Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
MENJELANG Hari Nyamuk Sedunia pada 20 Agustus mendatang, edukasi kesadaran pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) terus ditingkatkan. Untuk itu, Kementerian Kesehatan bersama perusahaan fast moving consumer goods (FMCG), Enesis, melakukan edukasi keliling melalui mobil edukasi agar lebih masiv.
"Jadi kegiatan pencegahan harus kita masifkan untuk menanggulangi angka kasus DBD yang berjalan sepanjang tahun ini. Salah satu buktinya adalah kerja sama Kementerian Kesehatan dengan berbagai macam pihak, salah satunya Enesis," ungkap Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono saat peluncuran Mobil Edukasi Keliling Enesis di Kantor Kementerian Kesehatan di Jakarta, Selasa (5/7).
Ia mengatakan, pengakit DBD ini ada setiap tahun di Indonesia. Sebab, sekarang musim tidak tentu, maka banyak tempat yang jadi sarang jentik nyamuk. Hingga Juni 2022, kasus DBD di Indonesia mencapai angka 52 ribu dan telah menyebabkan 516 kematian.
"Kita memang harus menanggulangi secara masif, terutama pada anak-anak karena mereka rentan terkena DBD," imbuh Dante.
Adapun, jelad dia, mobil edukasi keliling tersebut akan memberikan himbauan mengenai Penerapan Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan pencegahan DBD melalui 3M+. Diantaranya, menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penampungan air, memanfaatkan kembali atau mendaur ulang barang bekas, dan mencegah timbulnya tempat perkembangbiakkan nyamuk.
Baca juga: Musim Hujan Berkepanjangan, Ini Tips Menghindari Serangan Nyamuk
Mobil tersebut menyasar sekolah-sekolah dasar (SD), rumah sakit, dan masyarakat umum termasuk ibu-ibu anggota Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di kota-kota di seluruh Indonesia. Untuk tahap awal kota yang akan disambangi adalah Bandung, Cirebon, Yogyakarta, dan Malang. Kemudian, dilanjutkan secara bertahap dengan menargetkan lebih dari 100 titik di seluruh Indonesia, yang puncaknya dilaksanakan pada 20 Agustus mendatang bertepatan dengan Hari Nyamuk Sedunia.
Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Yayasan Enesis Indonesia Ryan Tirta Yudhistira menambahkan, edukasi akan dilakukan dengan cara yang semenarik mungkin bagi anak-anak. Dengan demikian, melalui mobil edukasi keliling tersebut, anak-anak sekolah diharapkan dapat menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing untuk menyebarkan informasi mengenai pencegahan DBD.
"Edukasi akan dibuat semenarik mungkin. Apalagi kita mengunjungi SD, maka kita akan buat seperti dongeng. Nanti juga akan ada maskotnya. Kami berharap kewaspadaan kepada demam berdarah menjadi semakin baik dan angka kematiannya juga semakin lama semakin kecil," jelas Ryan. (R-3)
Berdasarkan data Kemenkes, grafik kasus campak sempat melonjak tajam pada pekan pertama Januari 2026 dengan total 2.220 kasus.
Obesitas bukan sekadar persoalan penampilan atau gaya hidup. Ini penyakit kronis yang risikonya besar terhadap kesehatan.
Kemenkes menyebut terdapat 3 penyakit yang banyak ditemukan pada pemudik lebaran 2026 yakni hipertensi (darah tinggi), cephalgia (nyeri kepala), dan gastritis (maag).
GURU Besar Ilmu Penyakit Dalam Konsultan Gastroenterologi-Hepatologi FKUI-RSCM, Prof Ari Fahrial Syam mengungkapkan terdapat beberapa penyakit yang sering muncul setelah lebaran.
DI balik suasana penuh kebahagiaan Hari Raya Idul Fitri, penderita penyakit autoimun perlu memberikan perhatian khusus terhadap kondisi kesehatannya agar terhindar dari kekambuhan
Obesitas sangat memengaruhi keseimbangan hormon, terutama pada perempuan.
Ketika habitat alami dan satwa liar rusak, nyamuk kehilangan inang alaminya dan mulai beralih mengincar manusia sebagai sumber nutrisi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
KERUSAKAN ekosistem global dan perubahan iklim tidak hanya mengancam keanekaragaman hayati, tetapi juga memicu perubahan serius dalam hubungan antara manusia dan nyamuk.
Bukan saja saat malam tiba, tapi pada siang hari pun nyamuk memenuhi sudut-sudut ruangan tenda pengungsian dan kamar.
Musim hujan membawa udara segar dan tanah yang kembali hijau, tapi juga satu “tamu” yang tak diundang: nyamuk! Begini cara efektif mrncegahnya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved