Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

KH Sholeh Darat Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional

Haryanto Mega
30/1/2026 13:40
KH Sholeh Darat Diusulkan sebagai Pahlawan Nasional
Museum KH Sholeh Darat.(MI/Haryanto)

PEMERINTAH Kota Semarang terus mendorong pengukuhan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Upaya tersebut diperkuat melalui Seminar Nasional Pengusulan Gelar KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional yang digelar di The Suri Ballroom Semarang, Jawa Tengah, Kamis (29/1).

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan, seminar nasional ini menjadi tahapan akhir penguatan akademik dan administratif sebelum berkas usulan resmi diajukan kepada pemerintah pusat. "Ini merupakan seminar nasional terakhir. Dengan berbagai muatan kajian ilmiah dan penguatan narasi sejarah, mudah-mudahan KH Sholeh Darat bisa masuk dalam usulan Pahlawan Nasional tahun 2026," ujar Agustina usai seminar.

Ia menjelaskan, seluruh dokumen pendukung telah disiapkan secara maksimal, mulai dari kajian akademik, arsip sejarah, hingga administrasi pengusulan sesuai ketentuan yang berlaku. Selain pengusulan gelar pahlawan, Pemkot Semarang juga menyiapkan berbagai strategi untuk mengenalkan sosok KH Sholeh Darat kepada masyarakat luas. Salah satunya melalui pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional yang direncanakan berlangsung di Semarang pada September 2026.

Tak hanya itu, Pemkot Semarang juga akan mengembangkan ekosistem wisata religi, termasuk penguatan Museum KH Sholeh Darat sebagai pusat literasi dan riset keislaman. Langkah ini diharapkan mampu menarik peneliti, akademisi, serta peziarah dari berbagai daerah.

Sementara itu, Rektor Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, Prof. Helmy Purwanto, menyatakan dukungan penuh terhadap pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, KH Sholeh Darat memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa melalui jalur pendidikan, dakwah, dan pemikiran keislaman.

"Pengukuhan sebagai Pahlawan Nasional tidak hanya memperkuat identitas sejarah Kota Semarang, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sektor wisata religi dan UMKM," ujarnya. (I-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya