Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Di tengah proses pengajuan Ratu Kalinyamat sebagai pahlawan nasional, upaya sosialisasi nilai-nilai kepahlawanan Ratu dari Jepara itu harus terus dilakukan. Upaya pelurusan sejarah harus konsisten, agar sepak terjang para pendahulu bangsa ini dapat dimaknai secara benar oleh generasi penerus bangsa.
"Sosialisasi masif terkait sepak terjang Ratu Kalinyamat selain bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai luhur yang diwariskan, juga untuk meluruskan sejarah terkait Ratu dari Jepara itu," kata Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, saat Pagelaran Wayang Kulit dengan lakon Rainha de Japara yang digelar atas kerja sama Yayasan Dharma Bakti Lestari (YDBL), Media Group dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Pendopo Dalem Yudhonegaran, Prawirodhirjan, Kecamatan Gondhomanan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (4/6) malam.
Dalam pagelaran yang menampilkan dalang Ki Catur Kuncoro dan monolog oleh budayawan Sujiwo Tejo dengan diiringi karawitan Goeboek Poenokawan itu, juga ikut berpartisipasi sejumlah seniman antara lain Waljinah, Didi Nini Thowok dan Marwoto.
Pagelaran yang bercerita tentang kepahlawanan Ratu Kalinyamat saat melawan penjajah Portugis di abad ke-16 yang ingin menguasai kerajaan-kerajaan di nusantara itu, ujar Lestari, sekaligus mengungkapkan bahwa nenek moyang kita di masa lalu sangat menguasai maritim dan tidak memandang gender dalam memilih pemimpin.
Rerie, sapaan akrab Lestari mengungkapkan temuan delapan bukti primer hasil kajian tim pakar yang dibentuk Yayasan Dharma Bakti Lestari membuktikan eksistensi Ratu Kalinyamat dari Jepara bersama sejumlah kerajaan di nusantara dalam mengusir penjajah, sekaligus meluruskan sejarah terkait Ratu Kalinyamat yang berkembang di masyarakat.
Rerie sangat berharap nilai-nilai perjuangan Ratu Kalinyamat dalam menghalau penjajah Portugis di nusantara pada abad ke-16 dapat menjadi dasar bagi generasi saat ini untuk menetapkan Ratu dari Jepara, Jawa Tengah itu sebagai pahlawan nasional.
Lebih penting dari hal itu, tegas Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu, adalah upaya untuk terus memberi pemahaman kepada masyarakat terhadap sejarah yang benar terkait Ratu Kalinyamat.
Sehingga, jelas Rerie, upaya untuk menyosialisasikan perjuangan Ratu Kalinyamat lewat pagelaran seni-seni tradisional yang digemari masyarakat, harus terus ditingkatkan.
Upaya mementaskan lakon tentang perjuangan Ratu Kalinyamat dalam berbagai bentuk kesenian, ujar Rerie, setidaknya berdampak pada dua hal yaitu konsistennya pelurusan sejarah Ratu dari Jepara itu dan pelestarian seni-seni tradisional yang kita miliki.
Anggota Komisi Penyiaran Indonesia, Mohamad Reza menilai di era saat ini penting bagi kita terus menghadirkan konten-konten seni tradisional agar bisa dinikmati seluas-luasnya oleh masyarakat.
Pagelaran wayang kulit bertema Rainha de Japara yang didukung YDBL, Media Group dan Kementerian Kominfo, jelas Reza, merupakan langkah yang harus terus didukung oleh semua pihak demi melestarikan konten-konten tradisional yang kita miliki. (RO/OL-12)
Gelar Pahlawan Nasional yang diterima kedua tokoh tersebut merupakan kebanggaan sekaligus pengingat bagi generasi muda untuk terus meneladani perjuangan mereka.
Bahlil Lahadalia menilai Soeharto layak mendapatkan gelar pahlawan nasional. Ia berharap pihak yang menolak dapat menerima keputusan pemberian gelar tersebut.
Keputusan Presiden Nomor 116/TK Tahun 2025 menetapkan dan menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional Bidang Perjuangan Bersenjata kepada Tuan Rondahaim Saragih pada 10 November 2025.
Paguyuban Persaudaraan Trisakti 12 Mei 1998 menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait keputusan pemerintah yang memberikan Gelar Pahlawan Nasional kepada sejumlah tokoh.
Pada Hari Pahlawan, 10 November 2025, Pemerintah Republik Indonesia kembali menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada dua tokoh penting dari kalangan NU
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menggelar syukuran atas anugerah gelar pahlawan nasional kepada K.H Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Marsinah.
KITA sering mengenang para pahlawan, tetapi jarang menghidupkannya kembali dalam tindakan dan kehidupan nyata. S
Nama Achijat tercantum di plat kuning yang terpampang di Museum Tugu Pahlawan bersama tokoh heroik Bung Tomo atau Sutomo, dan lain lain.
Jenderal Sarwo Edhie Wibowo masuk ke daftar pahlawan nasional Indonesia, dalam peringatan hari Pahlawan Nasional, Senin 10 November 2025.
Tidak hanya berkecimpung di dunia akademik, Prof. Mochtar juga berkiprah di bidang pemerintahan. Ia pernah menjabat Menteri Kehakiman dan Menteri Luar Negeri.
Presiden Prabowo Subianto menyerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto, yang diterima oleh putri sulungnya Siti Hardijanti Rukmana.
Salah satu yang menerima gelar pahlawan nasional dari Presiden Prabowo Subianto di Hari Pahlawan 2025 adalah mantan presiden Soeharto.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved