Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan bahwa sejumlah provinsi di Indonesia hari ini, Rabu (1/6) berada dalam kategori waspada terhadap bencana hidrometeorologi basah seperti genangan, banjir, dan banjir bandang.
"Wilayah itu ialah Aceh, Jawa Barat, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, dan Kaiimantan Utara," kata BMKG dalam keterangan resmi, Rabu (1/6).
Ancaman tersebut merupakan dampak dari tingginya intensitas hujan yang terjadi di wilayah tersebut. Untuk mewaspadai potensi bahaya hidrometeorologi basah, Badan Nasional Penanggulangan Bencana pun mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk siap siaga dan waspada. Angin kencang yang dapat terjadi bersamaan dengan hujan lebat perlu diantisipasi sejak dini.
"Warga dapat mengecek kekuatan atap rumah atau pun memangkas ranting-ranting pohon yang ada di sekitar. Langkah ini menghindari potensi pohon tumbang yang menimpa tempat tinggal," kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari.
Selain itu BMKG juga mengeluarkan peringatan dini prakiraan hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, pada Rabu. Dalam informasi yang dikutip dari situs BMKG pada Rabu, disampaikan potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang diperingatkan untuk Provinsi Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, Jambi, Lampung, Sumatera Selatan, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali.
Kondisi serupa juga berpotensi terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Sulawesi Barat.
Menurut BMKG, Bibit Siklon Tropis 93W berada di Filipina membentuk daerah konvergensi memanjang dari Laut Sulawesi hingga Filipina bagian selatan dan di Filipina bagian tengah. Pusat Tekanan Rendah berada di Samudra Hindia selatan Lampung yang membentuk daerah pertemuan angin (konfluensi) di Samudra Hindia selatan Banten.
Kemudian, daerah konvergensi lain terpantau memanjang dari Samudra Hindia barat Aceh hingga Selat Malaka, di Samudra Hindia barat Bengkulu, dari perairan selatan hingga utara Jawa Tengah, dari perairan selatan Banten hingga Jawa Timur, dari Selat Karimata hingga Kalimantan bagian utara.
Selain itu, dari Laut Bali hingga Samudra Hindia selatan NTB, dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dari Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur, dari Kalimantan Tengah hingga Kalimantan Utara, di Sulawesi bagian tengah, dari Selat Makassar hingga Kalimantan Utara, dan Papua Barat.
Menurut BMKG, kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar bibit siklon.(Ant/H-1)
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, serta sebagian Papua Barat diperkirakan masih akan mengalami cuaca basah dengan hujan sedang hingga lebat di beberapa wilayah.
Status tersebut, lanjut Andi, menjadi dasar bagi seluruh pihak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi dinamika cuaca yang masih berpotensi ekstrem.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Berdasarkan data terbaru BMKG, status Siaga ini mencakup wilayah NTB, NTT, Jawa Timur, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Desa Sangiang 1 KK terdampak serta 1 unit rumah rusak berat dengan total kerugian diperkirakan Rp20 juta.
Bibit Siklon Tropis 97S yang saat ini terpantau di wilayah utara Australia berpotensi menguat menjadi siklon tropis dalam beberapa hari ke depan.
Pengaruh Siklon Tropis Nokaen serta bibit siklon tropis 97S diperkirakan akan memicu hujan di seluruh wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam tiga hari ke depan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi cuaca ekstrem di sejumlah wilayah Indonesia bagian selatan pada periode 16-22 Januari 2026.
Sistem siklon tersebut memicu terbentuknya daerah belokan angin, pertemuan massa udara, serta perlambatan kecepatan angin di wilayah NTT.
BMKG mencatat, pada 29 Desember 2025 dini hari, bibit siklon tropis 96S berkembang menjadi Siklon Tropis HAYLEY yang berada di Samudera Hindia.
Riset terbaru mengungkap ekspansi titik panas laut dalam memicu munculnya badai monster di atas Kategori 5. Ilmuwan usulkan klasifikasi baru "Kategori 6".
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved