Kamis 23 Juni 2022, 18:35 WIB

Kolaborasi dengan Global Funds, Kapasitas Indonesia Hadapi Pandemi Meningkat 3 Kali Lipat

Ferdian Ananda Majni | Humaniora
Kolaborasi dengan Global Funds, Kapasitas Indonesia Hadapi Pandemi Meningkat 3 Kali Lipat

Antara/M. Irfan Ilmie
Tenaga kesehatan melakukan tes PCR

 

SELAMA 2022, Global Fund telah mendukung 17 laboratorium di 13 provinsi di Indonesia. Dukungan tersebut dapat meningkatkan kapasitas Indonesia dalam menghadapi pandemi yang akan datang.

Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan RI Kunta Wibawa Dasa Nugraha mengatakan, seperti yang telah menjadi perhatian Kementerian Kesehatan, saat ini lebih penting untuk meningkatkan dan mendistribusikan kapasitas nasional terkait sequencing dan analisis data untuk memastikan respons kesehatan masyarakat yang tepat waktu dan sesuai.

Ia menilai upaya tersebut tidak mungkin terwujud jika tidak dilakukan melalui kerja sama antara universitas, rumah sakit, dan pemerintah daerah, swasta, dan mitra internasional.

“Upaya kolaborasi ini telah meningkatkan kapasitas negara setidaknya 3 kali lebih tinggi,” katanya pada kunjungan Executive Director of The Global Fund (GF) Peter Sands ke Laboratorium Nasional Prof. Srie Oemiyati, BKPK Jakarta.

Global Fund, sebagai salah satu mitra internasional telah berkomitmen untuk mendukung Indonesia dalam memperkuat kapasitas pengawasan genomik nasional.

Hibah yang diberikan oleh Global Fund memungkinkan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas laboratorium rujukan nasional serta memberdayakan lebih banyak laboratorium untuk melakukan sequencing.

Global Fund juga membantu menyediakan peralatan Laboratorium lainnya, peralatan habis pakai, dan pelatihan untuk petugas laboratorium.

Baca juga : Menag: Kurban tak Perlu Dipaksakan saat Wabah PMK

Executive Director of The Global Fund (GF) Peter Sands mengatakan dari sudut pandang global fund ini adalah rencana program yang didukung pihaknya untuk pengawasan penyakit.

Pengawasan ini dapat mengetahui masalah kesehatan apa yang sedang terjadi, tidak hanya pandemi Covid-19 tetapi masalah kesehatan lainnya.

“Ini adalah upaya yang sangat baik, setelah melihat masalah dan tantangannya ada begitu banyak peluang untuk melakukan sesuatu,” sebutnya.

Dengan situasi yang terjadi di Indonesia, lanjut Kunta, Kemenkes berkomitmen untuk terus memanfaatkan teknologi sequencing tidak hanya untuk deteksi dan respons Covid-19, tetapi juga penyakit lain seperti TB, HIV, malaria dan penyakit lainnya.

Hari ini telah dilaksanakan peninjauan implementasi Whole Genome Sequencing dan Biobanking di Indonesia yang dilaksanakan di Laboratorium Nasional Prof. Sri Oemiyati, BKPK Jakarta. Pengelolaan Laboratorium tersebut merupakan tanggung jawab Kementerian Kesehatan.

Laboratorium Prof. dr. Sri Oemijati memiliki peran penting sebagai laboratorium rujukan nasional untuk jaringan laboratorium diagnostik penyakit menular yang baru muncul dan yang muncul kembali.

Laboratorium tersebut mendukung pengawasan global maupun nasional, memfasilitasi kerjasama penelitian nasional dan internasional, serta menyediakan peningkatan kapasitas bagi petugas laboratorium. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Update 7 Juli: 2 Ribu Orang Terima Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

👤Theofilus Ifan Sucipto 🕔Kamis 07 Juli 2022, 23:35 WIB
Total 169.235.116 orang telah menerima vaksin lengkap per Kamis...
MI/Susanto

Hindari Penipuan, Kemenag: Masyarakat Bisa Cek Aplikasi Haji Pintar

👤Dinda Shabrina 🕔Kamis 07 Juli 2022, 22:52 WIB
Masyarakat juga harus bisa membedakan jenis haji mujamalah dengan haji regular yang terjamin pelayanannya dan berangkat seusai kepastian...
Antara/Mohamad Hamzah

Cegah Stunting, Dexa Group Kolaborasi dengan BKKBN melalui Produk Obat Modern Asli Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 07 Juli 2022, 22:35 WIB
HerbaAsimor merupakan produk yang mampu membantu menambah kualitas dan kuantitas...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya