Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
LAYANAN streaming Bioskop Online menghadirkan program Nostalgia Film Terbaik (NFT) dengan menyajikan daftar film terbaik yang dirilis mulai tahun 80-an, 90-an sampai 2000-an.
Menurut Bioskop Online, film-film tersebut bisa menjadi alternatif tontonan yang dapat dinikmati bersama teman maupun keluarga. Film yang dihadirkan dalam program NFT berasal dari berbagai genre.
Baca juga: Siap-Siap! Sekuel Joker Siap Dibuat, Ini Judulnya
“Industri film kita sudah memiliki panjang sekali perjalanan dengan film-film kualitas terbaiknya,” kata President of Digital Business Visinema Group Ajeng Parameswari melalui keterangan resmi pada Rabu (8/5).
Ajeng mengatakan pihaknya mencoba untuk menghadirkan film-film pilihan terbaik dari waktu ke waktu dan mengajak semua penonton untuk mengapresiasi film-film tersebut di platform Bioskop Online.
Bioskop Online mengatakan penonton dapat lebih mengenal industri perfilman dari masa ke masa, mengingat deretan film yang diperankan para aktor ternama serta para sutradara tenar melalui program NFT. Film-film yang hadir dalam NFT juga sudah mengumpulkan berbagai penghargaan dari festival film nasional dan internasional.
Program NFT akan diadakan dalam tiga fase. Fase pertama sudah dimulai pada 27 Mei dengan film-film bergenre komedi antara lain “Manusia Enam Juta Dolar”, “Tjoet Nja’ Dhien”, “Naga Bonar”, “Pesta”, “Nostalgia di SMA”, “Kejarlah Daku Kau Kutangkap”, “Pasir Berbisik”, dan “Titian Serambut Dibelah Tujuh”.
Fase kedua dimulai sejak 3 Juni yang merupakan film-film urban, yaitu “Ada Apa Dengan Cinta”, “Ada Apa Dengan Cinta 2”, “Berbagi Suami”, “Rumah Ketujuh”, “3 Hari Untuk Selamanya”, “Quickie Express”, “The Photograph”, dan “Perempuan Punya Cerita”.
Sementara fase terakhir yang terdiri dari film-film bertemacinta akan dimulai pada 10 Juni mendatang. Film fase ketiga mencakup “LOVE”, “In The Name of Love”, “Lima Elang”, “Catatan Harian Si Boy”, “Sanubari Jakarta”, “Laura dan Marsha”, “Salawaku”, “Love For Sale”, serta “Galih dan Ratna”. (Ant/OL-6)
Bagi Adinia Wirasti, bioskop bukan sekadar tempat menonton, melainkan ruang refleksi bagi manusia.
Dalam trailer film Monster Pabrik Rambut (Sleep No More), aktor Iqbaal Ramadhan tampil sangat berbeda dari yang ditampilkan di berbagai film yang ia bintangi sebelumnya.
Teaser Lastri: Arawah Kembang Desa menjadi pembuka yang kuat sekaligus emosional, karena menampilkan sosok almarhum Gary Iskak sebagai Turenggo, serta Hana Saraswati sebagai Lastri.
Berlatar di sebuah penjara di Indonesia yang dikuasai kekerasan dan ketidakadilan, Ghost in the Cell bukan sekadar film genre yang menawarkan ketegangan.
Kehadiran hantu-hantu senior tersebut di film Sebelum Dijemput Nenek berfungsi untuk melengkapi teror yang ditebar oleh antagonis utama, Mbah Marsiyem.
Lebih dari 90 persen anggota Netflix di Indonesia menonton konten Indonesia pada 2025, dan 35 tayangan Indonesia berhasil masuk dalam daftar Top 10 Global Netflix.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved