Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PENELITIAN baru selesai dilakukan kepada hampir 14.000 anak antara usia enam bulan hingga 12 tahun yang menyoroti masalah penting dan dikenal sebagai triple burden malanutrisi terdiri dari kekurangan gizi, kekurangan zat gizi mikro, dan kelebihan berat badan/obesitas. Ketiga masalah ini sering kali terjadi berdampingan di suatu negara dan bahkan bisa terjadi dalam satu keluarga. Di Indonesia, angka stunting di anak-anak masih cukup tinggi merupakan contoh bentuk dari kekurangan gizi.
Penelitian skala besar itu dilakukan oleh FrieslandCampina dalam rentang waktu antara 2019 dan 2021 oleh universitas dan lembaga penelitian terkemuka di Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam. Penelitian baru ini merupakan lanjutan dari South East Asian Nutrition Surveys (Seanuts I) yang dipublikasikan pada 2012. Secara keseluruhan, South East Asian Nutrition Surveys kedua ini (Seanuts II) menunjukkan bahwa permasalahan stunting dan anemia masih ada, terutama pada anak-anak usia dini.
Namun, untuk anak yang berusia lebih tua, tingkat prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas lebih tinggi. Selain itu, sebagian besar anak-anak tidak memenuhi kebutuhan rata-rata asupan kalsium dan vitamin D. Untuk mengatasi kesenjangan gizi, langkah yang tepat melalui intervensi gizi yang seimbang dan edukasi gizi.
Menanggapi temuan dalam penelitian itu, Prof. Dr. dr. Rini Sekartini, Sp.A(K), Peneliti Utama Seanuts II di Indonesia dan Guru Besar di Fakultas Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia menjelaskan gizi yang sehat tentang gizi seimbang, cukup, dan bervariasi. Jika anak tidak mendapatkan gizi yang dibutuhkan, mereka tidak akan tumbuh dan berkembang dengan baik. "Penelitian terbaru kami mengungkapkan bahwa lebih dari 70% anak-anak di keempat negara tidak memenuhi kebutuhan rata-rata kalsium dan lebih dari 84% tidak memenuhi kebutuhan rata-rata vitamin D, khususnya Indonesia punya 1 dari 4 anak tergolong stunting. Angka-angka ini menegaskan bahwa ada kebutuhan mendesak untuk meningkatkan ketahanan pangan di Tanah Air serta ketersediaan produk makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi anak-anak, sehingga dapat meningkatkan akses sumber gizi yang sehat," ujarnya.
Baca juga: Kemenag: 50% Jemaah Haji Sudah Terbang ke Tanah Suci
Global Director, Research & Development, FrieslandCampina, Margrethe Jonkman, menyatakan penelitian merupakan kunci untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan gizi lokal. Hasil dari studi ini akan membantu pihaknya dalam mengembangkan produk yang lebih baik dan terjangkau untuk memenuhi kebutuhan gizi anak-anak dan menyiapkan program yang mendukung pemenuhan gizi seimbang dan gaya hidup aktif bekerja sama dengan pemangku kepentingan, petugas kesehatan, dan sekolah terkait.
Begitu pun Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia (FFI) Andrew F Saputro berpendapat bahwa sebagai afiliasi dari FrieslandCampina, pihaknya mempersembahkan hasil Seanuts II kepada pemerintah Indonesia dan pemangku kepentingan terkait. Seanuts II tidak hanya merupakan komitmen FFI, tetapi juga merupakan inisiatif untuk mempertemukan pihak swasta, organisasi, asosiasi, profesional, dan pemerintah untuk berkolaborasi dalam meningkatkan status gizi dan kesehatan anak Indonesia. (RO/OL-14)
Kenaikan angka ini, berdasarkan hasil evaluasi dan pencatatan pelaporan berbasis masyarakat (PPGM)
MESKI sudah puluhan tahun berusaha diatasi, persoalan malanutrisi hingga kini masih menjadi tantangan tersendiri.
PBB menyebut Gaza menghadapi krisis kelaparan terburuk dengan lebih dari 20 ribu anak alami gizi buruk.
KRISIS gizi di Jalur Gaza, Palestina, mencapai titik kritis dengan lonjakan kematian yang mencolok sepanjang Juli 2025. Hal itu diungkapkan WHO dalam laporan terbaru yang dirilis 27 Juli 2025.
Data juga menunjukkan 1,4 juta perempuan hamil dan menyusui mengalami malnutrisi.
Setiap 25 Januari, Hari Gizi Nasional diperingati untuk memberikan kesadaran pentingnya gizi seimbang bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.
Penelitian ini menawarkan rekomendasi yang dinilai dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menghadapi tantangan keamanan regional.
Para ilmuan menemukan bahwa bagian otak yang awalnya dianggap hanya memproses penglihatan ternyata dapat memicu gema sensasi sentuhan.
Resiliensi petani merupakan syarat penting jika pengelolaan usaha kelapa di provinsi tersebut ingin berkelanjutan.
Hasil penelitian menemukan persoalan kental manis bukan hanya perihal ekonomi, tetapi juga regulasi yang terlalu longgar.
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menilai Kitab Fikih Zakat karya Dr. Nawawi Yahya Abdul Razak Majene sangat relevan bagi pengelolaan zakat di era modern.
Efikasi masyarakat dan norma kelompok terbukti lebih berpengaruh terhadap partisipasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dibandingkan pendekatan berbasis rasa takut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved