Kamis 09 Juni 2022, 00:11 WIB

Nobar Premiere Film Gatot Kaca, Erick Thohir Ingin Masyarakat Dukung Budaya Pop Indonesia Mendunia

Mediaindonesia.com | Humaniora
Nobar Premiere Film Gatot Kaca, Erick Thohir Ingin Masyarakat Dukung Budaya Pop Indonesia Mendunia

Dok. Pribadi
Menteri BUMN Erick Thohir saat nobar premiere film Gatot Kaca

 

MENTERI Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir menyatakan, maraknya film-film nasional, apalagi yang berkisah tentang budaya Indonesia, harus mendapat dukungan masyarakat. 

Apresiasi dan dukungan pecinta film yang tak hanya menikmati alur cerita film, tapi juga menyukai lagu atau soundtrack film, turunan kisah film, serta merchandise akan makin menghidupkan pop culture di tanah air.

Hal tersebut diungkapkan Erick Thohir usai menonton tayangan perdana film, Satria Dewa "Gatot Kaca" yang diputar di Studio Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Senin (6/6) malam. Erick menyaksikan film superhero asli Indonesia itu bersama sutradara Hanung Bramantyo dan sejumlah aktor seperti Ricky Nazar, Omar Daniel, Yayan Ruhiyan, hingga aktris lawas, Yatti Surachman. 

Malam itu, Erick juga didampingi Eko Patrio, Pasha Ungu, dan Dessy Ratnasari.

"Kita harus dukung industri film nasional yang berpotensi luar biasa. Tak hanya dari cerita film yang bagus, tapi masyarakat bisa pula menikmati lagu, turunan cerita, dan merchandise. Inilah multiplatform story telling yang tidak akan putus. Apresiasi masyarakat harus terus kita rangsang agar melalui industri hiburan, salah satunya film nasional, kita bisa menjadi pop culture country," ujarnya.

Baca juga : Nostalgia Film Terbaik Lewat Bioskop Online

Ia menambahkan, jika Korea atau negara lain mampu menjadi negara kiblat budaya pop karena sukses mengangkat industri hiburan lokal ke panggung internasional, maka Indonesia juga bisa melakukannya. Apalagi Indonesia sudah memiliki pasar tersendiri dengan jumlah penduduk yang mencapai 275 juta.

"BUMN siap memberikan dukungan. Kita memiliki PFN (Produksi Film Negara) atau juga Telkom dan Telkomsel sebagai aggregator untuk mendukung konten lokal agar terus berkembang. Kita punya pasar yang besar dan jika meledak di dalam negeri, maka hal itu akan berpengaruh ke seluruh dunia. Kuncinya, harus kreatif," tegasnya.

Konsep multiplatform story telling untuk membangun industri film nasional terus didorong agar sebuah film tak hanya disukai dari sisi tontonan semata. Film harus mampu menciptakan tren sebagai kekuatan sehingga daya tarik dan nilai jualnya tidak akan terputus.

Sebelumnya, Film "Kadet 1947" juga diproduksi dengan konsep yang sama. Ceritanya terintegrasi dengan turunan ide kreatif lain sehingga dari film tersebut muncul tren fashion, produk kreatif lainnya yang turut memajukan UMKM lokal, dan juga soundtrack berjudul,  "Bakti". (RO/OL-7)
 

Baca Juga

MI/ Andri Widiyanto

82,59% Remaja Sudah Divaksinasi Lengkap

👤MGN 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:42 WIB
Sebanyak 25.520.583 remaja telah menerima vaksin dosis pertama. Jumlah itu sama dengan 95,56 persen dari...
Ist

Rumah Sakit Premier Jatinegara Raih The Best Indonesia Hospital of The Year

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 23:12 WIB
Pada acara bertaraf internasional ini RS Premier Jatinegara berhasil meraih penghargaan dari Global Health Asia-Pacific Award 2022 kategori...
DOK MI.

Kapan Mulai Puasa Ayyamul Bidh 2022? Ini Penjelasan dan Tata Caranya

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 22:26 WIB
Puasa ayyamul bidh merupakan puasa sunah yang dijalankan setiap pertengahan bulan. Untuk Agustus jadwal puasa ayyamul bidh sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya