung kolaborasi antar daerah.
Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan tubuh terus dilakukan berbagai pihak.
Berdasarkan laporan Global Gender Gap 2025, posisi Indonesia naik tiga peringkat ke urutan 97 dunia dengan skor kesetaraan yang meningkat menjadi 69,2%.
Laporan Halodoc Q1 2026 mencatat lonjakan gangguan kecemasan dan masalah pencernaan selama Ramadan hingga Idul Fitri.
Jika ditemukan pasien dengan indikasi klinis yang mengarah pada gejala campak, petugas medis akan segera melakukan tindakan lanjutan.
Ingin mudik aman tanpa drama? Simak panduan lengkap manajemen stres dan kenyamanan kabin khusus untuk perjalanan bersama anak-anak dan lansia di sini
Gemas sama anak orang boleh, tapi jangan main cium, pegang, apalagi asal suapin. Kita gak tau kuman apa yang nempel di tangan kita.
Penguatan pelayanan kesehatan primer, terutama Puskesmas dan Posyandu, harus menjadi prioritas dalam strategi nasional penanganan kesehatan mental anak.
Pemerintah mengajak para orangtua untuk kembali menghadirkan waktu berkualitas di rumah melalui gerakan #SatuJamBerkualitas Bersama Keluarga.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved