Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Sosial (Kemensos) melalui Korpri dan Sentra Handayani menggelar sunatan massal bagi anak-anak di wilayah Jakarta di Sentra Handayani, Jakarta Timur,keluarg pada Kamis (21/7).
Dalam keterangannya, Sekretaris Jenderal Kemensos, Harry Hikmat, mengatakan acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 yang jatuh pada tanggal 23 Juli.
"Kemensos mempunyai inisiatif untuk mengisi rangkaian HAN dengan membuat kegiatan bagi anak yang selama ini betul-betul memerlukan perlindungan khusus," ucapnya.
Baca juga : 3 Rekomendasi Wisata Murah di Jakarta, Cocok untuk Liburan dengan Keluarga
Kegiatan ini, lanjut Harry, sudah direncanakan sebagai salah satu bentuk dukungan Kemensos momentum Hari Anak Nasional 2022.
Sunatan massal ini dilaksanakan oleh Korpri dan Sentra Handayani untuk menandai dimulainya rangkaian kegiatan HAN 2022 oleh Kementerian Sosial.
Adapun kegiatan sunatan massal diikuti oleh 50 peserta yang berasal dari wilayah Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara.
"Ternyata informasi yang kami sampaikan disambut baik oleh masyarakat, tercatat anak yang mengikuti sunatan massal mencapai 50 anak. Padahal peminat yang ingin sunat, lebih dari itu, namun terpaksa kami batasi, " kata Harry di hadapan wartawan yg hadir.
Baca juga : Tempat Rekreasi Seru di Jakarta Bersama Si Kecil, Playparq Kemang Jadi Pilihan Cocok
Hal ini merupakan upaya Kemensos dalam memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat pra sejahtera.
"Peserta yang hadir tadi itu anak-anak berasal dari keluarga kurang mampu, yang selama ini untuk (biaya) kehidupan sehari-hari juga sulit. Ada yang anak pemulung, anak yang berasal dari pemukiman kumuh," tuturnya.
Untuk dapat mengikuti sunatan masal, terlebih dahulu dilakukan proses asesmen oleh Sentra Handayani. Hal ini untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Baca juga : Liburan Akhir Pekan, Aryaduta Menteng Hadirkan Kids Baking Class
Selain menerima layanan sunatan gratis, anak-anak juga mendapat bantuan ATENSI (Asistensi Rehabilitasi Sosial) berupa bantuan nutrisi dan sandang senilai Rp300 ribu untuk masing-masing anak.
Panitia juga memfasilitasi biaya transportasi bagi anak serta orangtua atau pendamping yang hadir.
Salah satu orangtua, Nita Soradita Sitompul mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Kemensos atas kegiatan sunat massal dan juga bantuan yang diberikan.
Baca juga : HUT Ke-6, Wilio Donasikan Sepatu untuk 100 Anak dan Bantu Dana Pendidikan
"Alhamdulillah kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama bagi saya karena anak saya dua. Senang karena sudah dibantu," ucap ibu dua anak yang biasa disapa Nita.
Senada dengan Nita, Ny. Dawit yang juga turut hadir mendampingi anaknya juga menyampaikan rasa sukacitanya atas acara ini.
"Kegiatan ini sangat bermanfaat dan membantu banget , apalagi buat yang kurang mampu. Kalau di klinik kan bayar enam ratus ribu. Apalagi ini juga dikasih bantuan lain, dikasih transport juga,"katanya.
Baca juga : HAN 2023, Tous Les Jours Berbagi Kebagiaan Bersama Anak-anak Pra Sejahtera
Sementara itu, kegiatan sunat ini menghadirkan tim dokter dari Rumah Sakit Thamrin dan Poliklinik Kemensos. Sunat dilakukan dengan metode laser untuk meminimalisasi rasa sakit.
"Pas disuntik aja sakit dikit, tadi rasanya kayak digigit semut," kata Adhitiya Muhamad Rizki, salah satu anak yang disunat.
Untuk menambah kenyamanan anak-anak, panitia menyediakan pojok baca digital (Pocadi) yang dilengkapi dengan buku bacaan dan mainan anak. Dengan tata ruangan yang nyaman, mereka bisa bermain sambil menunggu giliran disunat. (RO/OL-09)
Kemensos mengirimkan Tim Asesmen khusus ke Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memverifikasi status sosial ekonomi keluarga YBS.
Kementerian Sosial (Kemensos) mengirim Tim Asesmen ke Ngada, NTT, untuk mendalami kondisi keluarga YBS, anak SD yang bunuh diri beberapa waktu lalu.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Peserta JKN yang dinonaktifkan tersebut bisa mengaktifkan kembali status kepesertaan JKN-nya jika yang bersangkutan memenuhi beberapa kriteria.
Persoalan keterbatasan kapasitas, terutama pada Sekolah Rakyat yang belum memiliki gedung sendiri dan masih memanfaatkan sentra atau balai milik Kementerian Sosial.
Abidin mendorong adanya koordinasi cepat antara Kementerian Sosial dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk mempercepat pembangunan fisik sekolah di tingkat kabupaten.
Galaxy Tab A11 ditenagai prosesor Helio G99 yang memastikan perangkat berjalan responsif untuk berbagai kegiatan, mulai dari mengikuti kelas daring, mengerjakan tugas sekolah, dan hiburan.
PIKOTARO mengaku bahwa inspirasi lagu ini lahir langsung dari interaksinya dengan anak-anak pejuang kanker.
Vitamin A merupakan zat esensial yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Sayangnya, pemantauan kadar vitamin ini masih menjadi tantangan di Indonesia.
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Anak tengah memiliki risiko lebih besar merasa diperlakukan berbeda dibandingkan saudara sulung maupun bungsu.
Adil tidak berarti memberikan perlakuan yang identik kepada setiap anak, melainkan harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved